Hyperil Tablet 10 mg (3 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Hyperil tablet adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi). Tekanan darah tinggi akan menambah beban kerja jantung dan arteri. Jika berlanjut dalam waktu lama dapat mengakibatkan jantung dan arteri tidak berfungsi dengan baik. Selain itu, kondisi ini juga dapat merusak pembuluh darah otak, jantung, dan ginjal.

Hyperil tablet merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Obat ini mengandung ramipril zat aktif. Ramipril dapat digunakan sendiri atau bersama obat lain untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi).

Menurunkan tekanan darah tinggi dapat mencegah risiko stroke, gagal jantung, gagal ginjal, dan serangan jantung.

Informasi zat aktif :

Ramipril adalah obat golongan penghambat enzim pengubah angiotensin. Obat ini bekerja dengan menghambat hormon yang mengatur tekanan darah, yaitu angiotensin I, berubah menjadi angiotensin II yang dapat menyempitkan pembuluh darah.

Selain itu, obat ini juga dapat merelaksasikan pembuluh darah, sehingga aliran darah lebih lancar dan jantung dapat memompa darah lebih efisien. Dengan begitu, tekanan darah pun akan menurun.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ramipril diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan (50-60%). Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 28% (ramipril) dan 44% (ramiprilat). Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma sekitar 2-4 jam (ramiprilat).
  • Distribusi: Pengikatan protein plasma sekitar 56% (ramiprilat) dan 73% (ramipril).
  • Metabolisme: Ramipril hampir sepenuhnya dimetabolisme menjadi ramiprilat.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine (60%, sebagai ramiprilat) dan feses (sekitar 40%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 13-17 jam (ramiprilat).
  • Kategori kehamilan dan menyusui :

    Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
    Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

    Interaksi obat :

    • Obat NSAID, misalnya asam mefenamat dan ibuprofen.
      Penggunaan ramipril bersama obat golongan NSAID dapat meningkatkan risiko kerusakan fungsi ginjal.
    • Obat peluruh air seni (diuretik) atau obat antihipertensi lain.
      Penggunaan ramipril dan obat di atas dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
    • Lithium.
      Ramipril dapat meningkatkan kadar serum dan menyebabkan terjadinya keracunan pada lithium.
    • Aliskiren.
      Penggunaan ramipril dengan aliskiren dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia), menurunkan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi), dan memicu kerusakan ginjal (nefrotoksisitas) pada pasien penderita diabetes atau gangguan ginjal.

    Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

    • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
      Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
    • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
      Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
    • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
      Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
    • Sering lupa mengonsumsi obat.
      Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

    Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

    Hubungi dokter jika Anda mengalami:

    • Perasaan pusing seperti akan pingsan.
    • Demam, menggigil, sakit tenggorokan, serta gejala pilek atau flu.
    • Kalium tinggi yang ditandai dengan mual, lemas, perasaan geli, nyeri dada, detak jantung tidak teratur, dan kehilangan gerak.
    • Penyakit kuning, yaitu kulit atau mata menguning.
    • Sedikit atau tidak bisa buang air kecil.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mencegah terjadinya serangan jantung, stroke, dan gangguan pada ginjal.
  • Mengatasi gagal jantung.

Selain menurunkan tekanan darah tinggi dan mencegah penyakit kardiovaskular, ramipril juga digunakan untuk mengobati gagal jantung kongestif.

Komposisi Obat

Ramipril 10 mg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Hipertensi:
    • Dosis awal: 2,5 mg/hari. Dosis pertama sebaiknya dikonsumsi pada waktu tidur.
    • Dosis pemeliharaan: 2,5-5 mg/hari sekali sehari, dapat dikonsumsi hingga 10 mg/hari jika diperlukan.
  • Setelah serangan jantung:
    • Dosis awal: 2,5 mg sebanyak 2 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan setelah 2 hari hingga 5 mg sebanyak 2 kali/hari. Pengobatan dimulai di hari ke 3-10 setelah terjadi infark jantung.
    • Dosis pemeliharaan: 2,5-5 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Gagal jantung:
    • Dosis awal: 1,25 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 10 mg/hari. Dosis 2,5 mg ke atas dapat diberikan dalam dua dosis terbagai ataupun dosis tunggal.
  • Mencegah timbulnya serangan jantung pada pasien yang berisiko tinggi:
    • Dosis awal: 2,5 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 5 mg sekali sehari setelah 1 minggu jika ditoleransi.
    • Dosis pemeliharaan: 10 mg sekali sehari setelah 3 minggu berikutnya.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteke merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Hubungi dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin parah.
  • Batuk kering yang mengiritasi.
    Penggunaan obat batuk biasanya tidak dapat meredakan batuk yang disebabkan ramipril. Terkadang, batuk dapat sembuh dengan sendirinya. Konsultasikan dengan dokter Anda jika batuk berlanjut atau mengganggu tidur. Jika Anda berhenti mengonsumsi ramipril, batuk mungkin membutuhkan beberapa hari hingga satu bulan untuk sembuh.
  • Gatal atau ruam ringan pada kulit.
    Cobalah mengonsumsi antihistamin atau obat antialergi yang dapat Anda beli di apotek. Tanyakan kepada apoteker untuk mengetahui jenis obat antialergi yang cocok untuk Anda.
  • Penglihatan kabur.
    Hindari mengemudi atau menggunakan mesin saat mengalami gejala ini. Jika berlangsung selama lebih dari satu hari, bicarakan dengan dokter Anda karena mereka mungkin perlu mengubah perawatan Anda.
  • Pusing.
    Jika ramipril membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik.
  • Diare atau muntah.
    Minumlah banyak air untuk mencegah dehidrasi. Jika Anda sedang sakit, minumlah air sedikit demi sedikit, tetapi sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter. Jika Anda mengalami diare atau muntah karena sakit perut atau penyakit, beri tahu dokter Anda. Anda mungkin perlu menghentikan penggunaan ramipril sementara waktu sampai merasa lebih baik.
  • Nyeri dada.
  • Kelelahan.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan penyempitan pembuluh darah arteri menuju ginjal.
  • Pasien yang berisiko mengalami penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Pasien yang memiliki kadar kalium tinggi dalam darah.
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati.
  • Pasien penderita katup aorta atau mitral yang tidak dapat tertutup sempurna (stenosis katup aorta atau mitral).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan riwayat pembengkakan pada mukosa atau jaringan di bawah kulit (angioedema).
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus) atau gangguan ginjal yang mengonsumsi aliskiren.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Hyperil Tablet 10 mg (3 Strip @ 10 Tablet)