SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Hufaxicam Kaplet adalah obat untuk terapi jangka pendek untuk mengobati gejala nyeri.

Hufaxicam Kaplet 15 mg (2 strip @ 10 kaplet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 14.511

Jumlah Produk
0

Tersedia 7 Penjual

Apotek Asri
Rp 36.030
Apotek Asri
Kota Jakarta Timur6.21 km
Apotek Farhana
Rp 16.013
Apotek Farhana
Kota Jakarta Timur16.16 km
Apotek Makmur
Rp 21.218
Apotek Makmur
Kabupaten Cianjur65.86 km
Apotek Lily
Rp 14.511
Apotek Lily
Kabupaten Cianjur79.23 km

Deskripsi

Hufaxicam Kaplet 15 mg (2 strip @ 10 kaplet) adalah obat untuk
terapi jangka pendek untuk mengobati gejala nyeri akibat peradangan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi (osteoarthritis).
terapi jangka panjang pada nyeri akibat gejala peradangan sendi yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).

Informasi zat aktif :

Hufaxicam kaplet adalah obat untuk mengatasi peradangan sendi pada pengobatan jangka pendek. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Hufaxicam kaplet mengandung zat aktif meloksikam. Meloksikam adalah obat yang digunakan untuk mengatasi rasa sakit dan peradangan akibat peradangan pada sendi yang dialami orang dewasa, obat ini merupakan obat antinflamasi non-steroid (AINS) yang bekeja dengan mengurangi hormon penyebab peradangan.

Kategori kehamilan dan menyusui :

  • Kategori kehamilan dan menyusui: Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
  • Kategori pada kehamilan trimester ketiga: Kategori D. Obat terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia. Namun besarnya manfaat jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Penggunaan bersama kolestiramin dapat mempercepat eliminasi meloksikam.
  • Penggunaan bersama AINS seperti aspirin, ibuprofen, asam mefenamat, dan naproksen dapat meningkatkan risiko luka dan pendarahan pada saluran pencernaan.
  • Penggunaan bersama dengan metotreksat dapat meningkatkan toksisitas hematologik.
  • Penggunaan bersama obat penurun tekanan darah tinggi dapat menurunkan efek antihipertensi.
  • Penggunaan bersama siklosporin dapat meningkatkan kerusakan pada ginjal (nefrotoksik).
  • Dapat meningkatkan lithium dalam plasma.
  • Penggunaan bersama obat penghambat pembekuan darah atau obat pengencer darah seperti warfarin, heparin, dan kumarin dapat menyebabkan peningkatan risiko pendarahan.
  • Penggunaan bersama obat untuk memudahkan pengeluaran air seni (diuretik) dapat menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan iritasi pada mukosa lambung.
  • Penggunaan bersama kortikosteroid dapat menyebabkan peningkatan risiko luka pada dinding lambung.
  • Penggunaan bersama kontrasepsi IUD dapat menyebabkan penurunan efektivitas pada IUD.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Hufaxicam Kaplet 15 mg (2 strip @ 10 kaplet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Meloksikam
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
Dus, 2 Strip @ 10 Kaplet
Produsen
Gratia Husada Farma

Informasi Zat Aktif

Hufaxicam kaplet adalah obat untuk mengatasi peradangan sendi pada pengobatan jangka pendek. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Hufaxicam kaplet mengandung zat aktif meloksikam. Meloksikam adalah obat yang digunakan untuk mengatasi rasa sakit dan peradangan akibat peradangan pada sendi yang dialami orang dewasa, obat ini merupakan obat antinflamasi non-steroid (AINS) yang bekeja dengan mengurangi hormon penyebab peradangan.

Indikasi (manfaat)

  • Terapi jangka pendek untuk mengobati gejala nyeri akibat peradangan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi (osteoarthritis).
  • Terapi jangka panjang pada nyeri akibat gejala peradangan sendi yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).

Komposisi

Meloksikam 15 mg

Dosis

Oleskan 2-4 kali/hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Mual
  • Muntah
  • Sembelit
  • Kesemutan

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Anak-anak.
  • Pasien yang sedang menjalani terapi dengan mengonsumsi obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).
  • Pasien penderita lanjut usia.
  • Pasien dengan retensi cairan atau gagal jantung.
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit pendarahan dan luka pada saluran pencernaan, penurunan fungsi ginjal, kegagalan fungsi hati, penyakit hepatik, depresi, tekanan darah tinggi (hipertensi) ataupun asma.

Kategori Kehamilan

  • Kategori kehamilan dan menyusui: Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
  • Kategori pada kehamilan trimester ketiga: Kategori D. Obat terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia. Namun besarnya manfaat jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung aktif) selama 6 bulan terakhir atau pasien dengan riwayat tukak lambung.
  • Pasien penderita penyakit ginjal berat.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap meloksikam, asetosal atau obat antiinflamasi non steroid lainnya.
  • Anak-anak 15 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita atau memiliki riwayat asma, jaringan yang tumbuh di bagian dalam saluran hidung (polip nasal), dan pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema) atau biduran (urtikaria).
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati berat.
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan, pendarahan pada serebrovaskular, atau kelainan pendarahan lainnya.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Penggunaan bersama kolestiramin dapat mempercepat eliminasi meloksikam.
  • Penggunaan bersama AINS seperti aspirin, ibuprofen, asam mefenamat, dan naproksen dapat meningkatkan risiko luka dan pendarahan pada saluran pencernaan.
  • Penggunaan bersama dengan metotreksat dapat meningkatkan toksisitas hematologik.
  • Penggunaan bersama obat penurun tekanan darah tinggi dapat menurunkan efek antihipertensi.
  • Penggunaan bersama siklosporin dapat meningkatkan kerusakan pada ginjal (nefrotoksik).
  • Dapat meningkatkan lithium dalam plasma.
  • Penggunaan bersama obat penghambat pembekuan darah atau obat pengencer darah seperti warfarin, heparin, dan kumarin dapat menyebabkan peningkatan risiko pendarahan.
  • Penggunaan bersama obat untuk memudahkan pengeluaran air seni (diuretik) dapat menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan iritasi pada mukosa lambung.
  • Penggunaan bersama kortikosteroid dapat menyebabkan peningkatan risiko luka pada dinding lambung.
  • Penggunaan bersama kontrasepsi IUD dapat menyebabkan penurunan efektivitas pada IUD.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Hufaxicam Kaplet 15 mg (2 strip @ 10 kaplet)

Total

Rp 0