SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Stok Habis
Hiblok Tablet adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, nyeri dada, serangan jantung.

Hiblok Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Hiblok Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk atenolol termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai beta blocker. obat ini bekerja dengan menghalangi aksi bahan kimia alami tertentu dalam tubuh, seperti epinefrin, pada jantung dan pembuluh darah. efek ini menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan tekanan pada jantung, sehingga obat ini mampu mengatasi:

menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)
meredakan nyeri dada (angina pektoris)
mengobati serangan jantung.

Informasi zat aktif :

Atenolol merupakan obat golongan beta blocker yang bekerja dengan menghalangi aksi bahan kimia alami tertentu, seperti epinefrin, pada jantung dan pembuluh darah. Menghambat kinerja epinefrin dapat menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan tekanan pada jantung.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, atenolol diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Secara cepat dan konsisten, tetapi tidak sepenuhnya diserap di saluran pencernaan. 
  • Distribusi: Penetrasi ke jaringan buruk karena kelarutan lemak yang rendah. Terdistribusi melewati plasenta dan ke dalam ASI.
  • Metabolisme: Terbatas atau tidak ada metabolisme hati.
  • Ekskresi: Melalui urine sebanyak 40% dan feses sebanyak 50%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah sekitar 6-7 jam

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberika

Interaksi obat :

  • Obat penghambat saluran kalsium seperti verapamil dan diltiazem, serta reseprin.
    Penggunaan atenolol dan obat di atas dapat menyebabkan efek aditif dengan penghambatan saluran kalsium/.
  • Glikosida digitalis.
    Penggunaan glikosida digitalis dengan atenolol dapat meningkatkan waktu konduksi atrioventrikular.
  • Obat antiaritmia kelas 1 seperti disopiramid dan amiodaron.
    Penggunaan bersama atenolol dapat mempotensiasis efek pada waktu konduksi atrium dan menginduksi efek inotropik negatif.
  • Insulin dan obat antidiabetes oral.
    Penggunaan atenolol dapat meningkatkan efek penurunan kadar gula darah (hipoglikemia) jika dikonsumsi dengan insulin dan obat antidiabetes oral.
  • Obat antiinflamasi non-steroid seperti ibuprofen dan indometasin.
    Penggunaan obat di atas dapat mengurangi efektivitas atenolol dalam menurunkan tekanan darah.
  • Obat bius (anestesi).
    Penggunaan atenolol bersama anestesi dapat meningkatkan risiko penurunan tekanan darah dan dapat melemahkan refleks denyut jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Hiblok Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Atenolol
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (50 mg)
Produsen
Nufarindo

Informasi Zat Aktif

Atenolol merupakan obat golongan beta blocker yang bekerja dengan menghalangi aksi bahan kimia alami tertentu, seperti epinefrin, pada jantung dan pembuluh darah. Menghambat kinerja epinefrin dapat menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan tekanan pada jantung.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, atenolol diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Secara cepat dan konsisten, tetapi tidak sepenuhnya diserap di saluran pencernaan. 
  • Distribusi: Penetrasi ke jaringan buruk karena kelarutan lemak yang rendah. Terdistribusi melewati plasenta dan ke dalam ASI.
  • Metabolisme: Terbatas atau tidak ada metabolisme hati.
  • Ekskresi: Melalui urine sebanyak 40% dan feses sebanyak 50%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah sekitar 6-7 jam

Indikasi (manfaat)

Atenolol termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai beta blocker. Obat ini bekerja dengan menghalangi aksi bahan kimia alami tertentu dalam tubuh, seperti epinefrin, pada jantung dan pembuluh darah. Efek ini menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan tekanan pada jantung, sehingga obat ini mampu mengatasi:

  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Meredakan nyeri dada (angina pektoris)
  • Mengobati serangan jantung.

Komposisi

Atenolol 50 mg.

Dosis

  • Hipertensi: 50-100 mg/hari.
  • Angina pektoris: 50-100 mg dapat dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dalam dosis terbagi.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mengantuk, kelelahan, dan pusing.
    Jika atenolol membuat Anda merasa pusing, duduk atau berbaring sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin. Cobalah untuk menghindari alkohol karena akan memperburuk keadaan.
  • Mual.
    Tetaplah makan dalam jumlah secukupnya dan jangan mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak atau pedas. Cobalah untuk mengonsumsi obat atenolol setelah makan.
  • Diare.
    Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi termasuk urin kurang dari biasanya atau mengeluarkan urin berwarna gelap dan berbau kuat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Jari tangan atau kaki dingin.
    Letakkan tangan atau kaki di bawah air hangat yang mengalir, pijit, dan goyangkan jari tangan dan kaki. Jangan merokok atau minum dengan kafein karena dapat membuat pembuluh darah Anda lebih sempit dan semakin membatasi aliran darah ke tangan dan kaki Anda. Coba kenakan sarung tanga dan kaus kaki hangat. Jangan memakai jam tangan atau gelang ketat.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Makan lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah segar, sayuran, dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah berolahraga lebih teratur dengan jalan-jalan harian, misalnya. Jika ini tidak membantu, Segera hubungi dokter Anda.
  • Mual.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Mata kering.
  • Diare.
  • Mulut kering.
  • Gangguan penglihatan.
  • Kerontokan rambut.
  • Jantung berdenyut lebih lambat dari biasanya yaitu 60 denyut/menit ke bawah (bradikardia).

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan kondisi berkurangnya aliran darah ke bagian tubuh tertentu (sindrom Raynaud).
  • Pasien penderita kejang arteri koroner (prinzmetal angina).
  • Pasien penderita lemah otot akibat gangguan saraf dan otot (miastenia gravis).
  • Pasien penderita bercak merah dan kering pada kulit (psoriasis) dan penyakit tiroid.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien penderita bronkospasme atau penyakit saluran napas obstruktif reversibel.
  • Pasien penderita kadar gula darah tinggi (diabetes mellitus).
  • Pasien penderita penyakit pembuluh darah perifer.
  • Lansia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori Kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberika

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Pasien penderita penyakit arteri perifer berat.
  • Penyumbatan atrioventricular (atrioventricular block) derajat dua atau tiga.
  • Pasien penderita detak jantung lemah (bradikardia).
  • Pasien penderita syok kardiogenik.
  • Pasien penderita metabolik asidosis.
  • Pasien penderita gagal jantung dekompensasi.
  • Pasien penderita tumor jinak di bagian tengah kelenjar adrenal (feokromositoma).

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat penghambat saluran kalsium seperti verapamil dan diltiazem, serta reseprin.
    Penggunaan atenolol dan obat di atas dapat menyebabkan efek aditif dengan penghambatan saluran kalsium/.
  • Glikosida digitalis.
    Penggunaan glikosida digitalis dengan atenolol dapat meningkatkan waktu konduksi atrioventrikular.
  • Obat antiaritmia kelas 1 seperti disopiramid dan amiodaron.
    Penggunaan bersama atenolol dapat mempotensiasis efek pada waktu konduksi atrium dan menginduksi efek inotropik negatif.
  • Insulin dan obat antidiabetes oral.
    Penggunaan atenolol dapat meningkatkan efek penurunan kadar gula darah (hipoglikemia) jika dikonsumsi dengan insulin dan obat antidiabetes oral.
  • Obat antiinflamasi non-steroid seperti ibuprofen dan indometasin.
    Penggunaan obat di atas dapat mengurangi efektivitas atenolol dalam menurunkan tekanan darah.
  • Obat bius (anestesi).
    Penggunaan atenolol bersama anestesi dapat meningkatkan risiko penurunan tekanan darah dan dapat melemahkan refleks denyut jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Hiblok Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)