Gratheos Tablet 50 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 20.790

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Gratheos tablet adalah obat yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang, terutama pada peradangan sendi, seperti osteoartritis atau rheumatoid arthritis. Gratheos tablet mengandung zat aktif natrium diklofenak.

Kandungan zat aktif dalam obat ini mampu mengurangi zat dalam tubuh yang menyebabkan nyeri dan peradangan. Selain nyeri pada peradangan sendi, obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi nyeri atau kram perut pada saat menstruasi.

Obat Gratheos termasuk dalam golongan obat keras. Itu sebabnya, untuk mendapatkan obat ini harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Natrium diklofenak merupakan golongan obat nonsteroid antiinflamasi (NSAID) yang bekerja dengan mengurangi peradangan, menurunkan demam, dan meringankan rasa sakit.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, natrium diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi sekitar 1,3-1,4 L/kg. Ikatan protein plasma lebih dari 99%, terutama untuk albumin.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme efek lintas pertama di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (sekitar 60%) dan empedu (sekitar 35%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 1-2 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada usia kehamilan 30 minggu ke bawah:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Gratheos tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada usia kehamilan 30 minggu ke atas:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Digoxin, lithium, metotreksat, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama obat-obatan di atas dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan.
  • Kolestipol dan colestiramine.
    Natrium diklofenak dapat menurunkan efektivitas obat di atas.
  • Obat untuk melancarkan pengeluaran urine (diuretik), ciclosporin, dan tacrolimus.
    Penggunaan bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan gangguan ginjal.
  • Glikosida jantung.
    Penggunaan bersama glikosida jantung dapat meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
  • Azithromycin.
    Penggunaan bersama azithromycin dapat meningkatkan risiko keracunan pada darah.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami:

  • Penglihatan kabur.
  • Depresi.
  • Kebingungan.
  • Gatal-gatal.
  • Kesulitan bernapas.
  • Hilang kesadaran.
  • Nyeri pada dada dan perut bagian atas.
  • Bengkak pada kelopak mata.
  • Kejang.
  • Kantuk.
  • Detak jantung lambat atau cepat.
  • Kesulitan tidur.

Indikasi (manfaat) Obat

Kegunaan obat Gratheos, antara lain:

  • Mengatasi rasa sakit ringan hingga sedang pada rheumatoid arthritis dan osteoarthritis.
  • Mengurangi nyeri haid atau dismenore.
  • Mengurangi nyeri setelah operasi.

Natrium diklofenak merupakan obat yang bekerja dengan cara mengurangi produksi zat dalam tubuh bernama prostaglandin. Zat inilah yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan mengurangi produksi zat tersebut, natrium diklofenak dapat membantu meredakan nyeri dan mengurangi peradangan.

Komposisi Obat

Natrium diklofenak 50 mg.

Dosis Obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

Dewasa

  • Dosis awal: 75-150 mg/hari dalam 2-3 dosis.
  • Nyeri pada perut: 50 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Nyeri setelah operasi: 75 mg sebanyak 1 kali/hari, durasi pemakaian selama 2 hari.

Anak-anak

  • Usia 1-12 tahun: 1-3 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Harus dikonsumsi segera sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sembelit.
    Konsumsilah lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran segar, dan sereal, serta minumlah banyak air. Lakukan olahraga dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika cara ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Istirahatlah dan minum banyak air. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Jika sakit kepala berlangsung selama lebih dari seminggu atau bertambah buruk, segera hubungi dokter.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar.
  • Pusing.
  • Perut kembung.
  • Kulit gatal.
  • Bersendawa.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kulit pucat.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu 20-25°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat penyakit perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Anak-anak.
  • Kehamilan trimester pertama dan kedua.
  • Wanita menyusui.
  • Pasien dengan penyakit mata.
  • Pasien dengan kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan.
  • Pasien dengan infeksi pada saluran pernapasan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien hipersensitif terhadap zat aktif natrium diklofenak.
  • Pasien hipersensitif terhadap golongan obat NSAID lainnya.
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati berat.
  • Pasien dengan riwayat penyakit asma.
  • Pasien dengan kondisi penyakit gangguan pencernaan.
  • Kehamilan trimester ketiga.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Gratheos Tablet 50 mg (5 Strip @ 10 Tablet)

Jual dan Beli Gratheos Tablet 50 mg (5 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Gratheos tablet adalah obat yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang, terutama pada peradangan sendi, seperti osteoartritis atau rheumatoid arthritis. Gratheos tablet mengandung zat aktif natrium diklofenak.

Kandungan zat aktif dalam obat ini mampu mengurangi zat dalam tubuh yang menyebabkan nyeri dan peradangan. Selain nyeri pada peradangan sendi, obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi nyeri atau kram perut pada saat menstruasi.

Obat Gratheos termasuk dalam golongan obat keras. Itu sebabnya, untuk mendapatkan obat ini harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Natrium diklofenak merupakan golongan obat nonsteroid antiinflamasi (NSAID) yang bekerja dengan mengurangi peradangan, menurunkan demam, dan meringankan rasa sakit.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, natrium diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi sekitar 1,3-1,4 L/kg. Ikatan protein plasma lebih dari 99%, terutama untuk albumin.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme efek lintas pertama di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (sekitar 60%) dan empedu (sekitar 35%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 1-2 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada usia kehamilan 30 minggu ke bawah:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Gratheos tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada usia kehamilan 30 minggu ke atas:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Digoxin, lithium, metotreksat, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama obat-obatan di atas dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan.
  • Kolestipol dan colestiramine.
    Natrium diklofenak dapat menurunkan efektivitas obat di atas.
  • Obat untuk melancarkan pengeluaran urine (diuretik), ciclosporin, dan tacrolimus.
    Penggunaan bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan gangguan ginjal.
  • Glikosida jantung.
    Penggunaan bersama glikosida jantung dapat meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
  • Azithromycin.
    Penggunaan bersama azithromycin dapat meningkatkan risiko keracunan pada darah.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami:

  • Penglihatan kabur.
  • Depresi.
  • Kebingungan.
  • Gatal-gatal.
  • Kesulitan bernapas.
  • Hilang kesadaran.
  • Nyeri pada dada dan perut bagian atas.
  • Bengkak pada kelopak mata.
  • Kejang.
  • Kantuk.
  • Detak jantung lambat atau cepat.
  • Kesulitan tidur.


Merek: Gratheos
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Graha Farma
Manufacture: Graha Farma
Kemasan obat: 1 box isi 5 strip @ 10 tablet (50 mg)

Indikasi/Manfaat Gratheos Tablet 50 mg (5 Strip @ 10 Tablet)

Kegunaan obat Gratheos, antara lain:

  • Mengatasi rasa sakit ringan hingga sedang pada rheumatoid arthritis dan osteoarthritis.
  • Mengurangi nyeri haid atau dismenore.
  • Mengurangi nyeri setelah operasi.

Natrium diklofenak merupakan obat yang bekerja dengan cara mengurangi produksi zat dalam tubuh bernama prostaglandin. Zat inilah yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan mengurangi produksi zat tersebut, natrium diklofenak dapat membantu meredakan nyeri dan mengurangi peradangan.


Dosis Gratheos Tablet 50 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

Dewasa

  • Dosis awal: 75-150 mg/hari dalam 2-3 dosis.
  • Nyeri pada perut: 50 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Nyeri setelah operasi: 75 mg sebanyak 1 kali/hari, durasi pemakaian selama 2 hari.

Anak-anak

  • Usia 1-12 tahun: 1-3 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi.

Cara Penggunaan Gratheos Tablet 50 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


Harus dikonsumsi segera sesudah makan.

Cara Menyimpan Gratheos Tablet 50 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


Simpan pada suhu 20-25°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Gratheos Tablet 50 mg (5 Strip @ 10 Tablet) Jika:


  • Pasien hipersensitif terhadap zat aktif natrium diklofenak.
  • Pasien hipersensitif terhadap golongan obat NSAID lainnya.
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati berat.
  • Pasien dengan riwayat penyakit asma.
  • Pasien dengan kondisi penyakit gangguan pencernaan.
  • Kehamilan trimester ketiga.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Gratheos Tablet 50 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


  • Pasien dengan riwayat penyakit perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Anak-anak.
  • Kehamilan trimester pertama dan kedua.
  • Wanita menyusui.
  • Pasien dengan penyakit mata.
  • Pasien dengan kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan.
  • Pasien dengan infeksi pada saluran pernapasan.

Efek Samping Obat Gratheos Tablet 50 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


  • Sembelit.
    Konsumsilah lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran segar, dan sereal, serta minumlah banyak air. Lakukan olahraga dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika cara ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Istirahatlah dan minum banyak air. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Jika sakit kepala berlangsung selama lebih dari seminggu atau bertambah buruk, segera hubungi dokter.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar.
  • Pusing.
  • Perut kembung.
  • Kulit gatal.
  • Bersendawa.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kulit pucat.