Gralixa Tablet 40 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 5.775

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Gralixa Tablet 40 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk membantu mengatasi pembengkakan karena gangguan jantung, hati, atau ginjal membantu menurunkan tekanan darah tinggi (hipertens)
Gralixa Tablet 40 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Furosemide
Kelas Terapi
-
Klasifikasi Obat
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (40 mg)
Produsen
Graha Farma

Informasi Zat Aktif

Furosemide termasuk dalam obat golongan loop diuretik atau diuretik kuat yang dapat membantu tubuh membuang kelebihan air dan garam dalam tubuh. Obat ini bekerja pada ginjal untuk meningkatkan aliran urine.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, furosemide diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Cukup cepat diserap dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 60-70%.
  • Distribusi: Melintasi plasenta; memasuki ASI. Ikatan protein plasma hingga 99%, terutama albumin.
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme di hati
  • Ekskresi: Terutama melalui urine sebagai obat yang tidak berubah. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 2 jam.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Membantu mengatasi pembengkakan karena gangguan jantung, hati, atau ginjal
  • Membantu menurunkan tekanan darah tinggi (hipertens)

Komposisi Obat

Furosemide 40 mg.

Dosis Obat

Pembengkakan karena penumpukan cairan (edema)

  • Dewasa:
    • Dosis Awal: 40/hari, dosis dpat diturunkan menjadi 20 mg/hari. Dalam beberapa kasus, mungkin diperlukan 80 mg atau lebih per hari dalam dosis terbagi
  • Lansia:
    • Dosis awal: 20 mg/hari, dan dapat ditingkatkan jika diperlukan.

Hipertensi:

  • Dewasa: 40-80 mg/hari sebagai terapi tunggal atau dikombinasikan dengan antihipertensi lain

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Dapat diberikan bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada pencernaan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan minumlah banyak air. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Segera hubungi dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah buruk.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat.
    Efek samping ini biasanya berlangsung sekitar 6 jam setelah mengonsumsi obat ini dan merupakan efek yang wajar. Jika merasa tidak nyaman, maka ubah waktu penggunaan obat ini yang paling sesuai untuk Anda, asalkan tidak lebih dari jam 4 sore. Jika frekuensi masih meningkat, segera hubungi dokter atau apoteker Anda.
  • Pusing.
    Cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan mesin saat Anda merasa pusing atau gemetar.
  • Kram atau kelemahan otot.
    Jika Anda merasakan nyeri otot yang tidak biasa atau kelemahan yang bukan karena olahraga atau kerja keras, bicarakan dengan dokter Anda. Anda mungkin perlu tes darah untuk memeriksa penyebabnya.
  • Mulut kering.
    Kunyahlah permen karet atau isap permen bebas gula.
  • Merasa haus.
    Hal ini dapat mencegah terjadinya dehidrasi.
  • Mual dan muntah.
    Konsumsi obat ini sesudah makan. Minumlah banyak air untuk mencegah dehidrasi. Hindari mengonsumsi makanan pedas. Efek samping ini biasanya akan hilang setelah beberapa hari. Segera hubungi dokter untuk merekomendasikan obat antimual dan muntah jika efek ini terjadi dalam waktu yang cukup lama.
  • Diare.
  • Mati rasa atau kesemutan.
  • Penglihatan kabur.
  • Sembelit.
  • Kehilangan nafsu makan.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungi hati atau ginjal.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien yang memiliki kadar natrium rendah dalam darah (hiponatremia).
  • Pasien dengan gangguan pendengaran.
  • Lakukan pemantauan cairan dan elektrolit.
  • Pasien penderita kerusakan pada organ hati seperti sirosis hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Anak-anak.
  • Pasien penderita gangguan saluran kemih.
  • Pasien yang mengalami pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat).

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Gralixa tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami kekurangan elektrolit.
  • Pasien dengan kadar kalium rendah dalam darah (hipokalemia).
  • Pasien yang mengonsumsi obat lithium.
  • Pasien penderita gagal ginjal akut atau dengan gangguan mengeluarkan urine.
  • Awal kehamilan.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap furosemide dan sulfonamida.
  • Pasien yang mengalami peningkatan asam urat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Penghambat monoamin oksidase (MAOI).
    Menggunakan obat ini bersama MAOI dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah normal (hipotensi).
  • Glikosida jantung dan antihistamine.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung.
  • Lithium.
    Furosemide dapat menurunkan serum lithium, sehingga efektivitas lithium dalam mengatasi gangguan suasana hati akan menurun.
  • ACE inhibitor atau reseptor angiotensin II.
    Penggunaan furosemide dengan obat di atas dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah normal (hipotensi).
  • Diuretik hemat kalium.
    Penggunaan dengan furosemide dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah hingga di atas normal (hiperkalemia).
  • Carbamazepine.
    Carbamazepine dapat mengurangi efek pengeluaran natrium dalam urine.
  • Cephalosporine seperti sefalotin dan NSAID.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan gangguan atau kerusakan pada ginjal.
  • Antidiabetik.
    Furosemide dapat melawan efek penurunan kadar gula darah (hipoglikemik) dari obat antidiabetik.
  • Indometasin.
    Indometasin dapat mengurangi efektivitas furosemide dalam menurunkan tekanan darah.
  • Salisilat.
    Salisilat dapat mengurangi efek diuretik furosemide.
  • Aminoglikosida, asam etakrinik, dan obat ototoksik lainnya.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan gangguan fungsi pendengaran atau ototoksisitas.
  • Aliskiren.
    Aliskiren dapat mengurangi kadar serum furosemide, sehingga efektivitas furosemide dalam mengatasi bengkak akan menurun.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Gralixa Tablet 40 mg (1 Strip @ 10 Tablet)