SehatQ
SehatQ Profile
Grafamic kaplet adalah obat untuk meringankan rasa nyeri ringan hingga sedang.

Grafamic Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 3.713

Jumlah Produk
1

Tersedia 42 Penjual

Apotek Sehat Krendang
Rp 6.000
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
Apotek Madinah Farma
Rp 3.900
Apotek Madinah Farma
Kota Jakarta Barat5.96 km
Apotek Asri
Rp 2.521
Apotek Asri
Kota Jakarta Timur6.21 km
Apotek Nico Sehat
Rp 5.141
Apotek Nico Sehat
Kota Jakarta Timur7.16 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Grafamic kaplet adalah obat untuk meringankan rasa nyeri ringan hingga sedang seperti sakit gigi, sakit kepala, dan nyeri sendi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Grafamic kaplet mengandung zat aktif asam mefenamat.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Indikasi (manfaat)

Asam mefenamat bekerja dengan mengurangi hormon yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit pada tubuh (prostaglandin) sehingga mampu meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti:

  • Sakit gigi.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri setelah operasi.
  • Nyeri sendi.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri haid (dismenore).
  • Peradangan sendi (osteoarthritis).
  • Pendarahan menstruasi dengan jumlah yang berlebih dan dalam waktu yang lebih lama (menorrhagia).
  • Nyeri dan peradangan akibat gangguan fungsi pada otot, saraf, sendi, tendon, tulang belakang, dan ligamen (gangguan muskuloskeletal).
  • Peradangan sendi yang disebabkan sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).

Komposisi

Asam mefenamat 500 mg.

Dosis

Dewasa dan anak-anak 14 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 500 mg.
  • Dosis lanjutan: 250 mg/6 jam.
    Obat dapat dikonsumsi maksimal selama 7 hari.

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).
  • Gangguan kesulitan mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Anemia.
  • Kelebihan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Terjadinya peningkatan jumah eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Penurunan jumlah sel darah putih dalam tubuh (leukopenia).
  • Penurunan jumlah trombosit dalam tubuh (trombositopenia).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Sesak napas.
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Diare.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri pada perut.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Dada terasa nyeri atau panas akibat naiknya asam lambung ke kerogkongan (heartburn).
  • Peradangan pada dinding lambung (gastritis).
  • Hepatitis.
  • Perubahan pada warna kulit atau sklera mata yang menjadi kekuningan (jaundice).
  • Peningkatan enzim hati.
  • Asma.
  • Gatal pada kulit.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Biduran (urtikaria).
  • Kemerahan pada kulit.
  • Reaksi alergi pada kulit yang ditandai dengan timbulnya ruam akibat infeksi (eritema multiformis).
  • Peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien dengan kondisi di mana kadar lipid atau lemak dalam darah meningkat tinggi (hiperlipidemia).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien yang mengalami penurunan jumlah darah dan cairan dalma tubuh secara drastis (hipovolemia).
  • Pasien penderita gagal ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Risiko pada sistem pembuluh darah.
  • Penggunaan obat anti inflamasi non steroid seperti meloxicam dapat meningkatkan risiko kejadian penyumbatan pembuluh darah jantung, serangan jantung (infark miokard), maupun stroke yang dapat berakibat fatal.
  • Gangguan jantung.
  • Risiko gangguan jantung dapat meningkat seiring dengan lama penggunaan obat. Pasien dengan riwayat gangguan jantung memiliki risiko kekambuhan yang lebih besar.
  • Nyeri paska operasi.
  • Penggunaan obat ini dikontraindikasikan untuk pasien yang mengalami nyeri paska operasi arteri koroner (coronary artery bypass graft)
  • Efek toksik pada hati.
  • Dapat meningkatkan kadar SGOT atau SGPT pada hati.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan riwayat mengalami pendarahan pada saluran pencernaan akibat penggunaan obat aintiinflamasi non-steroid (NSAID).
  • Pasien yang mengalami pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma), peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi (rhinitis alergi), biduran (urtikaria) atau obat non steroid karena dapat menyebabkan terjadinya sensititvitas silang (cross sensitivity) akibat penggunaan antiinflamasi non-steroid (NSAID).
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus 12 jari (ulkus duodenum).
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal yang berat.
  • Wanita hamil pada trimester terakhir.
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (gastritis).
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Grafamic Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 6.000

Jual dan Beli Grafamic Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Grafamic kaplet adalah obat untuk meringankan rasa nyeri ringan hingga sedang seperti sakit gigi, sakit kepala, dan nyeri sendi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Grafamic kaplet mengandung zat aktif asam mefenamat.

Indikasi obat:

Mengatasi nyeri seperti:

  • Sakit gigi.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri setelah operasi.
  • Nyeri sendi.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri haid (dismenore).
  • Peradangan sendi (osteoarthritis).
  • Pendarahan menstruasi dengan jumlah yang berlebih dan dalam waktu yang lebih lama (menorrhagia).
  • Nyeri dan peradangan akibat gangguan fungsi pada otot, saraf, sendi, tendon, tulang belakang, dan ligamen (gangguan muskuloskeletal).
  • Peradangan sendi yang disebabkan sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).

Asam mefenamat bekerja dengan mengurangi hormon yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit pada tubuh (prostaglandin) sehingga mampu meredakan nyeri ringan hingga sedang.

Komposisi obat: Asam mefenamat 500 mg.

Dosis obat:

Dewasa dan anak-anak 14 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 500 mg.
  • Dosis lanjutan: 250 mg/6 jam.
    Obat dapat dikonsumsi maksimal selama 7 hari.

Aturan pakai obat: Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat:

  • Gangguan pencernaan, mulas, kembung, dan sakit perut.
    Konsumsi obat ini setelah makan. Jika ketidaknyamanan masih berlanjut, Segera hubungi dokter Anda.
  • Mual atau muntah.
    Tetaplah konsumsi makanan sederhana. Minum banyak cairan untuk mengganti cairan yang hilang.
  • Diare dan ruam kulit.
    Berhenti mengonsumsi asam mefenamat dan beri tahu dokter Anda tentang hal ini sesegera mungkin.
  • Sariawan.
    Jika merepotkan, segera hubungi dokter Anda.
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).
  • Gangguan kesulitan mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Anemia.
  • Kelebihan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Terjadinya peningkatan jumah eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Penurunan jumlah sel darah putih dalam tubuh (leukopenia).
  • Penurunan jumlah trombosit dalam tubuh (trombositopenia).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Sesak napas.
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Nyeri pada perut.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Dada terasa nyeri atau panas akibat naiknya asam lambung ke kerogkongan (heartburn).
  • Peradangan pada dinding lambung (gastritis).
  • Hepatitis.
  • Perubahan pada warna kulit atau sklera mata yang menjadi kekuningan (jaundice).
  • Peningkatan enzim hati.
  • Asma.
  • Gatal pada kulit.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Biduran (urtikaria).
  • Kemerahan pada kulit.
  • Reaksi alergi pada kulit yang ditandai dengan timbulnya ruam akibat infeksi (eritema multiformis).
  • Peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan riwayat mengalami pendarahan pada saluran pencernaan akibat penggunaan obat aintiinflamasi non-steroid (NSAID).
  • Pasien yang mengalami pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma), peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi (rhinitis alergi), biduran (urtikaria) atau obat non steroid karena dapat menyebabkan terjadinya sensititvitas silang (cross sensitivity) akibat penggunaan antiinflamasi non-steroid (NSAID).
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus 12 jari (ulkus duodenum).
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal yang berat.
  • Wanita hamil pada trimester terakhir.
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (gastritis).

Perhatian khusus:

  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien dengan kondisi di mana kadar lipid atau lemak dalam darah meningkat tinggi (hiperlipidemia).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien yang mengalami penurunan jumlah darah dan cairan dalma tubuh secara drastis (hipovolemia).
  • Pasien penderita gagal ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Risiko pada sistem pembuluh darah.
  • Penggunaan obat anti inflamasi non steroid seperti meloxicam dapat meningkatkan risiko kejadian penyumbatan pembuluh darah jantung, serangan jantung (infark miokard), maupun stroke yang dapat berakibat fatal.
  • Gangguan jantung.
  • Risiko gangguan jantung dapat meningkat seiring dengan lama penggunaan obat. Pasien dengan riwayat gangguan jantung memiliki risiko kekambuhan yang lebih besar.
  • Nyeri paska operasi.
  • Penggunaan obat ini dikontraindikasikan untuk pasien yang mengalami nyeri paska operasi arteri koroner (coronary artery bypass graft)
  • Dapaat menyebabkan kerusakan pada organ hati.
  • Dapat meningkatkan kadar serum yang terdapat dalam organ hati seperti SGOT atau SGPT pada hati yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada organ hati.

Interaksi obat:

  • Furosemid dan hidroklortiazid.
    Penggunaan bersama asam mefenamat dapat menurunkan efek pengeluaran air seni pada obat diuretik furosemid dan hidroklortiazid.
  • Siklosporin dan takrolimus.
    Siklosporin dan takrolimus dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan fungsi pada ginjal (nefrotoksisitas).
  • Lithium.
    Meningkatan kadar lithium dalam plasma dan penurunan ekskresi lithium pada ginjal sehingga dapat menyebabkan terjadinya efek smaping pada lithium seperti mual dan muntah.
  • Digoksin dan metotreksat.
    Asam mefenamat dapat meningkatkan serum digoksin dan metotreksat, sehingga terjadi peningkatkan risiko terjadinya keracunan.
  • ACE inhibitor, antagonis angiotensin II, dan beta blocker.
    Asam mefenamat dapat mengurangi efek penurunan tekanan darah pada obat tekanan darah tinggi (antihipertensi).
  • Obat antiinflamasi nonsteroid lain atau salisilat seperti aspirin, obat penghambat proses pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin.
    Obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

Kandungan utama: Asam mefenamat.

Kelas terapi: Antinyeri (analgesik).

Klasifikasi obat:Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).

Kategori kehamilan:

Pada trimester pertama dan kedua: Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan grafamic kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga: Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Informasi zat aktif:

Asam mefenamat merupakan turunan asam antranilik termasuk dalam golongan NSAID. Obat ini mampu menghambat enzim yang dapat memproduksi senyawa penyebab peradangan atau enzim siklooksigenase-1 dan -2 (COX-1 dan -2), sehingga menghasilkan tingkat pembentukan senyawa penyebab peradangan atau sintesis prostaglandin yang berkurang. Obat ini menunjukkan sifat antinyeri (analgesik), antiperadangan (antiinflamasi), dan penurun demam (antipiretik).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam mefenamat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat di saluran pencernaan.
  • Distribusi: Melewati ASI.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Ruam pada kulit.
  • Sesak napas.
  • Pembengkakan atau penambahan berat badan yang cepat.
  • Tanda-tanda perdarahan perut seperti terdapat darah pada feses, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Terjadi masalah hati seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, dan penyakit kuning (kulit atau mata menguning).
  • Terjadi masalah ginjal yang ditandai dengan buang air kecil sedikit atau tidak sama sekali buang air kecil, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, merasa lelah atau sesak napas
  • Sel darah merah rendah (anemia) disertai kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas, detak jantung cepat, dan kesulitan berkonsentrasi.
  • Reaksi kulit yang parah seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah Anda, rasa terbakar di mata Anda, nyeri kulit diikuti oleh ruam kulit merah atau ungu yang menyebar (terutama di wajah atau tubuh bagian atas), dan menyebabkan lepuh dan pengelupasan.

Merek: Grafamic
Bentuk sediaan: Kaplet
Principal/Distributor obat: Graha Farma
Manufacture: Graha Farma
Kemasan obat: 1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (500 mg).

Indikasi/Manfaat Grafamic Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Dosis Grafamic Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)



Cara Penggunaan Grafamic Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)



Cara Menyimpan Grafamic Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Grafamic Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet) Jika:



Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Grafamic Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)



Efek Samping Obat Grafamic Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)