Glucovance tablet adalah obat untuk terapi tambahan pada pasien diabetes melitus tipe 2

Glucovance Tablet 500 mg/5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 6.000

Jumlah Produk
1

Tersedia 45 Penjual

Apotek Pro Hemat
Rp 6.000
Apotek Pro Hemat
Kota Tangerang22.17 km
Apotek Golden Sehat
Rp 37.962
Apotek Golden Sehat
Kota Bekasi21.74 km
Apotek Bahagia Bekasi
Rp 50.800
Apotek Bahagia Bekasi
Kota Bekasi20.49 km
Apotek Lucky Star
Rp 52.500
Apotek Lucky Star
Kota Jakarta Utara7.54 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Glucovance tablet adalah obat untuk terapi tambahan pada pasien diabetes melitus tipe 2 agar kadar gula darah tetap terkontrol. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Glucovance tablet mengandung zat aktif metformin hydrochloride dan glibenclamide.

Kombinasi metformin dan glibenclamide bekerja secara sinergis dalam meningkatkan produksi insulin pada pasien diabetes melitus tipe 2. Pada penderita diabetes tipe 2, tingginya kadar gula darah disebabkan kurangnya produksi atau penyerapan insulin. Hal ini menyebabkan insulin tidak dapat bekerja optimal dalam menyerap glukosa, sehingga meningkatkan kadar gula darah.

Informasi zat aktif :

Metformin merupakan obat yang dapat menunda penyerapan glukosa pada usus dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, metformin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara perlahan dan tidak lengkap dari saluran pencernaan. Makanan mengurangi kadar dan sedikit memperlambat penyerapan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 50-60% pada waktu puasa dan dapat berkurang jika dikonsumsi bersama makanan.
  • Distribusi: Didistribusikan dan berkonsentrasi di hati, ginjal, dan saluran pencernaan. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Tidak dimetabolisme.
  • Ekskresi: Melalui urine (90% dalam bentuk obat yang tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 6,2 jam di dalam plasma dan sekitar 17,6 jam dalam darah.

Glibenclamide bermanfaat dalam menurunkan konsentrasi glukosa darah dengan merangsang produksi insulin dari sel beta pankreas. Obat ini juga dapat mengurangi pengeluaran glukosa dari hati dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, glibenclamide diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 2-4 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta. Pengikatan protein plasma: 99%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Hampir sepenuhnya dimetabolisme di hati menjadi metabolit yang sangat aktif.
  • Ekskresi: Melalui urine (50%) dan feses (50%), sebagai metabolit. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 10 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Interaksi obat :

  • Warfarin.
    Penggunaan bersama warfarin dapat mempengaruhi proses pembekuan darah.
  • Methotrexare.
    Penggunaan bersama methotrexate dapat meningkatkan kadar methotrexate dalam tubuh.
  • Aspirin.
    Penggunaan bersama aspirin dapat meningkatkan risiko penurunan kadar gula darah di bawah normal (hipoglikemia), yang ditandai dengan sakit kepala, pusing, mengantuk, termor, mual, rasa lapar, dan detak jantung yang cepat.
  • Dofetilide.
    Penggunaan bersama dofetilide dapat meningkatkan risiko asidosis laktat dan detak jantung tidak teratur.
  • Fluconazole dan ketoconazole.
    Penggunaan bersama obat antijamur, seperti fluconazole dan ketoconazole dapat meningkatkan kadar glibenclamide dalam tubuh, sehingga mempengaruhi kadar gula darah.
  • Furosemide.
    Penggunaan bersama furosemide dapat meningkatkan atau menurunkan kadar gula darah pada pasien kencing manis (diabetes).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda memiliki:

  • Masalah jantung yang ditandai bengkak, berat badan bertambah dengan cepat, dan sesak napas.
  • Penurunan kadar gula darah di bawah nilai normal (hipoglikemia) parah yang ditandai kelemahan ekstrim, penglihatan kabur, berkeringat, kesulitan berbicara, tremor, sakit perut, kebingungan, serta kejang atau tingginya kadar asam laktat dalam tubuh (asidosis laktat).
  • Merasa kedinginan atau merasa sangat lemah atau lelah.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Nyeri otot yang tidak biasa.
  • Kesulitan bernapas.
  • Sakit perut.
  • Muntah.
  • Pusing.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Terapi tambahan pada pasien penderita diabetes melitus tipe 2 yang melakukan diet dan olahraga untuk menurunkan kadar gula darah.

Metformin membantu tubuh memanfaatkan insulin lebih baik agar jumlah gula darah menurun. Glibenclamid merupakan obat antidiabetes yang paling umum digunakan. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan jumlah insulin yang diproduksi pankreas untuk menurunkan kadar gula dalam darah.

Komposisi Obat

  • Metformin hydrochloride 500 mg.
  • Glibenclamide 5 mg.

Dosis Obat

1 tablet sebanyak 2 kali/hari, dosis maksimal glibenclamide 20 mg dan metformin 2 g.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Pusing.
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Bergeraklah dengan hati-hati. Beristirahatlah yang banyak. Minumlah banyak cairan terutama air, serta hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Gula darah rendah di bawah normal (hipoglikemia).
  • Berat badan bertambah.
  • Infeksi saluran napas atas.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30ºC.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita masalah hormon pada kelenjar tiroid, kelenjar hipofisis, atau kelenjar adrenal.
  • Pasien penderita masalah jantung atau pembuluh darah termasuk gagal jantung.
  • Pasien penderita masalah ginjal.
  • Pasien penderita masalah hati.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita penyakit hati parah.
  • Pasien penderita gagal ginjal atau penyakit ginjal parah.
  • Pasien dengan kondisi kesulitan bernapas parah.
  • Pasien dengan ketergantungan alkohol.
  • Pasien diabetes mellitus tipe I, atau dikenal sebagai diabetes ketergantungan insulin.
  • Pasien penderita diabetes tipe II yang sudah terkontrol cengan baik oleh makanan saja.
  • Pasien penderita komplikasi diabetes akibat tingginya kadar keton dalam darah (ketoasidosis diabetikum).
  • Pasien penderita kehilangan carian tubuh (dehidrasi), misalnya karena diare terus-menerus serta muntah berulang, kehilangan darah parah, atau syok.
  • Pasien penderita infeksi parah atau kondisi jaringan tubuh yang mati akibat tersumbatnya aliran darah (gangren).
  • Pasien penderita masalah jantung atau pembuluh darah tertentu, termasuk serangan jantung atau gagal jantung.
  • Pasien penderita kesulitan menyerap (sindrom malabsorpsi) glukosa dan jenis gula galaktosa atau kekurangan (defisiensi) enzim laktase.
  • Pasien penderita penggumpalan darah di paru-paru, gejalanya meliputi batuk, sesak napas, nyeri dada, dan detak jantung cepat.
  • Pasien penderita peradangan pankreas (pankreatitis), gejalanya meliputi sakit perut bagian atas yang parah, seringkali disertai mual dan muntah.
  • Pasien penderita gangguan darah langka akibat heme tidak terbentuk sempurna (porfiria).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Glucovance Tablet 500 mg/5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 6.000