Glucovance tablet adalah obat untuk mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2

Glucovance Tablet 500 mg/2,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 36.750

Jumlah Produk
1

Tersedia 51 Penjual

Apotek Lucky Star
Rp 36.750
Apotek Lucky Star
Kota Jakarta Utara7.54 km
Apotek Mega Surya
Rp 45.037
Apotek Mega Surya
Kota Surabaya661.52 km
Apotek Melati Mas
Rp 45.379
Apotek Melati Mas
Kota Tangerang Selatan21.66 km
Apotek Subur Jaya
Rp 46.840
Apotek Subur Jaya
Jakarta Utara8.91 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Glucovance tablet adalah obat untuk menurunkan gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Diabetes melitus adalah kondisi tingginya kadar gula darah melebihi batas normal.

Pada pasien diabetes melitus tipe 2, tubuh penderita menjadi kurang sensitif terhadap hormon insulin, walaupun produksi dan kadarnya normal. Insulin sendiri adalah hormon yang dihasilkan pankreas untuk membantu mengubah gula dari darah menjadi energi.

Glucovance tablet mengandung zat aktif metformin hydrochloride dan glibenclamide. Dua zat aktif ini merupakan obat antidiabetes yang paling sering digunakan untuk mengendalikan kadar gula darah. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Metformin dapat menunda penyerapan glukosa pada usus dan meningkatkan sensitivitas insulin. Caranya adalah dengan meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan glukosa.


Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, metformin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara perlahan dan tidak lengkap dari saluran pencernaan. Makanan mengurangi kadar dan sedikit memperlambat penyerapan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 50-60% pada waktu puasa dan dapat berkurang jika dikonsumsi bersama makanan.
  • Distribusi: Didistribusikan dan berkonsentrasi di hati, ginjal, dan saluran pencernaan. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Tidak dimetabolisme.
  • Ekskresi: Melalui urine (90% dalam bentuk obat yang tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 6,2 jam di dalam plasma dan sekitar 17,6 jam dalam darah.

Glibenclamide dapat menurunkan konsentrasi glukosa darah dengan merangsang sekresi insulin dari sel beta pankreas. Obat ini juga dapat mengurangi pengeluaran glukosa dari hati dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, glibenclamide diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 2-4 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta. Pengikatan protein plasma: 99%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Hampir sepenuhnya dimetabolisme di hati menjadi metabolit yang sangat aktif.
  • Ekskresi: Melalui urine (50%) dan feses (50%), sebagai metabolit. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 10 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Interaksi obat :

  • Aspirin.
    Penggunaan bersama aspirin dapat meningkatkan risiko penurunan kadar gula darah di bawah normal (hipoglikemia) yang ditandai dengan sakit kepala, pusing, mengantuk, tremor, mual, rasa lapar, dan detak jantung cepat.
  • Dofetilide.
    Penggunaan bersama dofetilide dapat meningkatkan risiko asidosis laktat dan detak jantung tidak teratur.
  • Warfarin.
    Penggunaan bersama warfarin dapat mempengaruhi proses pembekuan darah.
  • Methotrexare.
    Penggunaan bersama methotrexate dapat meningkatkan kadar methotrexate dalam tubuh.
  • Fluconazole dan ketoconazole.
    Penggunaan bersama obat antijamur, seperti fluconazole dan ketoconazole dapat meningkatkan kadar glibenclamide dalam tubuh, sehingga mempengaruhi kadar gula darah.
  • Furosemide.
    Penggunaan bersama furosemide dapat meningkatkan atau menurunkan kadar gula darah pada pasien kencing manis (diabetes).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter segera jika Anda mengalami:

  • Masalah jantung yang ditandai bengkak, berat badan bertambah cepat, dan sesak napas.
  • Penurunan kadar gula darah (hipoglikemia) parah yang ditandai kelemahan ekstrim, penglihatan kabur, berkeringat, kesulitan berbicara, tremor, sakit perut, kebingungan, serta kejang atau tingginya kadar asam laktat dalam tubuh (asidosis laktat).
  • Nyeri otot yang tidak biasa.
  • Kesulitan bernapas.
  • Sakit perut.
  • Muntah.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Pusing.
  • Merasa kedinginan atau merasa sangat lemah atau lelah.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Terapi tambahan pada pasien penderita diabetes melitus tipe 2 yang melakukan diet dan olahraga untuk menurunkan kadar gula darah.
  • Metformin menurunkan glukosa darah dengan membantu tubuh memanfaatkan insulin lebih baik. Glibenclamid termasuk dalam kelompok obat yang disebut sulfonilurea, yaitu obat antidiabetik yang menurunkan gula (glukosa) darah dengan meningkatkan jumlah insulin yang diproduksi pankreas.

    Komposisi Obat

    • Metformin hydrochloride 500 mg.
    • Glibenclamide 2,5 mg.

    Dosis Obat

    1 tablet sebanyak 2 kali/hari, dosis maksimal glibenclamide 20 mg dan metformin 2 g.

    Aturan pakai obat

    Dikonsumsi bersama makanan.

    Perlu Resep

    Ya

    Efek Samping Obat

    • Mual.
      Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter, jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
    • Muntah.
      Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
    • Diare.
      Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
    • Sakit perut.
      Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
    • Sakit kepala.
      Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
    • Pusing.
      Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Bergeraklah dengan hati-hati. Beristirahatlah yang banyak. Minumlah banyak cairan terutama air, serta hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
    • Gula darah rendah di bawah normal (hipoglikemia).
    • Berat badan bertambah.
    • Infeksi saluran napas atas.

    Cara Penyimpanan Obat

    Simpan pada suhu di bawah 30ºC.

    Perhatian Khusus

    • Pasien penderita masalah ginjal.
    • Pasien penderita masalah hati.
    • Pasien penderita masalah hormon dengan kelenjar tiroid, kelenjar hipofisis, atau kelenjar adrenal.
    • Pasien penderita masalah jantung atau pembuluh darah termasuk gagal jantung.

    Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

    • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
    • Pasien diabetes mellitus tipe I, atau dikenal sebagai diabetes ketergantungan insulin.
    • Pasien penderita diabetes tipe II yang sudah terkontrol dengan baik oleh makanan saja.
    • Pasien penderita komplikasi diabetes akibat tingginya kadar keton dalam darah (ketoasidosis diabetikum).
    • Pasien penderita penyakit hati parah.
    • Pasien penderita gagal ginjal atau penyakit ginjal parah.
    • Pasien penderita kehilangan carian tubuh (dehidrasi), misalnya karena diare terus-menerus serta muntah berulang, kehilangan darah parah, atau syok.
    • Pasien penderita infeksi parah atau kondisi matinya jaringan tubuh akibat tersumbatnya aliran darah (gangren).
    • Pasien penderita masalah jantung atau pembuluh darah tertentu, termasuk serangan jantung atau gagal jantung.
    • Pasien dengan kondisi kesulitan bernapas parah.
    • Pasien penderita penggumpalan darah di paru-paru, gejalanya meliputi batuk, sesak napas, nyeri dada, dan detak jantung cepat.
    • Pasien penderita peradangan pankreas (pankreatitis), gejalanya meliputi sakit perut bagian atas yang parah, seringkali disertai mual dan muntah.
    • Pasien dengan ketergantungan alkohol.
    • Pasien penderita gangguan darah langka akibat heme tidak terbentuk sempurna (porfiria).
    • Pasien penderita kesulitan menyerap (sindrom malabsorpsi) glukosa dan jenis gula galaktosa atau kekurangan (defisiensi) enzim laktase.
    • Wanita hamil dan ibu menyusui.
    -
    SehatQ
    Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
    Nama Produk

    Glucovance Tablet 500 mg/2,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

    Total

    Rp 36.750