SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Stok Habis
Glauseta tablet adalah obat yang digunakan untuk pengobatan glaukoma sudut terbuka, glaukoma sekunder, dan sebelum operasi pada glaukoma sudut tertutup

Glauseta Tablet 250 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 58.800

Jumlah Produk
0

Tersedia 13 Penjual

Apotek Sehat Krendang
Rp 60.000
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
Apotek Benedetto
Rp 64.300
Apotek Benedetto
Kota Jakarta Barat4.79 km
Apotek Madinah Farma
Rp 63.400
Apotek Madinah Farma
Kota Jakarta Barat5.96 km
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Rp 58.800
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Kota Jakarta Barat6.45 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Glauseta tablet adalah obat untuk mengatasi peningkatan tekanan bola mata yang dapat merusak mata (glaukoma sudut terbuka) dan peningkatan tekanan bola mata karena obat-obatan atau kondisi kesehatan lain (glaukoma sekunder). Obat ini juga digunakan sebelum operasi glaukoma sudut tertutup, yaitu peningkatan tekanan bola mata menjadi terlalu tinggi.
Glauseta tablet mengandung zat aktif acetazolamide. Acetazolamide biasa digunakan untuk mencegah dan mengurangi gejala penyakit ketinggian. Jadi, obat ini juga dapat digunakan untuk mengurangi sakit kepala, kelelahan, mual, pusing, dan sesak napas yang bisa terjadi saat Anda mendaki.
Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Indikasi (manfaat)

  • Mengatasi glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sekunder.
  • Digunakan sebelum operasi glaukoma sudut tertutup.
  • Mengatasi kejang.
  • Mengobati gejala penyakit ketinggian yang terjadi saat mendaki.

Obat ini juga digunakan dengan obat lain untuk mengobati tekanan tinggi di dalam mata karena jenis glaukoma tertentu. Acetazolamide termasuk dalam golongan obat yang dikenal sebagai penghambat anhidrase karbonat, yaitu enzim yang bekerja dengan mengurangi produksi cairan di dalam mata. Zat ini juga digunakan untuk mengurangi penumpukan cairan tubuh (edema) yang disebabkan gagal jantung atau obat-obatan tertentu.

Komposisi

Asetazolamide 250 mg.

Dosis

  • Glaukoma sudut terbuka: 1-4 tablet/hari.
  • Glaukoma sekunder dan sebelum operasi: 250 mg/4 jam.
  • Anak-anak: 8-30 mg/kgBB/hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Pasalnya, minuman yang mengandung gula dapat membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Sakit kepala.
    Ketika merasa sakit kepala, beristirahatlah hingga merasa lebih baik. Jangan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan rasa kantuk. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Apabila terjadi tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter Anda.
  • Kesemutan.
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Perubahan pada daya pengecapan.
  • Mengantuk.
  • Kebingungan.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati ringan hingga sedang.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Penggunaan bersama aspirin dosis tinggi.
  • Pasien dengan riwayat baju ginjal.
  • Pasien yang berpotensi mengalami penyumbatan pada saluran kemih.
  • Pasien yang mengalami penyempitan pada saluran pernapasan (emfisema).
  • Pasien yang mengalami penyumbatan pada paru-paru.
  • Lakukan pemantauan kadar cairan dan tingkat elektrolit selama penggunaan asetazolamide.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap acetazomalide.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau hati.
  • Pasien dengan kadar natrium atau kalium rendah.
  • Gangguan hati dan ginjal berat.
  • Pasien yang mengalami kerusakan pada organ hati dan terbentuk jaringan parut (sirosis hati). 
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Glauseta Tablet 250 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 0

Jual dan Beli Glauseta Tablet 250 mg (1 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Glauseta tablet adalah obat untuk mengatasi glaukoma atau peningkatan tekanan bola mata yang dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap. Misalnya saja, glaukoma yang disebabkan peningkatan cairan mata (glaukoma sudut terbuka) dan obat-obatan atau kondisi kesehatan lain (glaukoma sekunder).

Glauseta tablet mengandung zat aktif acetazolamide. Selain untuk menurunkan tekanan di mata, acetazolamide juga digunakan untuk mengurangi keparahan dan durasi gejala, seperti sakit perut, sakit kepala, sesak napas, pusing, kantuk, dan kelelahan serta penyakit ketinggian (gunung).

Acetazolamide digunakan dengan obat lain untuk mengurangi edema atau retensi cairan berlebih dan membantu mengontrol kejang pada jenis epilepsi tertentu. Glauseta tablet merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Acetazolamide bekerja dengan memblokir aksi enzim yang disebut karbonat anhidrase. Memblokir enzim ini akan mengurangi jumlah cairan yang ada di bagian depan mata dan membantu menurunkan tekanan di dalam mata.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, acetazolamide diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusikan ke jaringan tubuh dengan konsentrasi tinggi di sel darah merah dan korteks ginjal. Melintasi sawar darah-otak. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Melalui urine sebanyak 70-100%.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Glauseta tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Lithium.
    Obat ini dapat menurunkan pengeluaran lithium dalam tubuh, sehingga dapat mengurangi efektivitas lithium dalam mengatasi gangguan mood.
  • Aspirin.
    Peningkatan risiko terjadinya gangguan pada sistem saraf pusat jika dikonsumsi dengan aspirin dosis tinggi.
  • Obat untuk mengatasi kejang (antikonvulsan), seperti phenytoin dan carbamazepine.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar obat tersebut, sehingga mengurangi efektivitas obat dalam mengatasi kejang.
  • Ciclosporin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar ciclosporin dalam tubuh, sehingga meningkatkan efek obat dalam menekan sistem imun.
  • Asam folat, obat untuk menurunkan kadar gula darah (diabetes), dan obat untuk menghambat pembekuan darah (antikoagulan).
    Penggunaan bersama obat di atas dapat memberikan efek berlawanan, sehingga dapat menyebabkan diabetes dan hipertensi.
  • Glikosida jantung dan obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi (antihiperrtensi).
    Penggunaan bersama obat di atas memerlukan penyesuaian dosis.
  • Pirimidone.
    Dapat menurunkan kadar primidone dalam darah, sehingga mengurangi efektivitas obat dalam mengatasi kejang.
  • Amphetamine dan quinidine.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan efek amfetamin dan quinidine, sehingga meningkatkan efek samping, seperti halusinasi.
  • Methenamine.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat mencegah kemampuan mengatasi infeksi saluran kemih dari methenamine.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang mengganggu, seperti:

  • Sakit perut.
  • Kehilangan nafsu makan.


Merek: Glauseta
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Sanbe Farma
Manufacture: Sanbe Farma
Kemasan obat: 1 strip @ 10 tablet (250 mg)

Indikasi/Manfaat Glauseta Tablet 250 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

  • Mengatasi glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sekunder.
  • Mengatasi kejang.
  • Mengobati gejala penyakit ketinggian yang terjadi saat mendaki.

Obat ini juga digunakan sebelum operasi glaukoma sudut tertutup, yaitu peningkatan tekanan bola mata menjadi terlalu tinggi.


Dosis Glauseta Tablet 250 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Glaukoma sudut terbuka: 1-4 tablet/hari.
  • Glaukoma sekunder dan sebelum operasi: 250 mg/4 jam.
  • Anak-anak: 8-30 mg/kgBB/hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.


Cara Penggunaan Glauseta Tablet 250 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Cara Menyimpan Glauseta Tablet 250 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Simpan di tempat kering dan sejuk, serta terhindar dari panas sinar matahari langsung.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Glauseta Tablet 250 mg (1 Strip @ 10 Tablet) Jika:


  • Pasien yang memiliki alergi terhadap acetazomalide.
  • Pasien yang mengalami kerusakan pada organ hati dan terbentuk jaringan parut (sirosis hati). 
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau hati.
  • Pasien dengan kadar natrium atau kalium rendah.


Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Glauseta Tablet 250 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Penggunaan bersama aspirin dosis tinggi.
  • Pasien dengan riwayat baju ginjal.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Lakukan pemantauan kadar cairan dan tingkat elektrolit selama penggunaan acetazolamide.
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati ringan hingga sedang.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang berpotensi mengalami penyumbatan pada saluran kemih.
  • Pasien yang mengalami penyempitan saluran pernapasan (emfisema).
  • Pasien yang mengalami penyumbatan pada paru-paru.


Efek Samping Obat Glauseta Tablet 250 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Sakit kepala.
    Ketika merasa sakit kepala, beristirahatlah hingga merasa lebih baik. Jangan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan rasa kantuk. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Apabila terjadi tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter Anda.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Pasalnya, minuman yang mengandung gula dapat membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Kesemutan.
  • Perubahan daya pengecapan.
  • Mengantuk.
  • Kebingungan.
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Kehilangan nafsu makan.