Furosemide Indofarma Tablet 40 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Furosemide Indofarma tablet adalah obat untuk mengurangi kelebihan cairan dalam tubuh atau edema. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Kandungan furosemide termasuk dalam obat golongan loop diuretik atau diuretik kuat yang dapat membantu tubuh dalam membuang kelebihan air dan garam dalam tubuh. dalam obat ini umumnya digunakan untuk mengurangi cairan berlebih yang disebabkan kondisi, seperti gagal jantung, penyakit hati, dan penyakit ginjal. Mengurangi kelebihan cairan di tubuh dapat mengurangi gejala sesak napas serta bengkak di lengan, kaki, dan perut.

Selain itu, obat furosemide juga digunakan sebagai terapi untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Menurunkan tekanan darah tinggi dapat membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal.

Informasi zat aktif :

Furosemide adalah obat golongan diuretik loop atau diuretik kuat. Obat ini juga dikenal sebagai pil air. Furosemide bekerja pada ginjal untuk meningkatkan aliran urine.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, furosemide diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Cukup cepat diserap dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 60-70%.
  • Distribusi: Melintasi plasenta; memasuki ASI. Ikatan protein plasma hingga 99%, terutama albumin.
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine sebagai obat yang tidak berubah. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 2 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Furosemide Indofarma tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Aminoglikosida, asam etakrinik, dan obat ototoksik lainnya
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan gangguan fungsi pendengaran atau ototoksisitas.
  • Peluruh urine (diuretik) hemat kalium
    Penggunaan dengan furosemide dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Glikosida jantung dan antihistamin
    Penggunaan obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung.
  • Obat ACE inhibitor atau reseptor angiotensin II
    Penggunaan furosemide dengan obat di atas dapat menurunkan tekanan darah (hipotensi).
  • Lithium
    Furosemide dapat menurunkan serum lithium, sehingga efektivitas lithium dalam mengatasi gangguan suasana hati akan menurun.
  • Aliskiren
    Aliskiren dapat mengurangi kadar serum furosemide, sehingga efektivitas furosemide dalam mengatasi bengkak akan menurun.
  • Penghambat monoamin oksidase (MAOI)
    MAOI dapat menurunkan tekanan darah (hipotensi).
  • Carbamazepine
    Carbamazepine dapat mengurangi efek pengeluaran natrium dalam urine.
  • Cephalosporine seperti sefalotin dan NSAID
    Obat di atas dapat meningkatkan gangguan atau kerusakan pada ginjal.
  • Antidiabetik
    Furosemide dapat melawan efektivitas obat antidiabetik dalam menurunkan kadar gula darah.
  • Indometasin
    Indometasin dapat menurunkan efektivitas furosemide dalam menurunkan tekanan darah.
  • Salisilat.
    Salisilat dapat mengurangi efek diuretik furosemide.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Memar atau pendarahan yang tidak dapat dijelaskan, demam, sakit tenggorokan dan seriawan. Gejala tersebut bisa menjadi tanda kelainan darah.
  • Telinga berdenging (tinnitus) atau kehilangan pendengaran.
  • Sakit perut parah yang menjalar hingga punggung. Gejala tersebut bisa menjadi tanda peradangan pankreas (pankreatitis).
  • Sakit parah di sisi tubuh atau terdapat darah di urine. Gejala tersebut bisa menjadi tanda peradangan ginjal.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Membantu menurunkan tekanan darah tinggi, sehingga membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal
  • Mengurangi cairan berlebih dalam tubuh yang dapat menyebabkan pembengkakan (edema) akibat kondisi, seperti gagal jantung, penyakit hati, dan penyakit ginjal
  • Mengurangi gejala, seperti sesak napas serta pembengkakan di lengan, kaki, dan perut
  • Meningkatkan pengeluaran air seni

Furosemide akan mengurangi garam dan air berlebih di dalam tubuh dengan cara meningkatkan jumlah urine yang dihasilkan tubuh. Efeknya, tekanan darah akan menurun dan pembengkakan atau edema pun berkurang.

Komposisi Obat

Furosemide 40 mg

Dosis Obat

  • Dewasa: 20-40 mg dikonsumsi dalam dosis tunggal. Dosis dapat ditingkatkan 20-40 mg 6-8 jam sampai memperoleh respons yang diinginkan.
  • Anak-anak: 2 mg/kgBB dikonsumsi dalam dosis tunggal. Dosis dapat ditingkatkan 1-2 mg/kgBB 6-8 jam, sampai memperoleh respons yang diinginkan.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sebelum makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Mual dan muntah
    Konsumsi obat ini sesudah makan. Minumlah air sedikit demi sedikit secara teratur untuk mencegah dehidrasi. Hindari mengonsumsi makanan pedas. Efek samping ini biasanya akan hilang setelah beberapa hari. Mintalah apoteker merekomendasikan obat antimual dan muntah jika efek ini terjadi dalam waktu cukup lama.
  • Sakit kepala
    Beristirahatlah dan minum banyak air. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Segera hubungi dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah buruk.
  • Pusing
    Cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, atau duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan mesin saat Anda merasa pusing.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
    Efek ini umumnya terjadi sekitar 6 jam setelah mengonsumsi obat ini dan merupakan efek yang wajar. Jika merasa tidak nyaman, ubahlah waktu penggunaan obat ini yang paling sesuai untuk Anda, asalkan tidak lebih dari jam 4 sore. Jika frekuensi masih meningkat segera hubungi dokter atau apoteker Anda.
  • Kram atau kelemahan otot
    Jika Anda merasakan nyeri otot yang tidak biasa atau kelemahan yang bukan karena olahraga atau kerja keras, bicarakan dengan dokter Anda. Anda mungkin perlu tes darah untuk memeriksa penyebabnya.
  • Mulut kering
    Kunyahlah permen karet atau isap permen bebas gula.
  • Merasa haus
  • Diare
  • Sembelit
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mati rasa atau kesemutan
  • Penglihatan kabur

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan gangguan pendengaran
  • Lakukan pemantauan cairan dan elektrolit
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang memiliki kadar natrium rendah dalam darah (hiponatremia)
  • Pasien lanjut usia
  • Anak-anak
  • Pasien penderita gangguan saluran kemih
  • Pasien penderita kerusakan pada organ hati, seperti sirosis hati
  • Pasien penderita gangguan fungi hati atau ginjal
  • Pasien yang mengalami pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat)

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan kadar kalium rendah dalam darah (hipokalemia)
  • Pasien penderita gagal ginjal akut atau gangguan mengeluarkan urine
  • Pada awal kehamilan
  • Pasien yang mengonsumsi obat lithium
  • Pasien yang mengalami kekurangan elektrolit
  • Pasien yang mengalami peningkatan asam urat
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap furosemide dan sulfonamida
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Furosemide Indofarma Tablet 40 mg (10 Strip @ 10 Tablet)