SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Formyco Tablet 200 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 371.371

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Formyco Tablet 200 mg (5 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk mengobati seriawan. mengatasi infeksi jamur pada kulit, rambut, dan selaput mukosa, seperti kurap, panu, ketombe, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan. ketoconazole bekerja dengan menghambat kerja enzim sitokrom pada membran sel jamur, sehingga mengganggu pembentukan ergosterol atau komponen penting dari membran sel jamur.
Formyco Tablet 200 mg (5 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Ketoconazole
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 5 strip @ 10 tablet (200 mg)
Produsen
Sanbe Farma

Informasi Zat Aktif

Ketoconazole merupakan obat antijamur golongan imidazol. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan jamur.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ketoconazole diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara bervariasi dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati: Menurun seiring dengan peningkatan pH lambung. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma kira-kira 1-2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke jaringan, termasuk cairan sendi yang meradang, tendon, saliva, sebum, cerumen, empedu, feses, urine, testis, kulit dan jaringan lunak. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma kira-kira 99%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara luas di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses (57%) dan urine (13%, 2-4% sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat adalah 2 jam (awal); 8 jam (terminal).

Indikasi (manfaat)

  • Mengobati seriawan.
  • Mengatasi infeksi jamur pada kulit, rambut, dan selaput mukosa, seperti kurap, panu, ketombe, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan.

Ketoconazole bekerja dengan menghambat kerja enzim sitokrom pada membran sel jamur, sehingga mengganggu pembentukan ergosterol atau komponen penting dari membran sel jamur.

Komposisi

Ketoconazole 200 mg.

Dosis

Dewasa: 1 tablet sebanyak 1 kali/hari.

  • Infeksi berat: 2 tablet/hari.

Anak-anak berusia 2 tahun ke atas: 5 mg/kgBB/hari.
Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai

Dikonsumsi pada waktu makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah hingga kondisi Anda membaik. Hindari mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu sering. Apabila terjadi tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, hubungi dokter Anda.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayuran, buah segar, dan sereal.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Pasien dengan kondisi ketika sperma dalam air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi berjumlah sedikit (oligospermia).
  • Pembesaran jaringan payudara pada pria (ginekomastia).
  • Ketidakmampuan mempertahankan ereksi (impotensi).
  • Reaksi sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Penurunan kesadaran (somnolen).
  • Kerontokan rambut (alopesia).
  • Demam dan menggigil.
  • Ruam pada kulit.
  • Gangguan menstruasi.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Reaksi alergi.
  • Kerusakan hati (hepatotoksisitas).

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kanker prostat.
  • Lakukan pemantauan fungsi hati pada penggunaan jangka panjang atau 14 hari ke atas.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung.
  • Anak-anak berusia 2 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita gangguan kelenjar adrenal.
  • Pasien penderita kelainan lambung berupa asam lambung terlalu sedikit (aklorhidria).
  • Pasien dengan stres berkepanjangan.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Formyco tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap ketoconazole.
  • Wanita hamil.
  • Penggunaan bersama astemizole atau terfenadine.
  • Pasien penderita penyakit hati akut.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Tacrolimus.
    Ketoconazole dapat meningkatkan kadar tacrolimus, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti mual dan nyeri perut.
  • Warfarin.
    Ketoconazole dapat meningkatkan kadar warfarin dalam plasma, sehingga meningkatkan risiko memar dan perdarahan.
  • Benzodiazepine.
    Penggunaan bersama benzodiazepine dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan.
  • Rifampicin dan phenytoin.
    Ketoconazole dapat menurunkan kadar obat di atas, sehingga dapat menurunkan efek rifampicin dalam mengobati tuberkulosis dan efek phenytoin dalam mengatasi kejang.
  • Ciclosporin.
    Ketoconazole dapat meningkatkan kadar ciclosporin dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti sakit kepala dan pusing.
  • Kontrasepsi oral.
    Ketoconazole dapat menurunkan efektivitas kontrasepsi oral.
  • Sulfonylurea.
    Ketoconazole dapat meningkatkan efek sulfonyllurea dalam menurunkan kadar gula darah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Detak jantung cepat atau berdebar-debar, sesak napas, dan pusing tiba-tiba seperti ingin pingsan.
  • Kelemahan atau kelelahan yang tidak biasa, pusing, mual, dan muntah.
  • Terjadi gangguan hati, seperti sakit perut bagian atas, demam, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, feses berwarna tanah liat, atau penyakit kuning.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Formyco Tablet 200 mg (5 Strip @ 10 Tablet)