Stok Habis
Formyco tablet 200 mg untuk pengobatan infeksi jamur pada kulit, rambut, dan mukosa.

Formyco Tablet 200 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 52.249

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Indikasi (manfaat) Obat

Infeksi jamur pada kulit, rambut, dan mukosa yang disebabkan oleh dermatophyte atau ragi, bila infeksi ini tidak dapat diobati secara topikal karena tempat lesi tidak dipermukaan kulit atau kegagalan pada terapi lokal.

Komposisi Obat

Ketoconazole 200 mg

Dosis Obat

Dewasa: - Infeksi kulit: 1 tablet (200 mg)/hari. Anak-anak: - BB 15 kg ke bawah: 20 mg sebanyak 3 kali/hari. - BB 15-30 kg: 100 mg/hari. - BB 30 kg ke atas: 1 tablet (200 mg)/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi pada waktu makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Gejala nyeri, perasaan tidak enak pada perut bagian atas yang menetap, atau berulang (dispepsia).
  • Mual.
  • Sakit perut.
  • Diare
  • Sakit kepala, peningkatan enzim hati yang reversibel, gangguan haid, pusing, dan reaksi alergi.
  • Peningkatan tekanan intrakranial yang reversibel
  • Pembesaran jaringan kelenjar payudara yang terjadi pada pria (gynaecomastia).
  • Cairan semen atau mani yang mengandung konsentrasi atau jumlah sperma kurang dari normal (oligospermia).

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Pasien gangguan fungsi hati.
  • Pasien dengan keadaan stres yang panjang
  • Anak- anak 2 tahun ke bawah.
  • Ibu menyusui.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Penderita penyakit hati akut.
  • Pasien yang hipersensitif terhadap ketoconazole atau salah satu komponen obat ini.
  • Wanita hamil.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Formyco Tablet 200 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Jual dan Beli Formyco Tablet 200 mg (1 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Formyco tablet adalah obat untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit dan selaput mukosa. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Obat Formyco mengandung zat aktif ketoconazole.

Ketoconazole adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi tertentu yang disebabkan jamur. Kandungan zat aktif dalam obat ini ini hanya boleh digunakan jika Anda tidak dapat menggunakan obat antijamur lain. Ketoconazole dapat menyebabkan kerusakan serius pada hati yang dapat mengakibatkan transplantasi hati atau kematian.

Ketoconazole tidak dapat digunakan dalam mengobati infeksi jamur pada kuku jari tangan atau kaki. Obat ini juga tidak untuk digunakan dalam mengobati kanker prostat atau gangguan akibat kadar hormon kortisol di dalam tubuh terlalu tinggi (sindrom Cushing).

Informasi zat aktif :

Ketoconazole merupakan obat antijamur golongan imidazol. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan jamur.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ketoconazole diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara bervariasi dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati: Menurun seiring dengan peningkatan pH lambung. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma kira-kira 1-2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke jaringan, termasuk cairan sendi yang meradang, tendon, saliva, sebum, cerumen, empedu, feses, urine, testis, kulit dan jaringan lunak. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma kira-kira 99%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara luas di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses (57%) dan urine (13%, 2-4% sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat adalah 2 jam (awal); 8 jam (terminal).

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Formyco tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Tacrolimus.
    Ketoconazole dapat meningkatkan kadar tacrolimus, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti mual dan nyeri perut.
  • Warfarin.
    Ketoconazole dapat meningkatkan kadar warfarin dalam plasma, sehingga meningkatkan risiko memar dan perdarahan.
  • Benzodiazepine.
    Penggunaan bersama benzodiazepine dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan.
  • Rifampicin dan phenytoin.
    Ketoconazole dapat menurunkan kadar obat di atas, sehingga dapat menurunkan efek rifampicin dalam mengobati tuberkulosis dan efek phenytoin dalam mengatasi kejang.
  • Ciclosporin.
    Ketoconazole dapat meningkatkan kadar ciclosporin dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti sakit kepala dan pusing.
  • Kontrasepsi oral.
    Ketoconazole dapat menurunkan efektivitas kontrasepsi oral.
  • Sulfonylurea.
    Ketoconazole dapat meningkatkan efek sulfonyllurea dalam menurunkan kadar gula darah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Detak jantung cepat atau berdebar-debar, sesak napas, dan pusing tiba-tiba seperti ingin pingsan.
  • Kelemahan atau kelelahan yang tidak biasa, pusing, mual, dan muntah.
  • Terjadi gangguan hati, seperti sakit perut bagian atas, demam, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, feses berwarna tanah liat, atau penyakit kuning.


Merek: {""id""=>2214, ""label""=>""Formyco"", ""data_custom""=>{""id""=>2214, ""label""=>""Formyco""}}
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Sanbe Farma
Manufacture: Sanbe Farma
Kemasan obat: 1 strip @ 10 tablet (200 mg)

Indikasi/Manfaat Formyco Tablet 200 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

  • Mengobati seriawan.
  • Mengatasi infeksi jamur pada kulit, rambut, dan selaput mukosa, seperti kurap, panu, ketombe, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan.

Ketoconazole bekerja dengan menghambat kerja enzim sitokrom pada membran sel jamur, sehingga mengganggu pembentukan ergosterol atau komponen penting dari membran sel jamur.


Dosis Formyco Tablet 200 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Dewasa: 1 tablet sebanyak 1 kali/hari.

  • Infeksi berat: 2 tablet/hari.

Anak-anak berusia 2 tahun ke atas: 5 mg/kgBB/hari.
Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.


Cara Penggunaan Formyco Tablet 200 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Dikonsumsi pada waktu makan.

Cara Menyimpan Formyco Tablet 200 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30°C.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Formyco Tablet 200 mg (1 Strip @ 10 Tablet) Jika:


  • Pasien yang memiliki alergi terhadap ketoconazole.
  • Wanita hamil.
  • Penggunaan bersama astemizole atau terfenadine.
  • Pasien penderita penyakit hati akut.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Formyco Tablet 200 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Pasien penderita kanker prostat.
  • Lakukan pemantauan fungsi hati pada penggunaan jangka panjang atau 14 hari ke atas.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung.
  • Anak-anak berusia 2 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita gangguan kelenjar adrenal.
  • Pasien penderita kelainan lambung berupa asam lambung terlalu sedikit (aklorhidria).
  • Pasien dengan stres berkepanjangan.

Efek Samping Obat Formyco Tablet 200 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah hingga kondisi Anda membaik. Hindari mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu sering. Apabila terjadi tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, hubungi dokter Anda.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayuran, buah segar, dan sereal.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Pasien dengan kondisi ketika sperma dalam air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi berjumlah sedikit (oligospermia).
  • Pembesaran jaringan payudara pada pria (ginekomastia).
  • Ketidakmampuan mempertahankan ereksi (impotensi).
  • Reaksi sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Penurunan kesadaran (somnolen).
  • Kerontokan rambut (alopesia).
  • Demam dan menggigil.
  • Ruam pada kulit.
  • Gangguan menstruasi.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Reaksi alergi.
  • Kerusakan hati (hepatotoksisitas).