Stok Habis
Forasma tablet adalah obat untuk mengatasi gangguan pernapasan, seperti asma bronkial dan bronkitis

Forasma Tablet 2,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 12.060

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Forasma tablet adalah obat untuk mengatasi gangguan pernapasan, seperti asma bronkial dan bronkitis, yaitu infeksi saluran pernapasan (bronkus) yang menyebabkan banyaknya mukus atau lendir. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi emfisemia, yaitu kerusakan kantong udara pada paru-paru (alveolus).

Forasma tablet mengandung zat aktif terbutaline sulphate. Terbutaline merupakan bronkodilator, yaitu obat yang bekerja dengan mengendurkan otot di sekitar saluran udara, sehingga saluran udara terbuka dan membuat napas menjadi lebih mudah.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Terbutalin bekerja langsung pada reseptor adrenergik beta 2 untuk mengendurkan otot polos saluran pernapasan dan mencegah penyempitan saluran pernapasan (bronkospasme). Hal tersebut akan membuat Anda menjadi lebih mudah bernapas.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, terbutaline diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara bervariasi dari saluran cerna dan saluran udara sebanyak kurang dari 10%. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 14-15%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi puncak plasma) sekitar 1-4 jam.
  • Distribusi: Melewati plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme lintas pertama melalui proses perubahan senyawa tidak toksik dan mudah larut agar mudah diekskresi (konjugasi) oleh sulfat dan glukoronida di hati dan dinding usus.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 16-20 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Forasma tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Epinefrin dan formoterol
    Menggunakan terbutaline bersama obat-obat tersebut dapat meningkatkan efek samping kardiovaskular, seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah atau irama jantung tidak teratur.
  • Difilin
    Menggunakan difilin bersama terbutaline dapat meningkatkan efek samping kardiovaskular, seperti jantung berdebar-debar serta peningkatan denyut jantung, denyut nadi, dan tekanan darah. Menggabungkan obat-obatan ini juga dapat meningkatkan risiko penurunan kadar kalium (hipokalemia).
  • Furosemide
    Menggunakan furosemide bersama terbutalin dapat meningkatkan risiko penurunan kadar kalium (hipokalemia). Pada kasus yang parah, hipokalemia dapat menyebabkan kelemahan otot, kelumpuhan, kesulitan bernapas dan menelan (akibat kelumpuhan otot), dan irama jantung tidak teratur.
  • Prometazin, oksitosin, dan ondansetron
    Menggunakan terbutaline bersama obat-obat tersebut dapat meningkatkan risiko irama jantung tidak teratur yang mungkin serius dan berpotensi mengancam jiwa, meskipun ini adalah efek samping yang jarang terjadi.
  • Propanolol
    Menggunakan propranolol bersama terbutalin dapat mengurangi manfaat kedua obat tersebut karena memiliki efek berlawanan dalam tubuh. Selain itu, propranolol terkadang dapat menyebabkan penyempitan saluran udara yang dapat memperburuk masalah pernapasan atau memicu serangan asma parah.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda memiliki:

  • Nyeri dada
  • Detak jantung cepat atau berdebar-debar
  • Perasaan pusing seperti akan pingsan
  • Gemetar (tremor)

Indikasi (manfaat) Obat

Obat ini digunakan untuk mengatasi:

  • Peradangan kronis pada saluran udara (asma)
  • Infeksi yang menyebabkan peradangan pada saluran bronkus (bronkitis)
  • Kerusakan kantong udara (emfisema)

Terbutalin mampu melebarkan dan mengurangi hambatan di saluran pernapasan (resistensi saluran napas). Saluran udara yang lebih lebar memungkinkan lebih banyak udara mengalir masuk dan keluar dari paru-paru. Peningkatan aliran udara akan mengurangi sesak napas, mengi, dan batuk.

Komposisi Obat

Terbutaline sulphate 2,5 mg

Dosis Obat

  • Dewasa: 1-2 kaplet sebanyak 2-3 kali/hari
  • Anak-anak berusia 12-15 tahun: 1 kalpet sebanyak 2-3 kali/hari

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Pusing
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan. Duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Mengantuk
    Beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.
  • Gugup
  • Gemetar (tremor)
  • Kegugupan
  • Detak jantung cepat atau berdebar
  • Nyeri dada

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan kadar hormon tiroid meningkat dalam darah (tirtoksikosis)
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pasien dengan kadar gula darah tinggi (diabetes melitus)
  • Pasien dengan kadar tiroid tinggi (hipertiroidisme)
  • Pasien dengan riwayat kejang
  • Pasien dengan penyempitan pembuluh darah arteri (penyakit jantung iskemik)
  • Anak-anak
  • Ibu hamil dan menyusui

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Terbutalin tidak aman digunakan pada wanita hamil untuk mencegah persalinan prematur
  • Terbutaline tidak boleh digunakan oleh pasien yang berusia 12 tahun ke bawah
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Forasma Tablet 2,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)