SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Lodecon Forte kaplet digunakan untuk terapi gejala flu, batuk pilek, nyeri, demam dan alergi.

Flumin Plus sirup 60 ml


Harga Produk
Mulai dari
Rp 11.660

Jumlah Produk
0

Tersedia 11 Penjual

Apotek Madinah Farma
Rp 15.600
Apotek Madinah Farma
Kota Jakarta Barat5.96 km
Apotek Mulia Farma
Rp 14.500
Apotek Mulia Farma
Kota Jakarta Barat8.95 km
Apotek Evita
Rp 15.700
Apotek Evita
Jakarta Barat9.41 km
Apotek Charista
Rp 15.700
Apotek Charista
Kota Jakarta Barat11.18 km

Deskripsi

Lodecon Forte kaplet digunakan untuk terapi gejala flu, batuk pilek, nyeri, demam dan alergi. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Lodecon mengandung paracetamol, chlorpheniramine maleate, phenylephrine HCl, dextromethorphan HBr dan glyceryl guaiacolate.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Flumin Plus sirup 60 ml
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
-
Kandungan Utama
Paracetamol, chlorpheniramine maleate, phenylephrine HCl, dextromethorphan HBr dan glyceryl guaiacolate
Kelas Terapi
Analgesik, antipiretik, antihistamin, dan dekongestan
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 kaplet
Produsen
Solas

Informasi Zat Aktif

Paracetamol adalah obat yang dapat menurunkan demam (antipiretik) dan meredakan nyeri (analgetik). Obat ini dapat mengurangi produksi bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan, yaitu prostaglandin, di otak. paracetamol mengurangi rasa sakit dengan meningkatkan ambang rasa sakit.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine kurang dari 5% sebagai obat yang tidak berubah; 60-80% sebagai metabolit glukuronida dan 20-30% sebagai metabolit sulfat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Guaiphenesin bertindak sebagai ekspektoran dengan meningkatkan hidrasi kelenjar pernapasan dan mengurangi kekentalan dahak, sehingga mudah dikeluarkan melalui batuk.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, Guaiphenesin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran gastrointestinal. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) kira-kira 15 menit.
  • Distribusi: Memasuki ASI (dalam jumlah kecil).
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) Kira-kira 1 jam.

Phenylpropanolamine sering digunakan secara oral sebagai garam HCl untuk mengatasi hidung tersumbat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, phenilpropanolamie diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme hati parsial.
  • Ekskresi: Melalui urine 80-90% (tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh).
  • Sekitar 3-5 jam.

Dextrometorphan menekan refleks batuk dengan tindakan langsung pada pusat batuk di jaringan ginjal (medula). Dextromethorphan memiliki potensi antitusif yang hampir sama dengan kodein yang merupakan obat pereda nyeri. Namun, obat ini tidak menyebabkan kecanduan dan tidak memiliki aksi obat batuk berdahak (ekspektoran). Dextrometorphan juga menghasilkan lebih sedikit efek samping jika dibandingkan kodein. Obat ini digunakan untuk meredakan frekuensi batuk.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dextrometorphan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dari saluran cerna.
  • Distribusi: Tidak diketahui.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif oleh hati.
  • Ekskresi: Sedikit yang diekskresikan tidak berubah terutama dalam urine, sekitar 7% sampai 10% diekskresikan dalam tinja.

Chlorpheniramine maleate termasuk dalam kelompok obat yang disebut antihistamin. Antihistamin membantu mengurangi gejala alergi dengan menghambat produksi zat histamin di tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chlorpheniramine maleate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran GI. Makanan di perut menunda penyerapan tetapi tidak mempengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati).
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa GI dan hati (efek lintasan pertama).
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak; obat dan metabolit diekskresikan dalam urin.

Indikasi (manfaat)

Terapi gejala flu, batuk pilek, nyeri, demam dan alergi.

Komposisi

  • Paracetamol 5000 mg
  • Dextromethorphan HBr 15 mg
  • Chlorpheniramine maleate 1 mg
  • Phenylephrine HCl 7,5 mg
  • Glyceryl guaiacolate 50 mg

Dosis

  • Dewasa: 1 kaplet sebanyak 3 kali/hari
  • Anak 6-12 tahun: ½-1 kaplet sebanyak 3 kali/hari

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Mulut kering
  • Ruam kulit
  • Penurunan nafsu makan
  • Berkeringat

Cara Penyimpanan

Simpan ditempat sejuk dan kering. Hindari paparan sinar matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus)
  • Pasien yang memiliki peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Wanita hamil

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Flumin Plus sirup pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh (hipertiroidisme)
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pasien penderita penyakit jantung koroner (PJK)
  • Pasien yang sedang mengkonsumsi obat penghambat monoamine oksidase (MAOI)
  • Pasien penderita penyakit ginjal (nefropati)

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Depresan susunan saraf pusat (SSP)
  • Penghambat monoamine oksidase (MAOI)
  • Antikoagulan oral

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti menggunakan obat ini dan hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki efek samping yang serius seperti:

  • Detak jantung cepat atau tidak teratur.
  • Perubahan suasana hati.
  • Gemetar tidak terkendali (tremor).
  • Kejang.
  • Mudah memar atau berdarah.
  • Tubuh merasa lemah yang tidak biasa.
  • Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali.
  • Merasa sesak napas.
  • Tekanan darah tinggi.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Flumin Plus sirup 60 ml

Total

Rp 0