SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Fevrin tetes berguna untuk menurunkan demam serta mengurangi rasa nyeri pada bayi

Fevrin Tetes 15 ml


Harga Produk
Mulai dari
Rp 37.100

Jumlah Produk
0

Tersedia 4 Penjual

Apotek Sari Suci
Rp 21.218
Apotek Sari Suci
Kota Jakarta Pusat3.29 km
Apotek Pratama Medika
Rp 37.100
Apotek Pratama Medika
Kota Jakarta Utara12.45 km
Apotek Puri Bakti
Rp 20.687
Apotek Puri Bakti
Kabupaten Tangerang25.32 km
Apotek Royal
Rp 20.331
Apotek Royal
Kota Bogor30.64 km

Deskripsi

Fevrin tetes adalah obat yang berfungsi untuk menurunkan demam pada bayi dan anak, sekaligus mengurangi rasa nyeri skala ringan hingga sedang.

Demam pada bayi biasanya terjadi karena infeksi virus atau bakteri yang menyerang ketika daya tahan tubuhnya sedang menurun. Tidak hanya itu, vaksinasi atau imunisasi juga dapat menyebabkan efek samping berupa demam.

Demam seringkali disertai rasa nyeri di persendian atau otot, dan tidak jarang diiringi dengan peradangan. Walaupun demam merupakan bentuk perlawanan alami tubuh ketika terjadi infeksi, tetapi hal ini tetap akan membuat bayi merasa tidak nyaman.

Fevrin tetes hadir dengan kandungan paracetamol tanpa alkohol, sehingga lebih aman diberikan pada bayi. Paracetamol bekerja efektif untuk mengurangi sakit gigi, sakit kepala, dan nyeri sendi ringan, serta menurunkan demam baik karena flu, infeksi, atau imunisasi.

Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ, pasti asli dan aman digunakan!

Nikmati promo GRATIS ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di sini.

Fevrin Tetes 15 ml
Golongan Obat
Obat Bebas
Informasi Tambahan
alcohol free
Kandungan Utama
Paracetamol
Kelas Terapi
Analgesik dan antipiretik
Klasifikasi
Analgesik non-opioid
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 15 ml
Produsen
Armoxindo Farma

Informasi Zat Aktif

Paracetamol termasuk dalam golongan obat pereda nyeri (analgesik) dan penurun suhu tubuh (antipiretik). Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Dapat diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) sekitar 10-60 menit setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Memasuki ASI dalam jumlah kecil dan didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Indikasi (manfaat)

  • Meredakan demam pada bayi dan anak
  • Mengurangi nyeri ringan hingga sedang di otot atau sendi
  • Meredakan sakit kepala, sakit gigi, dan sakit di punggung
  • Mengurangi nyeri setelah proses pembedahan

Paracetamol bekerja langsung untuk melakukan penyumbatan di pusat impuls nyeri. Paracetamol juga akan menghasilkan zat antipiresis yang dapat mengatur suhu tubuh di pusat saraf otak (hipotalamus), sehingga demam akan berangsur turun.

Komposisi

Tiap 0,6 ml mengandung: paracetamol 60 mg

Dosis

Anak-anak:

  • Di bawah 1 tahun: 60 mg (alat tetes 0,6 ml) sebanyak 3-4 kali/hari
  • 1-2 tahun: 60-120 mg (alat tetes 0,6 ml-1,2 ml) sebanyak 3-4 kali/hari

Aturan pakai

  • Dikocok terlebih dahulu.
  • Dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Muntah-muntah
    Berikan ASI pada bayi atau air putih untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi yang dibiarkan berlanjut akan menyebabkan penurunan frekuensi buang air kecil serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat.
  • Reaksi alergi
    Timbul kemerahan di kulit, gatal-gatal, pembengkakan, atau memar di beberapa bagian tubuh. Jika efek samping ini terus berlanjut sebaiknya segera hubungi dokter.
  • Pusing
    Jika si kecil merasa pusing, segera bantu ia tidur di ruangan yang tenang agar efek samping ini berangsur pulih.
  • Kulit dan mata berwarna kuning
  • Merasa mual dan timbul rasa tidak nyaman di perut
  • Penumpukan urine di saluran kemih (retensi urine)
  • Tubuh terasa lelah
  • Sakit tenggorokan
  • Jantung berdebar dengan kencang
  • Urine bewarna keruh
  • Nyeri di bagian punggung bawah
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri di ulu hati

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati yang ringan
  • Pasien dengan denyut jantung tidak teratur
  • Pasien yang mengalami pembesaran prostat jinak
  • Pasien yang mengalami gangguan di saraf mata (glaukoma)

Pemakaian dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan hati.

Jika nyeri atau demam tidak kunjung reda dalam dua hari, segera hubungi dokter. Hentikan pemakaian satu minggu sebelum operasi karena akan menghambat proses pembekuan darah.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami gangguan irama jantung (aritmia)
  • Pasien yang menderita penyakit kencing manis (diabetes)
  • Pasien yang mengalami tekanan darah tinggi akut (hipertensi)
  • Pasien yang mengalami gangguan paru-paru dan hati yang berat
  • Pasien dengan penyakit ginjal
  • Pasien yang alergi berat terhadap paracetamol
  • Pasien yang memiliki penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung (infark miokard)
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol karena dapat meningkatkan risiko keracunan

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Phenothiazine
    Obat ini biasa digunakan pada pasien dengan ganggguan mental. Apabila diberikan bersama paracetamol akan menyebabkan tubuh tidak mampu mengatasi suhu dingin (hipotermia berat).
  • Cholestyramine
    Obat ini dikhususkan untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi. Apabila Anda mengonsumsi paracetamol kemudian satu jam setelahnya mengonsumsi cholestyramine, penyerapan paracetamol akan terganggu.
  • Warfarin dan kumarin
    Pemberian dua jenis obat tersebut dengan paracetamol dapat meningkatkan efek antikoagulan atau menghambat pembekuan darah dan menyebabkan pendarahan.
  • Ranitidine
    Obat ini biasa digunakan untuk menurunkan asam lambung. Apabila diberikan bersama paracetamol dalam dosis tinggi akan meningkatkan risiko keracunan di organ hati.
  • Carbamazepine, fenobarbital, dan fenitoin
    Obat tersebut merupalan obat untuk pasien kejang (epilepsi). Jika digunakan bersama paracetamol dapat mengurangi efektivitas masing-masing obat (efek antagonis) serta meningkatkan risiko kerusakan hati.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa menggunakan obat
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal penggunaan obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Detak jantung berdebar dengan cepat atau tidak teratur
  • Sesak napas
  • Tubuh mengalami pembengkakan
  • Gemetar yang tidak terkendali (tremor)
  • Reaksi alergi berat (anafilaksis)
  • Demam atau nyeri tidak kunjung sembuh dalam dua hari
  • Mual dan muntah berkepanjangan

Drugs.com. https://www.drugs.com/drug-interactions/acetaminophen,paracetamol.html
Diakses pada 15 September 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-adults/
Diakses pada tanggal 15 September 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic
Diakses pada tanggal 15 September 2021

Drugs.com. https://www.drugs.com/paracetamol.html
Diakses pada 15 September 2021

Drugs.com. https://www.drugs.com/sfx/paracetamol-side-effects.html
Diakses pada 15 September 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759
Diakses pada 15 September 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/prostaglandins
Diakses pada 15 September 2021

Sesuai kemasan per September 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Fevrin Tetes 15 ml

Total

Rp 0