Stok Habis
Farmoten tablet adalah obat untuk mengatasi hipertensi dan gagal jantung

Farmoten Tablet 12,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 4.620

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Farmoten tablet adalah obat untuk mengatasi hipertensi, gagal jantung kongestif, dan gangguan ginjal yang disebabkan penyakit kencing manis (diebetes melitus). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Farmoten tablet mengandung zat aktif captopril.

Captopril bekerja dengan membuka pembuluh darah, sehingga dapat mempermudah atau memperlancar aliran darah dan mengurangi beban jantung dalam memompa darah. Hal ini akan menurunkan tekanan darah, serta meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa darah dan aliran darah di ginjal.

Informasi zat aktif :

Captopril termasuk dalam kelas obat inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE). Obat ini bekerja dengan membuka pembuluh darah agar darah mengalir lebih lancar dan mengurangi kerja jantung saat memompa darah. Dengan begitu, tekanan darah akan menurun, kemampuan jantung memompa darah dan aliran darah di ginjal pun akan meningkat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, captopril diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap cepat dari saluran pencernaan, yaitu sekitar 60-75%. Konsentrasi serum dapat menurun dengan adanya makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 60-75%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma sekitar 1-2 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine sebanyak 90% ke atas; 40-50% sebagai obat tidak berubah. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat selama 2-3 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Prokainamid dan imunosupresan
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko penurunan jumlah sel darah putih dalam tubuh (leukopenia).
  • Aliskiren
    Aliskiren dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal.
  • Lithium
    Captopril dapat meningkatkan kadar lithium dan risiko terjadinya efek samping, seperti pandangan kabur.
  • Diuretik tiazid atau loop, kecuali furosemid dan hidroklortiazid
    Penggunaan bersama obat di atas dapat mengakibatkan hipotensi atau tekanan darah rendah.
  • Probenesid
    Probenesid dapat menyebabkan penurunan pembersihan ginjal.
  • Agen simpatomimetik
    Agen simpatomimetik dapat menurunkan tekanan darah, sehingga menyebabkan risiko hipotensi.
  • Diuretik hemat kalium, seperti amilorid, spironolakton, dan triamteren
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar kalium dalam tubuh dan menyebabkan terjadinya hiperkalemia.
  • Agen penghambat adrenergik dan NSAID, seperti indometasin dan ibuprofen
    Obat di atas dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Antidiabetik oral, seperti sulfonilurea
    Captopril dapat meningkatkan efektivitas obat di atas dalam menurunkan kadar gula darah, sehingga dapat menurunkan kadar gula darah menjadi sangat rendah (hipoglikemia).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Perasaan pusing seperti akan pingsan
  • Sedikit atau tidak bisa buang air kecil
  • Sesak napas meski beraktivitas ringan, pembengkakan, dan penambahan berat badan yang cepat
  • Nyeri dada dan jantung berdebar-debar
  • Kadar kalium tinggi dalam darah yang disertai mual, detak jantung lambat atau tidak biasa, kelemahan, dan kehilangan gerakan
  • Kelemahan mendadak atau perasaan sakit, demam, menggigil, sakit tenggorokan, nyeri mulut, nyeri saat menelan, luka kulit, dan gejala pilek atau flu

Indikasi (manfaat) Obat

  • Membantu menurunkan tekanan darah tinggi
  • Mencegah stroke dan serangan jantung
  • Mengobati penyakit gagal jantung kongestif
  • Mengatasi masalah pada ginjal yang disebabkan diabetes melitus

Penyempitan pembuluh darah dapat meningkatkan tekanan di dalam pembuluh, sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi. Kandungan captopril dalam obat Farmoten ini akan melebarkan pembuluh darah untuk menurunkan tekanan darah di dalam tubuh.

Tekanan darah yang lebih rendah akan memudahkan jantung memompa darah dan meningkatkan fungsi jantung yang gagal. Selain itu, perkembangan penyakit pada pembuluh darah di dalam ginjal yang disebabkan tekanan darah tinggi atau diabetes pun akan melambat.

Komposisi Obat

Captopril 12,5 mg

Dosis Obat

Dewasa:

  • Hipertensi:
  • Hipertensi ringan sampai sedang: 150 mg/hari.
  • Hipertensi berat:
  • Gagal ginjal:

Aturan pakai obat

Harus dikonsumsi saat perut kosong, yaitu 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit perut
    Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa atau pedas. Jika efek samping ini bertambah parah atau tidak kunjung hilang, segera hubungi dokter.
  • Diare atau muntah
    Minumlah banyak air untuk mencegah dehidrasi yang ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat.
  • Mual
    Cobalah mengonsumsi obat ini dengan makanan atau setelah makan untuk mengurangi rasa mual.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
    Usahakan mengonsumsi makanan sehat dan minum beberapa gelas air setiap hari. Konsumsi makanan yang mengandung serat, seperti sayuran, buah segar, dan sereal.
  • Sakit kepala
    Pastikan Anda beristirahat. Minumlah banyak cairan dan hindari minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Hubungi dokter jika efek samping ini berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Mulut kering
    Cobalah mengonsumsi permen karet atau manisan bebas gula.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Penurunan jumlah neutrofil dalam darah (neutropenia)
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia)
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi)
  • Batuk
  • Pembengkakan pada kulit akibat penumpukan cairan pada jaringan
  • Terdapatnya protein pada urine (proteinuria)
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia)
  • Ruam pada kulit
  • Gangguan pengecapan
  • Lelah
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis)

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit ginjal atau sedang menjalani cuci darah
  • Pasien penderita artritis reumatoid, yaitu peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri
  • Pasien penderita lupus
  • Pasien penderita skleroderma, yaitu penyakit autoimun yang menyerang jaringan ikat, sehingga membuat jaringan tersebut menebal dan mengeras
  • Ibu menyusui
  • Pasien penderita penyakit hati
  • Pasien yang pernah menjalani tranplantasi organ.
  • Pasien penderita sindrom Marfan, yaitu penyakit gangguan pada jaringan ikat yang terjadi akibat kelainan genetik.
  • Pasien penderita sindrom Sjogre atau kelainan genetik dengan gejala mulut dan mata kering.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Wanita hamil
  • Pasien penderita kencing manis yang mengonsumsi aliskiren
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap captopril atau obat ACE inhibitor lainnya
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Farmoten Tablet 12,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)