SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Exaflam Tablet 25 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 2.800

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Exaflam Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung kalium diklofenak 25 mg. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Exaflam Tablet 25 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Kalium diklofenak.
Kelas Terapi
Antiinflamasi.
Klasifikasi
Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan
1 Strip @ 10 Tablet
Produsen
Cendo Pharmaceutical

Informasi Zat Aktif

Diklofenak dapat menghasilkan efek anti-peradangan (antiinflamasi) dan antinyeri (analgetik), serta menurunkan demam (antipiretik). Obat ini menghambat enzim siklooksigenase-1 dan siklooksigenase-2, sehingga dapat menekan pembentukan prostaglandin, yaitu senyawa yang berperan dalam rasa sakit dan peradangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalium diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi secara cepat dan hampir terserap seluruhnya. Penyerapan ditunda oleh makanan.
  • Distribusi: Hampir 100% terikat protein.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme efek lintas pertama di hati.
  • Ekskresi: Sekitar 40% sampai 60% diekskresikan melalui urine.

Indikasi (manfaat)

  • Meringankan rasa sakit atau nyeri ringan hingga sedang.
  • Meringankan sakit kepala sebelah (migrain).
  • Meringankan nyeri kronis, misalnya pada pasien kanker.
  • Mengurangi gejala peradangan pada tulang belakang yang disertai kaku dan nyeri (spondilitis ankilosa).
  • Meredakan nyeri haid (dismenore), sakit gigi, sakit kepala, dan nyeri pascaoperasi.
  • Meringankan rasa sakit pada pasien peradangan sendi (arthritis), seperti peradangan sendi karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis), dan peradangan pada sendi karena gesekan ujung sendi (osteoartritis).

Diklofenak adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang bekerja dengan cara memblokir enzim penyebab peradangan.

Komposisi

Kalium Diklofenak 25 mg

Dosis

Dewasa:

  • Dosis awal maksimal (hari ke-1): 150 mg/hari.
  • Dosis harian maksimal: 100 mg/hari dikonsumsi dalam 2-3 dosis terbagi.

Migrain:

  • Dosis awal: 50 mg saat sakit.
  • Dosis selanjutnya: 50 mg, dapat dikonsumsi lebih lanjut jika tidak membaik dalam 2 jam. Jika diperlukan, 50 mg selanjutnya dapat dikonsumsi pada interval 4-6 jam.
  • Dosis maksimal: 100 mg/hari.

Anak-anak berusia 14 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 50-100 mg/hari dikonsumsi dalam 1-2 dosis terbagi.
  • Dosis maksimal: 100 mg/hari.

Aturan pakai

Dikonsumsi sebelum makan. Harus dilarutkan dalam segelas air, kemudian diaduk.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih relaks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Sakit perut.
    Cobalah mengompres perut menggunakan bantalan panas atau botol air minum berisi air hangat untuk meredakan efek samping ini.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa meletakkan biskuit di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Minuman yang mengandung gula mampu membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Pusing.
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Istirahatlah yang cukup. Minumlah banyak cairan, terutama air putih. Hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Pencernaan yg terganggu.
  • Rasa sakit di ulu hati (nyeri epigastrik).
  • Kulit kemerahan (ruam).
  • Sakit kepala dan membuat sekeliling merasa seperti berputar (vertigo). 
  • Perut kembung.
  • Penurunan nafsu makan.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan gagal jantung atau riwayat kesulitan mengeluarkan cairan (retensi cairan).
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan ginjal.
  • Pasien yang mengalami pembengkakan pada organ karena penumpukan cairan pada jaringan (edema).
  • Konsumsi bersama makanan untuk mengurangi efek samping pada saluran pencernaan.
  • Pasien dengan riwayat maag atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati atau ginjal.
  • Pasien dengan riwayat sakit jantung.
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Lakukan pemantauan fungsi hati selama penggunaan obat ini.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita stroke.

Kategori Kehamilan

Pada kehamilan sebelum memasuki 30 minggu:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Exaflam pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada kehamilan setelah memasuki 30 minggu:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien penderita demam berdarah.
  • Ibu hamil trimester ketiga.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien penderita gangguan pada ginjal atau hati.
  • Pasien penderita luka atau peradangan pada usus atau lambung.
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi bypass arteri koroner (CABG).
  • Pasien dengan riwayat alergi setelah mengonsumsi obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lain, seperti asam mefenamat dan aspirin.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin, aspirin, prednisone, heparin, dan fluoxetine.
    Penggunaan kalium diklofenak bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko perdarahan pada lambung.
  • Ciclosporin, lithium, methotrexate, kuinolon seperti ciprofloxacin, atau sulfonilurea.
    Penggunaan kalium diklofenak bersama obat di atas dapat meningkatkan efek samping.
  • Captopril dan enalapri, atau furosemide dan hydrochlortizide.
    Kalium diklofenak dapat menurunkan efektivitas obat-obat di atas.
  • Digoxin atau glikosida jantung.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Zidovudin.
    Penggunaan bersama zidovudin menyebabkan gangguan perdarahan.
  • Digoxin, lithium, methotrexate, pemetrexed, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan keracunan.
  • Colestipol dan cholestyramine.
    Obat ini dapat menyebabkan penurunan kadar dan efektivitas erphaflam dalam mengatasi peradangan.
  • Aspirin, antiplatelet, dan antikoagulan, seperti warfarin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan luka pada saluran pencernaan dan meningkatkan risiko perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Exaflam Tablet 25 mg (1 Strip @ 10 Tablet)