Erphaflam tablet adalah obat untuk meredakan nyeri dan meringankan peradangan

Erphaflam Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 4.300

Jumlah Produk
1

Tersedia 10 Penjual

Apotek Firda Farma
Rp 4.300
Apotek Firda Farma
Kota Cianjur80.45 km
Apotek Angkot Sari
Rp 4.300
Apotek Angkot Sari
Kota Denpasar964.95 km
Apotek Berkah Farma
Rp 5.300
Apotek Berkah Farma
Kabupaten Cianjur79.26 km
Apotek Simpenan
Rp 5.775
Apotek Simpenan
Kota Sukabumi98.76 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Erphaflam tablet adalah obat untuk meredakan nyeri, seperti nyeri haid, nyeri setelah operasi dan sakit gigi. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk meringankan peradangan, seperti rheumatoid arthritis, arthritis, osteoarthritis, dan ankylosing spondylitis. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Obat Erphaflam mengandung zat aktif kalium diklofenak yang berfungsi untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang dan pembengkakan (peradangan). Obat ini mampu meningkatkan aktivitas harian Anda, karena mampu mengurangi rasa sakit, bengkak, dan kekakuan sendi yang disebabkan peradangan sendi atau artritis.

Informasi zat aktif :

Kalium diklofenak merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini bekerja dengan mengurangi hormon yang menyebabkan peradangan dan nyeri di tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh kalium diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara cepat dan hampir terserap seluruhnya. Penyerapan ditunda oleh makanan.
  • Distribusi: Hampir 100% terikat protein.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme jalur pertama, dengan 60% obat yang tidak berubah mencapai peredaran darah.
  • Ekskresi: Sekitar 40% sampai 60% dibuang melalui urine.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada trimester pertama dan kedua: Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Erphaflam tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga: Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Colestipol dan cholestyramine.
    Obat ini dapat menurunkan kadar dan efektivitas erphaflam dalam mengatasi peradangan.
  • Kortikosteroid dan antidepresan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI).
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan luka pada saluran pencernaan dan perdarahan.
  • Aspirin, antiplatelet, dan antikoagulan, seperti warfarin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan luka pada saluran pencernaan dan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Zidovudin.
    Penggunaan bersama zidovudin menyebabkan gangguan perdarahan.
  • Digoxin, lithium, methotrexate, pemetrexed, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan terjadinya keracunan.
  • Digoxin atau glikosida jantung.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko efek samping pada penyakit jantung.
  • Penghambat ACE, diuretik, diuretik, ciclosporin, dan tacrolimus.
    Penggunaan obat di atas bersama kalium diklofenak dapat menyebabkan tingginya kadar kalium dalam darah dan menyebabkan kerusakan ginjal.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Ruam pada kulit.
  • Terjadi tanda-tanda perut berdarah, seperti feses berdarah, batuk darah, atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Gejala flu.
  • Masalah ginjal, seperti sedikit atau tidak buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, bengkak di lengan atau kaki, serta merasa lelah atau sesak napas.
  • Terjadi masalah pada jantung, seperti pembengkakan, peningkatan berat badan secara cepat, dan sesak napas.
  • Masalah hati, seperti mual, diare, sakit perut di sisi kanan atas, kelelahan, gatal, urine gelap, serta kulit atau mata menguning.

Indikasi (manfaat) Obat

Mengatasi:

  • Nyeri ketika menstruasi.
  • Pperadangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Peradangan sendi yang disebabkan gesekan pada ujung tulang penyusun sendi (osteoarthritis).
  • Peradangan kronis yang menyebabkan menutupnya celah antar ruas tulang (ankylosing spondylitis).

Diklofenak bekerja dengan cara menekan produksi zat alami dalam tubuh yang menyebabkan nyeri dan peradangan, sehingga gejala peradangan, seperti pembengkakan dan nyeri akan berkurang.

Komposisi Obat

Kalium diklofenak 50 mg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Dosis awal: 100 mg/hari.
  • Dosis awal maksimal: 150 mg/hari pada hari pertama.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Tablet ditelan secara utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan terlebih dahulu.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit alternatif. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi diklofenak. Hubungi dokter jika berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Mual.
    Minum diklofenak dengan atau setelah makan. Hindari makanan pedas.
  • Muntah atau diare.
    Minumlah banyak air atau cairan lain, terutama jika Anda sedang sakit. Hubungi dokter atau apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau kencing berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Pusing hingga merasa sekeliling seperti berputar (vertigo).
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan. Duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Sakit perut, perut kembung, dan penurunan nafsu makan.
    Hindari makanan yang menyebabkan perut bergas, seperti kacang-kacangan dan bawang. Makanlah dalam porsi kecil secara perlahan dan olahragalah secara teratur.
  • Maag.
  • Nyeri dada.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mengantuk.
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Biduran.
  • Asma.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien dengan gangguan perdarahan.
  • Pasien yang memiliki masalah pada lambung.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien yang mengalami perdarahan pada lambung atau usus.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan kondisi asma.
  • Pasien penderita penyakit hati atau ginjal.
  • Pasien yang merokok.
  • Pasien penderita masalah pada ginjal.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap kalium diklofenak.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung atau usus (tukak lambung atau usus).
  • Penderita penyakit jantung iskemik (ischaemic heart disease).
  • Pasien dengan penyakit pembuluh darah di otak, terutama arteri otak (cerebrovascular disease).
  • Pasien dengan plak menumpuk di dalam arteri yang menyalurkan darah menuju otak, organ tubuh, dan anggota tubuh (peripheral arterial disease).
  • Pasien gagal jantung (congestive heart failure).
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Erphaflam Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 4.300

Jual dan Beli Erphaflam Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Erphaflam tablet adalah obat untuk meredakan nyeri, seperti nyeri haid, nyeri setelah operasi dan sakit gigi. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk meringankan peradangan, seperti rheumatoid arthritis, arthritis, osteoarthritis, dan ankylosing spondylitis. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Obat Erphaflam mengandung zat aktif kalium diklofenak yang berfungsi untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang dan pembengkakan (peradangan). Obat ini mampu meningkatkan aktivitas harian Anda, karena mampu mengurangi rasa sakit, bengkak, dan kekakuan sendi yang disebabkan peradangan sendi atau artritis.

Informasi zat aktif :

Kalium diklofenak merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini bekerja dengan mengurangi hormon yang menyebabkan peradangan dan nyeri di tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh kalium diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara cepat dan hampir terserap seluruhnya. Penyerapan ditunda oleh makanan.
  • Distribusi: Hampir 100% terikat protein.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme jalur pertama, dengan 60% obat yang tidak berubah mencapai peredaran darah.
  • Ekskresi: Sekitar 40% sampai 60% dibuang melalui urine.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada trimester pertama dan kedua: Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Erphaflam tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga: Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Colestipol dan cholestyramine.
    Obat ini dapat menurunkan kadar dan efektivitas erphaflam dalam mengatasi peradangan.
  • Kortikosteroid dan antidepresan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI).
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan luka pada saluran pencernaan dan perdarahan.
  • Aspirin, antiplatelet, dan antikoagulan, seperti warfarin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan luka pada saluran pencernaan dan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Zidovudin.
    Penggunaan bersama zidovudin menyebabkan gangguan perdarahan.
  • Digoxin, lithium, methotrexate, pemetrexed, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan terjadinya keracunan.
  • Digoxin atau glikosida jantung.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko efek samping pada penyakit jantung.
  • Penghambat ACE, diuretik, diuretik, ciclosporin, dan tacrolimus.
    Penggunaan obat di atas bersama kalium diklofenak dapat menyebabkan tingginya kadar kalium dalam darah dan menyebabkan kerusakan ginjal.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Ruam pada kulit.
  • Terjadi tanda-tanda perut berdarah, seperti feses berdarah, batuk darah, atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Gejala flu.
  • Masalah ginjal, seperti sedikit atau tidak buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, bengkak di lengan atau kaki, serta merasa lelah atau sesak napas.
  • Terjadi masalah pada jantung, seperti pembengkakan, peningkatan berat badan secara cepat, dan sesak napas.
  • Masalah hati, seperti mual, diare, sakit perut di sisi kanan atas, kelelahan, gatal, urine gelap, serta kulit atau mata menguning.


Merek: Erphaflam
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Erlimpex
Manufacture: Erlimpex
Kemasan obat: 1 strip @ 10 tablet (50 mg)

Indikasi/Manfaat Erphaflam Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Mengatasi:

  • Nyeri ketika menstruasi.
  • Pperadangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Peradangan sendi yang disebabkan gesekan pada ujung tulang penyusun sendi (osteoarthritis).
  • Peradangan kronis yang menyebabkan menutupnya celah antar ruas tulang (ankylosing spondylitis).

Diklofenak bekerja dengan cara menekan produksi zat alami dalam tubuh yang menyebabkan nyeri dan peradangan, sehingga gejala peradangan, seperti pembengkakan dan nyeri akan berkurang.


Dosis Erphaflam Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Dewasa:

  • Dosis awal: 100 mg/hari.
  • Dosis awal maksimal: 150 mg/hari pada hari pertama.


Cara Penggunaan Erphaflam Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Tablet ditelan secara utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan terlebih dahulu.

Cara Menyimpan Erphaflam Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Erphaflam Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet) Jika:


  • Pasien yang memiliki alergi terhadap kalium diklofenak.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung atau usus (tukak lambung atau usus).
  • Penderita penyakit jantung iskemik (ischaemic heart disease).
  • Pasien dengan penyakit pembuluh darah di otak, terutama arteri otak (cerebrovascular disease).
  • Pasien dengan plak menumpuk di dalam arteri yang menyalurkan darah menuju otak, organ tubuh, dan anggota tubuh (peripheral arterial disease).
  • Pasien gagal jantung (congestive heart failure).


Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Erphaflam Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien dengan gangguan perdarahan.
  • Pasien yang memiliki masalah pada lambung.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien yang mengalami perdarahan pada lambung atau usus.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan kondisi asma.
  • Pasien penderita penyakit hati atau ginjal.
  • Pasien yang merokok.
  • Pasien penderita masalah pada ginjal.


Efek Samping Obat Erphaflam Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit alternatif. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi diklofenak. Hubungi dokter jika berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Mual.
    Minum diklofenak dengan atau setelah makan. Hindari makanan pedas.
  • Muntah atau diare.
    Minumlah banyak air atau cairan lain, terutama jika Anda sedang sakit. Hubungi dokter atau apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau kencing berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Pusing hingga merasa sekeliling seperti berputar (vertigo).
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan. Duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Sakit perut, perut kembung, dan penurunan nafsu makan.
    Hindari makanan yang menyebabkan perut bergas, seperti kacang-kacangan dan bawang. Makanlah dalam porsi kecil secara perlahan dan olahragalah secara teratur.
  • Maag.
  • Nyeri dada.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mengantuk.
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Biduran.
  • Asma.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).