Stok Habis
Enervon-C Tablet Effervescent Rasa Jeruk digunakan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Enervon-C Tablet Effervescent Rasa Jeruk (1 tube @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

Deskripsi

Enervon-C Tablet Effervescent Rasa Jeruk merupakan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh tetap terjaga serta membantu memulihkan kondisi setelah sakit. Obat ini merupakan produk konsumen yang dijual secara bebas. Obat ini mengandung vitamin C, dan multivitamin lainnya sebagai zat aktif.
Enervon-C Tablet Effervescent Rasa Jeruk (1 tube @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Lainnya
Informasi Tambahan
-
Kandungan Utama
  • Vitamin C (asam askorbat)
  • Vitamin B1 (thiamin mononitrat)
  • Vitamin B2 (riboflavin)
  • Vitamin B6 (piridoksin HCL)
  • Vitamin B12
  • Kalsium pantotenat
  • Niasinamida
Kelas Terapi
Suplemen dan multivitamin.
Klasifikasi Obat
Vitamin C.
Kemasan
1 box isi 1 tube @ 10 tablet
Produsen
Darya Varia

Indikasi (manfaat) Obat

Memenuhi kebutuhan vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin A, dan vitamin D serta memelihara kesehatan anak pada masa pertumbuhan anak.

Komposisi Obat

  • Vitamin C (asam askorbat) 1000 mg.
  • Vitamin B1 (thiamin mononitrat) 50 mg.
  • Vitamin B2 (riboflavin) 25 mg.
  • Vitamin B6 (piridoksin HCL) 10 mg.
  • Vitamin B12 5 mcg.
  • Kalsium pantotenat 20 mg.
  • Niasinamida 20 mg.

Dosis Obat

1 tablet sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi saat makan atau dalam keadaan perut kosong.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping Obat

  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada dokter atau apoteker Anda. Jika sakit kepala ini berlangsung selama lebih dari seminggu atau gejala semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Mual.
    Tanyakan apoteker apakah Anda harus minum obat dengan makanan. Hindari makanan berlemak atau gorengan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan dapat meningkatkan risiko mual. Hindari berbaring telentang saat beristirahat. Minum obat sebelum tidur untuk mencegah mual.
  • Muntah.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Diare.
    Minumlah air di siang hari agar tetap terhidrasi. Usahakan minum sekitar 2-3 liter (8-12 gelas) sehari saat Anda sakit.
  • Warna urine menjadi kuning.
  • Mengantuk.
  • Reaksi alergi, seperti gatal, ruam, biduran, atau pembengkakan pada wajah.
  • Mati rasa atau kesemutan pada lengan atau kaki.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau memiliki riwayat batu ginjal.
  • Pasien yang memiliki kelainan penyerapan zat besi.
  • Pasien yang merokok.
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid tinggi dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati.
  • Pasien penderita serangan jantung.
  • Pasien dengan penyakit kantong empedu.

Kategori Kehamilan

Kategori N: Keamanan penggunaan Enervon-C Tablet Effervescent Rasa Jeruk pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap kompoonen dalam suplemen ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Amphetamine dan benfetamin.
    Vitamin C dapat mengurangi kadar obat di atas dalam darah, sehingga membuat obat kurang efektif.
  • Bortezomib.
    Suplemen yang mengandung asam askorbat atau vitamin C dapat mengurangi efektivitas bortezomib dalam mengobati kanker.
  • Chloramphenicol.
    Chloramphenicol dapat menurunkan efektivitas vitamin B12 dalam memelihara fungsi saraf.
  • Deferoksamin.
    Menggunakan vitamin C bersama deferoksamine dapat menyebabkan masalah jantung dan katarak.
  • Methamphetamine.
    Vitamin C dapat mengurangi kadar methamphetamine dalam darah, sehingga membuat obat kurang efektif dalam mengobati kondisi Anda.
  • Levodopa.
    Penggunaan levodopa bersama vitamin B1 dan vitamin B6 dapat mengurangi efek terapi levodopa dalam mengatasi kejang.
  • Phenobarbital.
    Phenobarbital dapat meningkatkan kecepatan tubuh memecah vitamin B2, sehingga kadar vitamin B2 dalam darah akan meningkat. Kelebihan kadar vitamin B2 dapat menyebabkan urine berwarna kuning oranye.
  • Probenesid.
    Probenesid dapat meningkatkan jumlah vitamin B2 di dalam tubuh, sehingga mungkin menyebabkan terlalu banyak vitamin B2 (riboflavin) di dalam tubuh.
  • Obat yang mempengaruhi saraf (antikolinergik).
    Penggunaan antikolinergik ini dengan vitamin B2 dapat meningkatkan kadar vitamin B2 yang diserap tubuh.
  • Altretamin.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat kemoterapi ini dapat mengurangi keefektifannya, terutama bila juga dikombinasikan dengan obat kemoterapi cisplatin.
  • Barbiturat.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat yang bertindak sebagai depresan sistem saraf pusat (barbiturat) dapat menurunkan durasi dan intensitas obat.
  • Neomisin, kloramfenikol, asam aminosalisilat, dan antagonis reseptor H2.
    Obat di atas dapat mengurangi penyerapan vitamin B12.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sesak napas.
  • Ruam atau gatal-gatal pada kulit.
  • Penyakit kuning (menguningnya kulit atau mata).
  • Sedikit atau tidak dapat buang air kecil.
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau bagian tubuh lainnya.
  • Mengi atau kesulitan bernapas.
Sesuai kemasan per Februari 2020
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Enervon-C Tablet Effervescent Rasa Jeruk (1 tube @ 10 Tablet)