SehatQ
SehatQ Profile
Domperidone Tablet adalah obat untuk membantu menghentikan rasa mual atau muntah

Domperidone Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 6.000

Jumlah Produk
1

Tersedia 1 Penjual

Apotek Abe Farma
Rp 6.000
Apotek Abe Farma
Kota Tangerang13.69 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Domperidone Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk
membantu menghentikan rasa mual atau muntah.
membantu meningkatkan kontraksi usus dan lambung.
mengobati mual dan muntah yang terjadi karena obat untuk parkinson.

selain meningkatkan pergerakan makanan melalui perut dan saluran pencernaan, domperidone juga bekerja dengan memblokir aksi bahan kimia di otak yang menyebabkan rasa mual dan muntah. dengan cara ini rasa kembung dan gangguan pencernaan akan berkurang.

Informasi zat aktif :

Domperidone merupakan obat untuk mengurangi rasa mual dan muntah. Obat ini merupakan obat antiemetik. Domperidone dapat meningkatkan pergerakan usus dan lambung dalam mencerna makanan, sehingga dapat mengurangi rasa mual dan muntah.

Selain itu, domperidone juga dapat mengatasi mual dan muntah karena kemoterapi kanker, radioterapi, serta penggunaan obat digitalis, levodopa, dan bromokriptin lebih dari 12 minggu. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan mual akibat mengonsumsi obat untuk mengobati penyakit Parkinson, yaitu gangguan sistem saraf yang memengaruhi koordinasi gerakan.

Domperidone juga dapat digunakan untuk meredakan gejala gangguan pencernaan atau dispepsia.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Domperidone tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Azithromycin, roksitromisin, dan obat yang memicu perlambatan denyut jantung (bradikardia) dan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
    Penggunaan domperidone dengan obat-obatan di atas dapat menyebabkan gangguan irama jantung.
  • Protease inhibitor, antijamur azol sistemik, klaritromisin, telitromisin, nefazodon, diltiazem, verapamil, dofetilid, amiodaron, haloperidol, pimozid, citalopram, eritromisin, levofloksasin, pentamidin, halofantrin, lumefantrin, cisapride, dolasetron, mizolastin, mequitazin, toremifen, vandetanib, vincamin, dan beprid.
    Penggunaan domperidone dengan obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
  • Bromikriptin.
    Domperidone dapat melawan efek bromokriptin, sehingga dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan produksi ASI.
  • Antasida atau agen antisekretori.
    Domperidone dapat menurunkan efektivitas antasida dalam menurunkan asam lambung.
  • Levodopa.
    Domperidone dapat meningkatkan konsentrasi levodopa dalam plasma, sehingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping, seperti pusing, mual, dan muntah.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Domperidone Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Domperidone
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (10 mg)
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Domperidone merupakan obat untuk mengurangi rasa mual dan muntah. Obat ini merupakan obat antiemetik. Domperidone dapat meningkatkan pergerakan usus dan lambung dalam mencerna makanan, sehingga dapat mengurangi rasa mual dan muntah.

Selain itu, domperidone juga dapat mengatasi mual dan muntah karena kemoterapi kanker, radioterapi, serta penggunaan obat digitalis, levodopa, dan bromokriptin lebih dari 12 minggu. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan mual akibat mengonsumsi obat untuk mengobati penyakit Parkinson, yaitu gangguan sistem saraf yang memengaruhi koordinasi gerakan.

Domperidone juga dapat digunakan untuk meredakan gejala gangguan pencernaan atau dispepsia.

Indikasi (manfaat)

  • Membantu menghentikan rasa mual atau muntah.
  • Membantu meningkatkan kontraksi usus dan lambung.
  • Mengobati mual dan muntah yang terjadi karena obat untuk Parkinson.

Selain meningkatkan pergerakan makanan melalui perut dan saluran pencernaan, domperidone juga bekerja dengan memblokir aksi bahan kimia di otak yang menyebabkan rasa mual dan muntah. Dengan cara ini rasa kembung dan gangguan pencernaan akan berkurang.

Komposisi

Domperidone 10 mg.

Dosis

  • Dewasa: 10 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak berusia di bawah 12 tahun dengan berat badan di bawah 35 kg: 250 mcg/kgBB sebanyak tiga hari/hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi pada saat perut kosong, atau 15-30 menit sebelum makan dan menjelang tidur malam.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet atau manisan bebas gula.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Pingsan.
    Jika Anda mengalami efek samping di atas, segera hubungi dokter.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Payudara bengkak atau nyeri saat ditekan, perubahan menstruasi, produksi ASI tidak biasa, atau kulit ruam dan gatal.
    Jika Anda mengalami efek samping di atas, segera hubungi dokter.
  • Gatal atau biduran.
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Kejang.
  • Cemas dan mengantuk.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Bayi berusia 1 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan riwayat pribadi atau keluarga mengalami kanker payudara.
  • Pasien dengan faktor risiko kematian jantung mendadak, misalnya pasien dengan riwayat keluarga penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kencing manis (diabetes melitus), obesitas, merokok, dan pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal ringan.
  • Anak-anak berusia di bawah 12 tahun.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien yang memiliki masalah pada jantung, seperti pasien dengan gangguan irama jantung.
  • Pasien dengan kondisi motilitas lambung membahayakan, misalnya pasien yang mengalami perdarahan dan penyumbatan (obstruksi) pada saluran pencernaan.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Domperidone tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap domperidone.
  • Pasien penderita gangguan hati sedang hingga berat.
  • Pasien yang mengonsumsi obat ketoconazole, erythromycin, protease inhibitor, atau nefazodon.
  • Tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang.
  • Pasien yang memiliki tumor jinak pada kelenjar hipofisis (pituitary) yang terletak pada bagian dasar otak (prolaktinomia).
  • Pasien yang memiliki gangguan elektrolit, seperti pasien dengan kadar kalium rendah dalam darah (hipokalemia) dan penurunan kadar magnesium dalam darah (hipomagnesemia).

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Azithromycin, roksitromisin, dan obat yang memicu perlambatan denyut jantung (bradikardia) dan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
    Penggunaan domperidone dengan obat-obatan di atas dapat menyebabkan gangguan irama jantung.
  • Protease inhibitor, antijamur azol sistemik, klaritromisin, telitromisin, nefazodon, diltiazem, verapamil, dofetilid, amiodaron, haloperidol, pimozid, citalopram, eritromisin, levofloksasin, pentamidin, halofantrin, lumefantrin, cisapride, dolasetron, mizolastin, mequitazin, toremifen, vandetanib, vincamin, dan beprid.
    Penggunaan domperidone dengan obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
  • Bromikriptin.
    Domperidone dapat melawan efek bromokriptin, sehingga dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan produksi ASI.
  • Antasida atau agen antisekretori.
    Domperidone dapat menurunkan efektivitas antasida dalam menurunkan asam lambung.
  • Levodopa.
    Domperidone dapat meningkatkan konsentrasi levodopa dalam plasma, sehingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping, seperti pusing, mual, dan muntah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Domperidone Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 6.000