Domestrium Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Domestrium Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk membantu meningkatkan kontraksi usus dan lambung. mengobati mual dan muntah yang terjadi karena penggunaan obat kemoterapi. membantu menghentikan rasa mual atau muntah karena penyakit tertentu.
Domestrium Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Domperidone
Kelas Terapi
-
Klasifikasi Obat
-
Kemasan
1 Strip @ 10 Tablet
Produsen
Samco Farma

Informasi Zat Aktif

Domperidone merupakan obat untuk mengurangi rasa mual dan muntah. Obat ini merupakan obat antiemetik. Domperidone dapat meningkatkan pergerakan usus dan lambung dalam mencerna makanan, sehingga dapat mengurangi rasa mual dan muntah.

Selain itu, domperidone juga dapat mengatasi mual dan muntah karena kemoterapi kanker, radioterapi, serta penggunaan obat digitalis, levodopa, dan bromokriptin lebih dari 12 minggu. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan mual akibat mengonsumsi obat untuk mengobati penyakit Parkinson, yaitu gangguan sistem saraf yang memengaruhi koordinasi gerakan.

Domperidone juga dapat digunakan untuk meredakan gejala gangguan pencernaan atau dispepsia.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Membantu meningkatkan kontraksi usus dan lambung.
  • Mengobati mual dan muntah yang terjadi karena penggunaan obat kemoterapi.
  • Membantu menghentikan rasa mual atau muntah karena penyakit tertentu.

Komposisi Obat

Domperidone 10 mg

Dosis Obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

Mual dan muntah.

  • Dewasa: 10 mg sebanyak 3 kali/hari. Dosis maksimal 30 mg setiap hari. Durasi pengobatan maksimal 7 hari.
  • Anak-anak berusia di atas 12 tahun dengan BB kurang dari 35 kg: 0,25 mg/kg BB sebanyak 3 kali/hari. Dosis maksimal 0,75 mg/kg BB/hari.
  • Anak-anak berusia di atas 12 tahun dengan BB lebih dari 35 kg: Sama dengan dosis dewasa.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi pada saat perut kosong, atau 15-30 menit sebelum makan dan menjelang tidur malam.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan domperidone, antara lain:

  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Mulut kering.
  • Kejang.
  • Biduran (urtikaria).
  • Gangguan irama jantung.

Efek samping yang sering terjadi akibat overdosis penggunaan domperidone, yaitu:

  • Pusing
  • Kesulitan dalam berbicara.
  • Disorientasi
  • Pingsan
  • Detak jantung tak teratur.
  • Kehilangan keseimbangan atau kontrol otot.

Efek samping yg jarang terjadi, tetapi serius, yaitu:

  • Hilangnya keseimbangan atau kontrol otot.
  • Pembengkakan mulut.
  • Detak jantung atau denyut jantung yang cepat, tidak teratur, atau berdebar.
  • Pembengkakan wajah, tangan, kaki bagian bawah, atau kaki.

Hubungi dokter jika efek samping tidak mereda atau menjadi lebih buruk

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan domperidone pada:

  • Bayi berusia 1 tahun ke bawah.
  • Penderita gangguan hati dan ginjal ringan.
  • Anak-anak berusia di bawah 12 tahun.
  • Penderita masalah pada jantung, seperti gangguan irama jantung.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien dengan riwayat pribadi atau keluarga mengalami kanker payudara.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien yang memiliki faktor risiko kematian jantung mendadak, misalnya memiliki riwayat keluarga penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kencing manis (diabetes melitus), dan obesitas, serta merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Pasien dengan kondisi motilitas lambung membahayakan, misalnya mengalami perdarahan dan penyumbatan (obstruksi) pada saluran pencernaan.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi, seperti:

  • Alergi terhadap domperidone.
  • Gangguan hati sedang hingga berat.
  • Penderita gangguan elektrolit, seperti pasien dengan kadar kalium rendah dalam darah (hipokalemia) dan kadar magnesium rendah dalam darah (hipomagnesemia).
  • Mengonsumsi obat ketoconazole, erythromycin, protease inhibitor, atau nefazodon.
  • Memiliki tumor jinak pada kelenjar hipofisis (pituitary) yang terletak pada bagian dasar otak (prolaktinomia).
  • Tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Domperidone dapat mengalami interaksi dengan obat:

  • Antasida atau agen antisekretori.
    Penggunaan bersama domperidone dapat menurunkan efektivitas antasida dalam menurunkan asam lambung.
  • Protease inhibitor, antijamur azol sistemik, klaritromisin, telitromisin, nefazodon, diltiazem, verapamil, dofetilid, amiodaron, haloperidol, pimozid, citalopram, eritromisin, levofloksasin, pentamidin, halofantrin, lumefantrin, cisapride, dolasetron, mizolastin, mequitazin, toremifen, vandetanib, vincamin, dan beprid.
    Penggunaan domperidone dengan obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
  • Levodopa.
    Penggunaan bersama domperidone dapat meningkatkan konsentrasi levodopa dalam plasma, sehingga meningkatkan risiko efek samping, seperti pusing, mual, dan muntah.
  • Azithromycin, roksitromisin, serta obat yang memicu perlambatan denyut jantung (bradikardia) dan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
    Penggunaan domperidone dengan obat-obatan di atas dapat menyebabkan gangguan irama jantung.
  • Bromikriptin.
    Penggunaan bersama domperidone dapat melawan efek bromokriptin, sehingga dapat mengganggu siklus menstruasi dan produksi ASI.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Domestrium Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)