SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Stok Habis
Dolodon Kaplet adalah obat untuk meredakan rasa sakit ringan hingga sedang.

Dolodon Kaplet 500 mg (10 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0
Stok HabisCari produk lain dikategoriSakit Kepalaataulihat selengkapnya dari Dolodon

logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Dolodon Kaplet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung asam mefenamat 500 mg.. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Dolodon Kaplet 500 mg (10 Strip @ 10 Kaplet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Asam mefenamat.
Kelas Terapi
Analgesik dan antiinflamasi.
Klasifikasi
Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan

1 box isi 10 strip @ 10 kapsul (500 mg)

Produsen
Mecosin Indonesia

Informasi Zat Aktif

Asam mefenamat bekerja dengan menghambat enzim cyclooxygenase-1 dan 2 yang memproduksi prostaglandin, yaitu senyawa penyebab rasa sakit dan peradangan.

Berdasarkan cara kerja obat dalam tubuh, asam mefenamat memiliki status seperti:

  • Absorbsi: Diserap cepat dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urin 52% dan tinja 20%.

Indikasi (manfaat)

Membantu meringankan nyeri ringan hingga sedang, seperti:

Asam mefenamat memiliki sifat analgesik atau meringankan rasa nyeri, antipiretik atau menurunkan demam, dan antiinflamasi atau meredakan peradangan.

Komposisi

Asam mefenamat 500 mg.

Dosis

Dewasa dan anak-anak berusia 14 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 500 mg.
  • Dosis lanjutan: 250 mg/6 jam.
    Obat dapat dikonsumsi maksimal selama 7 hari.

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi bersama makanan atau sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda lebih relaks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih relaks.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering. Kompreslah perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Gejala dehidrasi adalah penurunan frekuensi buang air kecil, serta air seni berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari makanan pedas.
  • Diare.
  • Insomnia atau kesulitan tidur.
  • Perut kembung.
  • Sesak napas.
  • Ruam.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Risiko gangguan jantung dapat meningkat seiring dengan lama penggunaan obat. Pasien dengan riwayat gangguan jantung memiliki risiko kambuh lebih besar.
  • Pasien dengan kadar lipid atau lemak dalam darah tinggi (hiperlipidemia).
  • Penggunaan bersama obat antiinflamasi nonsteroid, seperti meloxicam dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung, serangan jantung (infark miokard), maupun stroke yang dapat berakibat fatal.
  • Pasien yang mengalami penurunan jumlah darah dan cairan dalam tubuh secara drastis (hipovolemia).
  • Dapat meningkatkan kadar enzim yang membantu hati mencerna lemak, yaitu SGOT atau SGPT.
  • Pasien penderita gagal ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Risiko pada sistem pembuluh darah.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Dolodon Kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.


Kategori D (pada trimester 3 dan menjelang persalinan): Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap asam mefenamat.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Wanita hamil pada trimester terakhir.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal yang berat.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus 12 jari (ulkus duodenum).
  • Pasien yang mengalami peradangan pada usus besar (gastritis).
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang mengalami pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma).
  • Pasien penderita peradangan di rongga hidung akibat reaksi alergi (rhinitis alergi).
  • Pasien penderita penyakit biduran (urtikaria).
  • Pasien yang menggunakan obat golongan nonsteroid karena dapat menyebabkan terjadinya sensititvitas silang (cross sensitivity), yaitu reaksi kepekaan terhadap suatu zat yang memiliki struktur kimia yang sama.
  • Pasien yang mengalami nyeri setelah operasi arteri koroner (coronary artery bypass graft).
  • Pasien dengan riwayat pendarahan pada saluran pencernaan akibat penggunaan obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan golongan aintiinflamasi non-steroid (NSAID).

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat diuretik, atau untuk meningkatkan pengeluaran urine, seperti furosemid dan hidroklortiazid.
    Penggunaan bersama asam mefenamat dapat menurunkan efek obat diuretik.
  • Ciclosporin dan takrolimus.
    Penggunaan bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal (nefrotoksisitas).
  • Digoxin dan metotreksat.
    Asam mefenamat dapat meningkatkan serum digoxin dan metotreksat, sehingga turut meningkatkan risiko keracunan.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi) golongan ACE inhibitor, antagonis angiotensin II, dan beta blocker.
    Asam mefenamat dapat mengurangi efek obat-obatan di atas.
  • Obat pereda peradangan nonsteroid lain atau salisilat, seperti aspirin dan obat penghambat proses pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Penggunaan asam mefenamat bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Lithium.
    Penggunaan asam mefenamat bersama lithium akan meningkatan kadar lithium dalam plasma dan penurunan ekskresi lithium pada ginjal, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti muntah, masalah koordinasi, diare, dan otot lemah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera konstulasikan dengan dokter jika Anda mengalami:

  • Gusi berdarah.
  • Muntah darah.
  • Penglihatan kabur.
  • Rasa terbakar di dada atau perut.
  • Nyeri dada.
  • Tinja berwarna tanah liat.
  • Urine keruh.
  • Kebingungan.
  • Sembelit.
  • Batuk atau suara serak.
  • Sulit bernapas.
  • Sulit menelan.
  • Pusing.
  • Kelelahan ekstrim.
  • Demam.
  • Sering buang air kecil.
  • Detak jantung tidak teratur.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Membantu meringankan nyeri ringan hingga sedang, seperti:Sakit kepala.Sakit gigi.Nyeri haid.Nyeri otot dan sendi.Nyeri karena trauma.Nyeri setelah operasi.Nyeri setelah pencabutan gigi.Asam mefenamat memiliki sifat analgesik atau meringankan rasa nyeri, antipiretik atau menurunkan demam, dan antiinflamasi atau meredakan peradangan.

Dewasa dan anak-anak berusia 14 tahun ke atas: Dosis awal: 500 mg.Dosis lanjutan: 250 mg/6 jam.Obat dapat dikonsumsi maksimal selama 7 hari.

Sebaiknya dikonsumsi bersama makanan atau sesudah makan.

Sakit kepala.Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda lebih relaks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih relaks.Sakit perut.Istirahatkan tubuh Anda. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering. Kompreslah perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.Muntah.Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Gejala dehidrasi adalah penurunan frekuensi buang air kecil, serta air seni berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari makanan pedas.Diare.Insomnia atau kesulitan tidur.Perut kembung.Sesak napas.Ruam.

Nama Produk

Dolodon Kaplet 500 mg (10 Strip @ 10 Kaplet)