SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Diprosta Krim 10 g


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Diprosta Krim 10 g adalah obat untuk membantu mengatasi: penyakit kulit kronis yang membuat kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah (dermatitis atopik) peradangan kulit karena terpapar zat penyebab iritasi atau alergi, seperti bahan kimia pada kosmetik dan tanaman beracun (dermatitis kontak) peradangan kulit akibat kekurangan aliran darah kronis di pembuluh darah vena pada bagian bawah tungkai (dermatitis statis) kondisi kulit kemerahan dan mengelupas pada area tubuh yang luas (dermatitis eksfoliatif) penyakit kulit kronis yang dimulai dengan bercak kulit yang terasa gatal (neurodermatitis) peradangan pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir (lichen planus). peradangan pada kulit yang ditandai dengan kulit ruam, kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas (psoriasis) gatal yang hebat, baik akut maupun kronis pada daerah anogenital (pruritus anogenital) peradangan kulit yang menimbulkan rasa gatal (eksema) peradangan pada lipatan tubuh
Diprosta Krim 10 g
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Betamethasone dan gentamycin.
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 1 tube @ 10 g
Produsen
Konimex

Informasi Zat Aktif

Betamethasone termasuk dalam golongan kortikosteroid yang dapat meringankan gejala peradangan pada kulit. Obat ini bekerja aktif dengan pengaplikasian langsung di kulit, serta menghasilkan respons yang cepat dan berkelanjutan pada peradangan kulit atau dermatosis inflamasi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, betamethasone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Penyerapan betamethasone bergantung pada beberapa faktor, misalnya penggunaan pembalut oklusif dan kondisi epidermis.
  • Distribusi: Betamethasone didistribusikan dengan cepat ke seluruh jaringan tubuh, melintasi plasenta, masuk ke dalam ASI dalam jumlah kecil. Ikatan protein plasma bertindak secara luas (ekstensif) terutama untuk globulin.
  • Metabolisme: Betamethasone dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Betamethasone diekskresikan melalui urine dan empedu.

Gentamicin merupakan antibakteri golongan aminoglikosida yang dapat menghambat dan menghentikan pertumbuhan bakteri. Cara kerja obat ini adalah dengan mengganggu sintesis protein bakteri, sehingga bakteri penyebab infeksi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, gentamicin sulfate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Penyerapan pada seluruh tubuh (sistemik) setelah diaplikasikan pada kulit untuk pasien luka bakar.

Indikasi (manfaat)

Membantu mengatasi:

  • Penyakit kulit kronis yang membuat kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah (dermatitis atopik)
  • Peradangan kulit karena terpapar zat penyebab iritasi atau alergi, seperti bahan kimia pada kosmetik dan tanaman beracun (dermatitis kontak)
  • Peradangan kulit akibat kekurangan aliran darah kronis di pembuluh darah vena pada bagian bawah tungkai (dermatitis statis)
  • Kondisi kulit kemerahan dan mengelupas pada area tubuh yang luas (dermatitis eksfoliatif)
  • Penyakit kulit kronis yang dimulai dengan bercak kulit yang terasa gatal (neurodermatitis)
  • Peradangan pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir (lichen planus).
  • Peradangan pada kulit yang ditandai dengan kulit ruam, kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas (psoriasis)
  • Gatal yang hebat, baik akut maupun kronis pada daerah anogenital (pruritus anogenital)
  • Peradangan kulit yang menimbulkan rasa gatal (eksema)
  • Peradangan pada lipatan tubuh

Komposisi

Tiap 1 g:

  • Betamethasone 0,5 mg.
  • Gentamisin 1 mg.

Dosis

Oleskan 3-4 kali/hari.

Aturan pakai

Dioleskan pada bagian kulit yang sakit.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Rasa terbakar pada kulit.
    Rasa terbakar dan perih ini mungkin terjadi dalam beberapa hari pertama, tetapi biasanya membaik setelahnya.
  • Gatal.
  • Kulit kering.
  • Warna kulit tidak normal (hipopigmentasi).
  • Pemakaian pembalut oklusif dapat meningkatkan kerusakan pada kulit, seperti melepuh, mengelupas, penipisan kulit (atropi kulit), stretch marks, dan biang keringat (miliaria).
  • Iritasi.
  • Peradangan pada folikel rambut (folikulitis).
  • Pertumbuhan rambut berlebihan hingga dapat menutupi wajah (hipertrikosis).

Bila efek samping ini memburuk atau terasa mengganggu, hubungi dokter atau apoteker.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu 25 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Anak-anak berusia 2 tahun ke bawah.
  • Setelah mengaplikasikan krim ini, jangan tutup rapat kulit dengan pembalut kasa.
  • Hindari penggunaan dalam jangka panjang dan pada bagian kulit yang luas.
  • Hindari terkena mata dan membran mukosa lainnya.
  • Hati-hati penggunaan pada ibu hamil dan menyusui.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Diprosta krim pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan penyakit kulit yang timbul akibat serangan virus HSV (herpes simplek) dan cacar air, serta penyakit kulit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis (tuberkulosis kulit).
  • Pasien yang mengalami kondisi rongga rektum terisi nanah yang muncul di sekitar anus (perianal).
  • Pasien yang mengalami gatal pada alat kelamin.
  • Pasien yang mengalami ruam popok.
  • Pasien yang terkena penyakit akibat infeksi virus.
  • Pasien penderita infeksi jamur.
  • Pasien dengan kondisi kulit kemerahan, timbul bintil yang padat atau berisi nanah, dan pembuluh darah menjadi tampak jelas (rosacea).
  • Pasien yang memiliki jerawat atau acne vulgaris.
  • Pasien yang mengalami peradangan berupa ruam gatal kemerahan pada kulit (dermatitis).

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Cisplatin
  • Heparin
  • Cepalotin
  • Cyclosporine
  • Dimenhidramin
  • Indometachin

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Diprosta Krim 10 g