SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Diltiazem Tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dada (angina pektoris)

Diltiazem Tablet 30 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 31.500


Tersedia 4 Penjual

Urutkan
Apotek Seni Budaya
Rp 33.000
Apotek Seni BudayaKota Jakarta Barat
5.56 km
Apotek Putih
Rp 37.000
Apotek PutihJakarta Selatan
7.06 km
Apotek Manjur Sehat Pantai Indah Kapuk
Rp 40.000
Apotek Manjur Sehat Pantai Indah KapukKota Jakarta Utara
9.93 km
Apotek Asyifa Cilangkap
Rp 31.500
Apotek Asyifa CilangkapKota Depok
30.25 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Diltiazem tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dada (angina pektoris), tekanan darah tinggi (hipertensi), dan gangguan irama jantung (aritmia). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Zat aktif diltiazem termasuk dalam kelas obat penghambat saluran kalsium. Obat ini bekerja dengan merelaksasi pembuluh darah, sehingga jantung tidak harus memompa terlalu keras. Dengan begitu, suplai darah dan oksigen ke jantung akan meningkat.

Jika memiliki tekanan darah tinggi, mengonsumsi diltiazem juga akan membantu mencegah penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke di masa mendatang.

Obat ini merupakan obat keras, sehingga membutuhkan resep dokter untuk penggunaannya.

Diltiazem Tablet 30 mg (10 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Diltiazem HCl
Kelas Terapi

Sistem Kardiovaskular

Klasifikasi

Antihipertensi

Kemasan

1 box isi 10 strip @ 10 tablet (30 mg)

Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Diltiazem merupakan obat salah satu pilihan obat yang direkomendasikan untuk mengobati pasien hipertensi dengan nyeri dada (angina). Dengan berolahraga secara rutin akan menurunkan risiko serangan angina. Diltiazem termasuk golongan calcium channel blocker. Obat ini menghambat masuknya kalsium dengan berikatan pada kanal kalsium L-type pada jantung dan otot polos dari pembuluh darah koroner dan arteri perifer.

Indikasi (manfaat)

  • Mengatasi nyeri dada (angina pektoris).
  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mengobati gangguan irama jantung (aritmia).

Diltiazem bekerja dengan memengaruhi pergerakan kalsium ke dalam sel-sel jantung dan pembuluh darah. Sehingga, diltiazem dapat melemaskan pembuluh darah dan meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung sekaligus mengurangi beban kerjanya.

Komposisi

Diltiazem 30 mg.

Dosis

  • Nyeri dada (angina pektoris): 100 mg/hari, jika tidak ada perubahan atau kondisi tidak membaik dosis dapat ditingkatkan hingga 200 mg/hari.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi): 100-200 mg/hari.
  • Gangguan irama jantung (aritmia): 60 mg sebanyak 3 kali/hari, pada usia lanjut dosis diberikan sebanyak 2 kali/hari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 360 mg/hari sesuai kondisi medis dan usia pasien.

Aturan pakai

DIkonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit perut dan gangguan saluran pencernaan.
    Cobalah untuk beristirahat, dan mengonsumsi makanan dengan porsi yang lebih sedikit dari biasanya, serta dapat menggunakan handuk hangat atau botol air yang berisi air hangat ke atas perut untuk meringankan rasa sakitnya. Namun, jika Anda merasa sangat kesakitan, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Cobalah beristirahat dan meminum banyak air. Jangan minum terlalu banyak alkohol dan berkonsultasi kepada apoteker atau dokter untuk merokendasikan obat mengatasi nyeri. Sakit kepala dapat hilang setelah saatu minggu mengonsumsi diltiazem.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Cobalah makan lebih banyak makanan berserat tinggi seperti buah segar, sayuran dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah berolahraga secara teratur, misalnya dengan berjalan kaki atau berlari setiap hari. Namun, jika Anda merasa sangat kesakitan, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing dan kepala berat.
    Hentikan seluruh aktivitas dan cobalah untuk duduk atau berbaring. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Lelah dan lemas.
    Cobalah meminum banyak air dan jangan minum terlalu banyak alkhol. Segera konsultasi pada dokter jika efek samping tidak hilang setelah satu minggu.
  • Kulit kemerahan.
    Hentikan konsumsi kopi, teh, dan alkohol. Jaga temperatur ruangan agar tetap sejuk dan dapat menggunakan kipas angin. Anda juga dapat semprotkan wajah Anda dengan air dingin atau meminum air dingin. Kulit kemerahan dapat hilang dalam beberapa hari. Jika belum membaik atau semakin memburuk, segeralah konsultasikan kepada dokter Anda.
  • Kulit terasa panas.
    Dapat menggunakan kain yang dingin pada kulit, mandi dengan air dingin dan jika Anda memiliki kulit gatal, gunakan pelembab yang tidak beraroma secara teratur.
  • Penyumbatan atrioventricular (atrioventricular block).
  • Peningkatan serum alkaline phosphatase (ALP), glutamic oxaloacetic transaminase (GOT), dan glutamic pyruvic transaminase (GPT) di hati.
  • Detak jantung yang lebih lambat dari biasanya (bradikardi).

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Kurangi dosis pada pasien yang memiliki gangguan fungsi hati, ginjal, gagal jantung, detak jantung yang lambat (bradikardi berat), dan penyumbatan atrioventricular (atrioventricular block) derajat satu.
  • Pasien dengan gejala tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Ibu menyusui.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Diltiazem tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita penyakit ginjal dan hati.
  • Pasien penderita gangguan hati atau masalah pada detak jantung.
  • Pasien penderita penyakit kelainan darah (porfiria).
  • Pasien penderita tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Wanita hamil atau wanita yang berencana untuk hamil.
  • Ibu menyusui.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Atorvastatin, fluvastatin, simvastatin.
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan risiko kelainan otot (miopati) dan kerusakan atau kematian otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Obat untuk mengatasi berbagai kondisi jantung (beta blocker).
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan risiko detak jantung lambut (bradikardi) dan tanda dari gagal jantung.
  • Ivabradin.
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan risiko jantung berdetak lebih lambat (bradikaradi).
  • Amiodaron, digoxin, dan clonidin.
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan risiko jantung berdetak lebih lambat (bradikaradi), dan penyumbatan atrioventricular (atrioventricular block).
  • Cimetidine.
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan konsentrasi atau kadar dari cimetidine.
  • Rifampicin.
    Penggunaan bersama diltiazem menurunkan konsentrasi atau kadar dari rifampicin.
  • Obat pengencer darah (antiplatelet).
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan efek obat antiplatelet sehingga meningakatkan risiko perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Nomor Izin Edar

GKL9005007310A1 (Dexa Medica)
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Mengatasi nyeri dada (angina pektoris).Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).Mengobati gangguan irama jantung (aritmia).Diltiazem bekerja dengan memengaruhi pergerakan kalsium ke dalam sel-sel jantung dan pembuluh darah. Sehingga, diltiazem dapat melemaskan pembuluh darah dan meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung sekaligus mengurangi beban kerjanya.

Nyeri dada (angina pektoris): 100 mg/hari, jika tidak ada perubahan atau kondisi tidak membaik dosis dapat ditingkatkan hingga 200 mg/hari.Tekanan darah tinggi (hipertensi): 100-200 mg/hari.Gangguan irama jantung (aritmia): 60 mg sebanyak 3 kali/hari, pada usia lanjut dosis diberikan sebanyak 2 kali/hari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 360 mg/hari sesuai kondisi medis dan usia pasien.

DIkonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Sakit perut dan gangguan saluran pencernaan.Cobalah untuk beristirahat, dan mengonsumsi makanan dengan porsi yang lebih sedikit dari biasanya, serta dapat menggunakan handuk hangat atau botol air yang berisi air hangat ke atas perut untuk meringankan rasa sakitnya. Namun, jika Anda merasa sangat kesakitan, segera hubungi dokter Anda.Sakit kepala.Cobalah beristirahat dan meminum banyak air. Jangan minum terlalu banyak alkohol dan berkonsultasi kepada apoteker atau dokter untuk merokendasikan obat mengatasi nyeri. Sakit kepala dapat hilang setelah saatu minggu mengonsumsi diltiazem.Kesulitan buang air besar (konstipasi).Cobalah makan lebih banyak makanan berserat tinggi seperti buah segar, sayuran dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah berolahraga secara teratur, misalnya dengan berjalan kaki atau berlari setiap hari. Namun, jika Anda merasa sangat kesakitan, segera hubungi dokter Anda.Pusing dan kepala berat.Hentikan seluruh aktivitas dan cobalah untuk duduk atau berbaring. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin.Lelah dan lemas.Cobalah meminum banyak air dan jangan minum terlalu banyak alkhol. Segera konsultasi pada dokter jika efek samping tidak hilang setelah satu minggu.Kulit kemerahan.Hentikan konsumsi kopi, teh, dan alkohol. Jaga temperatur ruangan agar tetap sejuk dan dapat menggunakan kipas angin. Anda juga dapat semprotkan wajah Anda dengan air dingin atau meminum air dingin. Kulit kemerahan dapat hilang dalam beberapa hari. Jika belum membaik atau semakin memburuk, segeralah konsultasikan kepada dokter Anda.Kulit terasa panas.Dapat menggunakan kain yang dingin pada kulit, mandi dengan air dingin dan jika Anda memiliki kulit gatal, gunakan pelembab yang tidak beraroma secara teratur.Penyumbatan atrioventricular (atrioventricular block).Peningkatan serum alkaline phosphatase (ALP), glutamic oxaloacetic transaminase (GOT), dan glutamic pyruvic transaminase (GPT) di hati.Detak jantung yang lebih lambat dari biasanya (bradikardi).

Nama Produk

Diltiazem Tablet 30 mg (10 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 33.000