Stok Habis
Diadium tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi diare

Diadium Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 168.800

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Diadium tablet adalah obat untuk mengobati diare, misalnya diare saat sedang bepergian atau pada penderita radang usus. Diare dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Gejala dehidrasi, antara lain penurunan frekuensi buang air kecil, rasa haus ekstrim, kram otot, merasa lemah, hingga pingsan.

Diadium tablet mengandung zat aktif loperamide hidroklorida. Loperamide bekerja dengan cara memperlambat gerakan usus dan membuat feses menjadi lebih padat. Dengan mengonsumsi obat ini, frekuensi buang air besar pun dapat berkurang.

Diadium tablet merupakan obat keras. Jadi, untuk mendapatkan obat ini perlu menggunakan resep asli dokter.

Informasi zat aktif :

Loperamide bekerja langsung pada dinding usus untuk mengurangi gerak peristaltik atau gerakan mendorong makanan di usus, memperpanjang waktu transitnya, serta meningkatkan penyerapan ulang air dan elektrolit. Hal inilah yang menyebabkan frekuensi buang air besar menurun.

Berdasarkan cara kerja obat dalam tubuh, loperamide memiliki status seperti :

  • Absorbsi: Diserap buruk di saluran pencernaan.
  • Distribusi: Tidak terdistribusi dengan baik ke otak. Memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Hampir sepenuhnya dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Diadium tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Ketokonazol, itrakonazol, dan kuinidin.
    Dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi obat dalam tubuh.
  • Desmopresin oral.
    Dapat meningkatkan efektivitas obat di atas dalam mengendalikan urine.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kehilangan selera makan.
  • Sembelit.
  • Kembung.
  • Sakit perut parah.
  • Ruam kulit.
  • Mulut kering.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Membantu mengatasi diare akut.
  • Mengurangi jumlah cairan atau feses pada pasien yang menjalani prosedur ileostomy, yaitu proses bedah perut untuk membantu membuang sisa makanan pada penderita gangguan fungsi usus besar. .

Loperamide hanya digunakan untuk mengobati gejala diare. Obat ini tidak bisa mengatasi penyebab diare, misalnya infeksi.

Komposisi Obat

Loperamid hidroklorida 2 mg.

Dosis Obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

Diare akut.

  • Dosis awal: 2 tablet, disertai 1 tablet setiap buang air besar.

Diare kronis

  • Dosis awal: 3 tablet, sesuaikan 1-2 tablet hingga konsistensi feses lebih padat.
  • Dosis maksimal: 8 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Mulut kering.
  • Konstipasi.
  • Nyeri perut.
  • Muntah
    Minumlah banyak cairan, seperti air untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Mual
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu 20-25°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Anak-anak berusia di bawah 2 tahun.
  • Pasien dengan riwayat penyakit gangguan fungsi hati.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien hipersensitif terhadap zat aktif loperamid hidroklorida.
  • Pasien dengan kondisi sulit buang air besar.
  • Pasien dengan kondisi radang usus disertai diare berdarah.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Diadium Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)

Jual dan Beli Diadium Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Diadium tablet adalah obat untuk mengobati diare, misalnya diare saat sedang bepergian atau pada penderita radang usus. Diare dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Gejala dehidrasi, antara lain penurunan frekuensi buang air kecil, rasa haus ekstrim, kram otot, merasa lemah, hingga pingsan.

Diadium tablet mengandung zat aktif loperamide hidroklorida. Loperamide bekerja dengan cara memperlambat gerakan usus dan membuat feses menjadi lebih padat. Dengan mengonsumsi obat ini, frekuensi buang air besar pun dapat berkurang.

Diadium tablet merupakan obat keras. Jadi, untuk mendapatkan obat ini perlu menggunakan resep asli dokter.

Informasi zat aktif :

Loperamide bekerja langsung pada dinding usus untuk mengurangi gerak peristaltik atau gerakan mendorong makanan di usus, memperpanjang waktu transitnya, serta meningkatkan penyerapan ulang air dan elektrolit. Hal inilah yang menyebabkan frekuensi buang air besar menurun.

Berdasarkan cara kerja obat dalam tubuh, loperamide memiliki status seperti :

  • Absorbsi: Diserap buruk di saluran pencernaan.
  • Distribusi: Tidak terdistribusi dengan baik ke otak. Memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Hampir sepenuhnya dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Diadium tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Ketokonazol, itrakonazol, dan kuinidin.
    Dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi obat dalam tubuh.
  • Desmopresin oral.
    Dapat meningkatkan efektivitas obat di atas dalam mengendalikan urine.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kehilangan selera makan.
  • Sembelit.
  • Kembung.
  • Sakit perut parah.
  • Ruam kulit.
  • Mulut kering.


Merek: {""id""=>2179, ""label""=>""Cialis"", ""data_custom""=>{""id""=>2179, ""label""=>""Cialis""}}
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Lapi
Manufacture: Lapi
Kemasan obat: 1 box isi 10 strip @ 10 tablet (2 mg)

Indikasi/Manfaat Diadium Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)

  • Membantu mengatasi diare akut.
  • Mengurangi jumlah cairan atau feses pada pasien yang menjalani prosedur ileostomy, yaitu proses bedah perut untuk membantu membuang sisa makanan pada penderita gangguan fungsi usus besar. .

Loperamide hanya digunakan untuk mengobati gejala diare. Obat ini tidak bisa mengatasi penyebab diare, misalnya infeksi.


Dosis Diadium Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

Diare akut.

  • Dosis awal: 2 tablet, disertai 1 tablet setiap buang air besar.

Diare kronis

  • Dosis awal: 3 tablet, sesuaikan 1-2 tablet hingga konsistensi feses lebih padat.
  • Dosis maksimal: 8 tablet/hari.

Cara Penggunaan Diadium Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Cara Menyimpan Diadium Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Simpan pada suhu 20-25°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Diadium Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet) Jika:


  • Pasien hipersensitif terhadap zat aktif loperamid hidroklorida.
  • Pasien dengan kondisi sulit buang air besar.
  • Pasien dengan kondisi radang usus disertai diare berdarah.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Diadium Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Anak-anak berusia di bawah 2 tahun.
  • Pasien dengan riwayat penyakit gangguan fungsi hati.

Efek Samping Obat Diadium Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


  • Mulut kering.
  • Konstipasi.
  • Nyeri perut.
  • Muntah
    Minumlah banyak cairan, seperti air untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Mual
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.