SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Stok Habis
Diabex tablet adalah obat untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2

Diabex Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 10.600

Jumlah Produk
0

Tersedia 9 Penjual

Apotek Benedetto
Rp 92.900
Apotek Benedetto
Kota Jakarta Barat4.79 km
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Rp 17.200
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Kota Jakarta Barat6.45 km
Apotek Bahagia
Rp 19.600
Apotek Bahagia
Kota Jakarta Barat6.7 km
Apotek Usaha Sehat
Rp 20.000
Apotek Usaha Sehat
Kota Jakarta Barat6.94 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Diabex tablet adalah obat untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2, yaitu kondisi ketika tubuh tidak menggunakan insulin secara normal, sehingga tidak dapat mengontrol jumlah gula dalam darah. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Diabex tablet mengandung metformin hydrochloride sebagai zat aktifnya. Metformin dapat menurunkan jumlah gula atau glukosa yang diserap dari makanan dan yang diproduksi hati. Tingginya kadar gula darah dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, dan masalah fungsi seksual.

Zat aktif ini dapat digunakan sendiri atau dengan obat lain, termasuk insulin, untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Penggunaan obat ini harus diimbangi dengan nutrisi yang baik dan olahraga teratur.

Informasi zat aktif :

Metformin termasuk dalam kelas obat biguanid. Obat ini digunakan untuk mengobati kadar gula darah tinggi yang disebabkan kencing manis atau diabetes melitus tipe 2. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, metformin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara perlahan dan tidak lengkap dari saluran pencernaan. Makanan mengurangi tingkat dan sedikit memperlambat penyerapan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 50-60% pada waktu puasa dan dapat berkurang jika dikonsumsi bersama makanan.
  • Distribusi: Didistribusikan dan berkonsentrasi di hati, ginjal, dan saluran pencernaan. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Tidak dimetabolisme.
  • Ekskresi: Melalui urine (90% dalam bentuk obat yang tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 6,2 jam di dalam plasma dan sekitar 17,6 jam dalam darah.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Interaksi obat :

  • Cimetidin, dolutegravir, ranolazin, trimetoprim, candetanib, dan isavuconazol.

    Obat di atas dapat meningkatkan kadar metformin dalam plasma, sehingga dapat meningkatkan efektivitas metformin dalam menurunkan kadar gula darah dan menyebabkan hipokalemia.
  • Asetazolamid, diklorfenamid, NSAID, dan obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi), seperti penghambat ACE.

    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko asidosis laktat.
  • Insulin dan obat yang bekerja dengan meningkatkan sekresi insulin, seperti sulfonylurea.

    Penggunaan metformin bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko penurunan kadar gula dalam darah menjadi sangat rendah (hipoglikemia).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Detak jantung lambat atau tidak teratur.
  • Merasa pusing, lelah, atau sangat lemah.
  • Nyeri otot yang tidak biasa.
  • Merasa dingin.
  • Kesulitan bernapas.
  • Sakit perut dan muntah.

Indikasi (manfaat)

  • Terapi tingkat pertama untuk mengatasi diabetes melitus tipe 2, terutama pada pasien yang memiliki berat badan berlebih dan tidak cukup hanya dengan berolahraga dan pengaturan pola makan untuk menurunkan kadar gula darah.
  • Terapi prediabetes atau pasien yang memiliki kadar gula darah cenderung tinggi dan berisiko terkena diabetes melitus tipe 2.

Metformin menurunkan kadar glukosa darah dengan bekerja meningkatkan respons tubuh terhadap insulin. Insulin sendiri merupakan hormon yang mengontrol kadar glukosa atau gula dalam darah.

Metformin tidak menyebabkan penambahan berat badan dan biasanya diresepkan untuk penderita prediabetes yang kelebihan berat badan.

Komposisi

Metformin hydrochloride 500 mg.

Dosis

1 tablet sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai

Dikonsumsi saat makan atau sesudah makan. Tablet harus ditelan utuh, tidak dihancurkan, tidak dilarutkan dalam air, dan tidak dikunyah.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering. Kompreslah perut Anda dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Pusing.
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Istirahatlah yang cukup. Minum banyak cairan, terutama air. Hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari makanan pedas.
  • Jantung berdetak lambat atau tidak teratur.
  • Merasa dingin.
  • Kesulitan bernapas.
  • Nyeri otot yang tidak biasa.
  • Gula darah rendah.
  • Lelah.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30ºC.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat serangan jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien penderita gangguan ginjal ringan hingga sedang.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien penderita kelainan biokimia, yaitu peningkatan kadar kreatinin dan nitrogen urea darah yang berkaitan dengan penurunan laju filtrasi glomerular (azotemia prerenal), yaitu laju rata-rata penyaringan darah.
  • Pasien yang berisiko mengalami peningkatan produksi asam laktat berlebih dalam tubuh (asidosis laktat).
  • Pasien yang mengalami stres karena trauma, syok, infeksi, dan pembedahan.
  • Pasien yang memiliki kadar keton tinggi dalam darah atau urine.
  • Pasien yang menggunakan insulin atau obat diabetes oral lainnya.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Anak-anak dan orang tua.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien penderita penyakit jantung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita diabetes mellitus tipe 1 atau dengan komplikasi diabetes yang mematikan akibat tingginya produksi asam darah tubuh (ketoasidosis diabetikum).
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau riwayat penyakit ginjal kronis karena berisiko meningkatkan kadar asam laktat dalam tubuh (asidosis laktat). Hal ini dapat menyebabkan kegagalan saluran pernapasan akut, sehingga jaringan dalam tubuh tidak dapat menggunakan oksigen (dysoxia) atau kekurangan oksigen (hipoksia) yang dapat menyebabkan kematian.
  • Pasien yang mengalami kekurangan oksigen karena penyakit akut atau kronis, seperti gagal jantung atau gagal napas, serangan jantung, dan syok.
  • Pasien dengan kondisi tingginya tingkat keasaman darah yang terjadi akibat ketidakseimbangan kimia asam dan basa (metabolik asidosis) kronis atau akut, tanpa atau disertai koma.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien penyakit hati kronis.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Diabex Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 0