Dextaf Tablet 0,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Dextaf Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung

  • dexamethasone 0,5 mg.
  • dexchlorpheniramine maleate 2 mg.
. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Dextaf Tablet 0,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate.
Kelas Terapi
Antihistamin dan antiinflamasi.
Klasifikasi Obat
Kortikosterod.
Kemasan
1 Strip @ 10 Kapsul (0,5 mg)
Produsen
Otto Pharmaceutical Industries

Informasi Zat Aktif

Dexamethasone adalah obat kortikosteroid yang membantu memblokir respons sistem kekebalan tubuh terhadap peradangan, sehingga dapat mencegah gejala peradangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, deksametason diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) selama 1-2 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma: Sekitar 77%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine hingga 65%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 4 ± 0,9 jam.

Dexchlorpheniramine adalah antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi, hay fever, dan flu biasa. Gejala yang biasa terjadi, misalnya ruam, mata berair, gatal pada mata, hidung, tenggorokan, dan kulit, batuk, pilek, serta bersin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dexchlorpheniramine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan di perut menunda penyerapan, tetapi tidak mempengaruhi kadar obat dalam tubuh.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh dan sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa saluran cerna dan hati.
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak. Obat dan metabolit diekskresikan dalam urine.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengatasi peradangan pada rongga hidung yang disebabkan reaksi alergi (hay fever atau rhinitis alergi).
  • Meringankan gejala reaksi alergi dan pilek, seperti gatal, ruam, mata dan hidung berair, serta bersin.
  • Mengatasi asma.
  • Mengobati peradangan pada kulit karena adanya kontak dengan zat tertentu yang menyebabkan alergi (dermatitis kontak).
  • Membantu mengobati peradangan kulit yang menyebabkan kulit gatal, kemerahan, dan eksim (dermatitis atopik).

Deksametason dapat mengurangi gejala peradangan seperti pembengkakan dan berbagai reaksi alergi. Sementara, dexchlorpheniramine adalah antihistamin atau antialergi yang digunakan untuk meredakan gejala alergi, demam, dan flu.
Dexchlorpheniramine bekerja dengan memblokir zat alami tertentu, yaitu histamin, yang dibuat tubuh Anda selama reaksi alergi. Selain itu, obat ini juga memblokir zat alami lain yang dibuat tubuh, yaitu asetilkolin. Memblokir asetilkolin dapat membantu mengurangi gejala, seperti mata berair dan pilek.

Komposisi Obat

  • Dexamethasone 0,5 mg.
  • Dexchlorpheniramine maleate 2 mg.

Dosis Obat

  • Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas: 1-2 kaplet/hari sebanyak 4 kali/hari.
  • Anak-anak berusia 6-12 tahun: ½ kaplet sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Buatlah rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Pusing.
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Bergeraklah dengan hati-hati. Beristirahatlah yang banyak. Minumlah banyak cairan terutama air, serta hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Penglihatan kabur.
    Ketika efek samping ini terjadi, hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin karena akan membahayakan.
  • Mual atau muntah.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah memburuk.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Konsumsilah lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran segar, dan sereal, serta minumlah banyak air. Lakukan olahraga dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika cara tersebut tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Sakit perut.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan menstruasi.
  • Peningkatan nafsu makan.
  • Peningkatan berat badan.
  • Mulut, hidung, atau tenggorokan kering.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pada pasien yang memiliki masalah mata. Penggunaan dexamethasone jangka panjang dapat menyebabkan masalah mata, seperti katarak dan peningkatan tekanan mata (glaukoma).
  • Anak-anak berusia di bawah 6 tahun.
  • Jangan melakukan imunisasi atau vaksinasi apa pun tanpa persetujuan dokter.
  • Pasien dengan gangguan ginjal atau hati.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien yang memiliki peradangan pada usus besar.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Dextamine tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan kondisi penyumbatan kandung kemih.
  • Pasien yang mengalami pembesaran prostat.
  • Pasien yang tidak mampu mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.
  • Pasien yang mengalami kesulitan buang air besar (sembelit).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien penderita infeksi virus akut, seperti herpes zoster.
  • Pasien penderita infeksi jamur.
  • Pasien yang memiliki luka pada diding lambung.
  • Pasien dengan kondisi kelenjar tiroid terlalu aktif.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita kadar kolesterol tinggi

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antikoagulan.
    Penggunaan bersama antikoagulan dapat meningkatkan atau mengurangi waktu pembekuan darah.
  • Fenoterol, pirbuterol, reproterol, rimiterol, ritodrin, salbutamol, dan terbutalin.
    Penggunaan kortikosteroid dosis tinggi bersama obat-obatan di atas dalam dosis tinggi dapat menyebabkan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
  • Antihipertensi.
    Dextamine kaplet dapat menyebabkan efektivitas obat antihipertensi menurun, sehingga tekanan darah tetap tinggi.
  • Diuretik hemat K dan karbenoksolon.
    Dapat meningkatkan risiko penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
  • Rifampisin, karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, primidon, aminoglutethimide, dan barbiturat.
    Metabolisme kortikosteroid ditingkatkan oleh obat-obatan di atas, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti sakit kepala, pusing, dan sakit perut.
  • Antidiabetik.
    Dextamine kaplet dapat menyebabkan penurunan efektivitas antidiabetik dalam menurunkan kadar gula darah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Dextaf Tablet 0,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)