Decolsin Kapsul (1 Strip @ 4 Kapsul) | Beli Online Toko SehatQ, Gratis Ongkir
SehatQ
SehatQ Profile
Decolsin kapsul adalah obat untuk membantu meredakan batuk yang menyertai flu

Decolsin Kapsul (1 Strip @ 4 Kapsul)


Harga Produk
Rp 3.600

Jumlah Produk
1

Tersedia 123 Penjual

Urutkan

Deskripsi

Decolsin kapsul adalah obat untuk membantu meredakan batuk yang menyertai gejala flu, seperti sakit kepala, hidung tersumbat, demam, dan bersin.

Obat ini mengandung zat aktif paracetamol, pseudoephedrine HCl, chlorpheniramine maleate, dextromethorphan hydrobromide, dan guaiphenesin.

Paracetamol digunakan untuk meringankan rasa sakit dan meredakan demam. Pseudoephedrine adalah obat untuk meredakan hidung tersumbat.

Chlorpheniramine berfungsi untuk meredakan gejala alergi, misalnya ruam, mata berair, mata gatal, dan bersin, sehingga tidak memperparah keadaan flu.

Dextromethorphan adalah obat batuk yang digunakan untuk mengobati batuk yang disebabkan pilek atau flu biasa. Sementara, guaiphenesin membantu mengencerkan lendir di paru-paru, sehingga lebih mudah dikeluarkan saat batuk.

Decolsin kapsul termasuk dalam golongan obat bebas terbatas yang tidak memerlukan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Decolsin Kapsul (1 Strip @ 4 Kapsul)
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
-
Kandungan Utama
Paracetamol, pseudoephedrine HCl, chlorpheniramine maleate, dextromethorphan HBr, dan guaiphenesin
Kelas Terapi
Obat batuk dan flu
Klasifikasi
Analgesik non-opioid dan dekongestan
Kemasan

1 strip @ 4 kapsul

Produsen
Medifarma Laboratories

Informasi Zat Aktif

Paracetamol mampu mengubah cara tubuh merasakan sakit dan menurunkan suhu tubuh yang tinggi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Chlorpheniramine maleate termasuk dalam kelompok obat antihistamin. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chlorpheniramine maleate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan di perut menunda penyerapan, tetapi tidak mempengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati).
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa saluran pencernaan dan hati.
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak. Obat dikeluarkan dalam urine.

Guaiphenesin bertindak sebagai ekspektoran yang dapat mengencerkan dahak dan memudahkan pengeluaran dahak.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, guaiphenesin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran gastrointestinal atau pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) kira-kira 15 menit.
  • Distribusi: Memasuki ASI (dalam jumlah kecil).
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan terutama melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira 1 jam.

Pseudoephedrin hydrochloride termasuk dalam kelompok obat dekongestan simpatomimetik, yaitu obat yang dapat mengurangi tersumbatnya saluran pernapasan bagian atas, misalnya hidung, agar lebih mudah bernapas.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, pseudoefedrin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan cepat dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Memasuki ASI (jumlah kecil).
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine sekitar 43-96%.

Dextrometorphan memiliki aktivitas antititusif atau meredakan batuk kering layaknya obat batuk kodein. Akan tetapi, obat ini tidak menyebabkan kecanduan dan tidak memiliki aksi ekspektoran (merangsang pengeluaran dahak).

Dextrometorphan juga menghasilkan lebih sedikit efek samping jika dibandingkan kodein. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dextrometorphan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dari saluran cerna.
  • Distribusi: Tidak diketahui.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif oleh hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine dan feses.

Indikasi (manfaat)

  • Membantu meredakan batuk
  • Menurunkan demam
  • Meredakan hidung tersumbat
  • Meredakan hidung gatal dan bersin-bersin

Paracetamol memberikan efek pereda nyeri (analgesik) dengan cara meningkatkan ambang batas nyeri. Selain itu, paracetamol mampu memberikan efek penurun demam (antipiretik) melalui tindakan langsung pada pusat pengatur panas hipotalamus di otak.

Pseudoephedrine bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah di sekitar hidung yang membengkak. Hal ini dapat meredakan hidung tersumbat.

Chlorpheniramine maleate dapat mengurangi gejala alergi dengan cara mencegah efek histamin, yaitu zat yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap zat asing yang membuat tubuh menjadi alergi.

Dextromethorphan bekerja dengan cara mengurangi aktivitas di bagian otak yang menyebabkan batuk. Dextromethorphan akan meredakan batuk, tetapi tidak akan mengobati penyebab batuk atau mempercepat pemulihan.

Sementara, guaiphenesin akan meningkatkan cairan di saluran pernapasan dengan cara mengurangi kelengketan dan kekentalan dahak (viskositas sekresi), sehingga dahak akan mudah dikeluarkan.

Komposisi

Dosis

1 kapsul sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Mual dan muntah
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Mengantuk
    Saat Anda mengantuk, beristirahatlah dan hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Mulut kering
    Cobalah mengonsumsi permen atau permen karet bebas gula.
  • Sakit kepala
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada dokter atau apoteker Anda. Jika sakit kepala ini berlangsung selama lebih dari seminggu atau  bertambah buruk segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit perut
  • Perdarahan pada lambung jika digunakan dalam dosis tinggi
  • Sakit kepala yang membuat penderita mengalami sensasi seperti berputar (vertigo)
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi)
  • Kesulitan mengeluarkan urine (retensi urine)
  • Gangguan gerakan yang dipengaruhi keadaan jiwa (psikomotor)
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Kerusakan hati jika digunakan jangka panjang

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat sejuk dan kering pada suhu 15-25°C serta terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang menderita atau memiliki potensi tekanan darah tinggi (hipertensi) atau stroke
  • Anak-anak berusia 6 tahun ke bawah
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol
  • Pasien yang memiliki berat badan berlebih
  • Pasien penderita lanjut usia
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati atau ginjal
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Pasien yang mengalami pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat)
  • Pasien yang mengalami kesulitan buang air kecil (retensi urine)

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Decolsin kapsul pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap kandungan obat ini
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) yang berat
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati
  • Pasien penderita asma
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang sedang menjalani terapi dengan obat penghambat monoamin oksidase (MAOI) untuk mengatasi depresi
  • Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah, kecuali atas petunjuk dokter

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Cholestyramine
    Cholestyramine dapat mengurangi penyerapan paracetamol.
  • Probenesid
    Probenesid dapat meningkatkan konsentrasi serum paracetamol.
  • Rifampisin dan antikonvulsan seperti phenobarbital, carbamazepine, phenytoin, dan primidon
    Konsentrasi serum paracetamol akan menurun jika dikonsumsi dengan obat-obatan di atas.
  • Antikoagulan kumarin dan warfarin
    Paracetamol dapat meningkatkan efek penghambat pembekuan darah warfarin dan kumarin jika digunakan bersamaan dalam jangka panjang.
  • Domperidon dan metoclopramide
    Paracetamol dapat meningkatkan penyerapan domperidon dan metoclopramide.
  • Chloramphenicol
    Paracetamol dapat meningkatkan konsentrasi serum chloramphenicol.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika gejala flu yang Anda alami tidak berkurang.

Drugs. https://www.drugs.com/guaifenesin.html

Diakses pada 5 Juli 2021



WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-160881/cough-formula-guaifenesin-oral/details

Diakses pada 5 Juli 2021br />


Drugs. https://www.drugs.com/mtm/phenylpropanolamine.html

Diakses pada 5 Juli 2021



Medscape. https://reference.medscape.com/drug/tylenol-acetaminophen-343346#0

Diakses pada 5 Juli 2021



Drugs. https://www.drugs.com/acetaminophen.html

Diakses pada 5 Juli 2021



WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4156/chlorpheniramine-oral/details

Diakses pada 5 Juli 2021



Drugs. https://www.drugs.com/acetaminophen.html

Diakses pada 5 Juli 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Jual dan Beli Decolsin Kapsul (1 Strip @ 4 Kapsul) dari Apotek Online Toko SehatQ

Decolsin berfungsi untuk mengatasi batuk dan gejala flu seperti demam, bersin, pilek, dan sakit kepala. Decolsin mengandung paracetamol, pseudoephedrine HCl, CTM, dextrmetorphan HBr, dan guaifenesin. Batuk disebabkan karena terjadi peradangan. Kandungan dextrometorphan HBr dan guaifenesin dalam Decolsin mampu mengatasi batuk kering dan batuk berdahak. Decolsin merupakan obat bebas terbatas, sehingga frekuensi penggunaannya harus sesuai dengan kemasan atau anjuran dari dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan lainnya. Beli online Decolsin Sirup dengan harga terbaik hanya di Toko SehatQ, pasti asli!
Merek: Decolsin
Bentuk sediaan: Kapsul
Principal/Distributor obat: Darya Varia
Manufacture: Darya Varia Laboratoria
Kemasan obat: 1 Strip @ 4 Kapsul

Indikasi/Manfaat Decolsin Kapsul (1 Strip @ 4 Kapsul)

Digunakan untuk meredakan batuk, menurunkan demam, meredakan hidung tersumbat, meredakan hidung gatal dan bersin-bersin.

Dosis Decolsin Kapsul (1 Strip @ 4 Kapsul)


Dewasa: 1 kapsul sebanyak 3 kali/hari

Cara Penggunaan Decolsin Kapsul (1 Strip @ 4 Kapsul)


Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Cara Menyimpan Decolsin Kapsul (1 Strip @ 4 Kapsul)


Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Decolsin Kapsul (1 Strip @ 4 Kapsul) Jika:


Hipersensitif, penderita gangguan fungsi hati, penderita gangguan jantung, dan diabetes melitus.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Decolsin Kapsul (1 Strip @ 4 Kapsul)


Tidak dianjurkan pada anak di bawah 6 tahun, wanita hamil, dan menyusui.

Efek Samping Obat Decolsin Kapsul (1 Strip @ 4 Kapsul)


Mengantuk, gangguan pencernaan, psikomotor, takikardia, aritmia, mulut kering, palpitasi, retensi urin, hipertiroid, hipertensi, dan penyakit koroner.

Nama Produk

Decolsin Kapsul (1 Strip @ 4 Kapsul)

Total

Rp 3.600