Stok Habis
Crestor tablet adalah obat untuk menurunkan kolesterol dan lemak jahat dalam darah

Crestor Tablet 20 mg (2 Strip @ 15 Tablet)


Harga Produk
Rp 37.500

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Crestor tablet adalah obat untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Crestor tablet mengandung zat aktif rosuvastatin.

Rosuvastatin digunakan bersama diet, penurunan berat badan, dan olahraga untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Obat ini juga digunakan untuk mengurangi kemungkinan diperlukannya operasi jantung pada orang yang menderita penyakit jantung atau memiliki risiko terkena penyakit jantung.

Selain itu, rosuvastatin juga dapat digunakan bersama diet untuk menurunkan kadar kolesterol total dan zat lemak lainnya dalam darah pada anak-anak dan remaja berusia 8 hingga 17 tahun yang menderita hiperkolesterolemia heterozigot familial. Ini merupakan kondisi bawaan yang membuat kolesterol tidak dapat dikeluarkan dari tubuh secara normal.

Informasi zat aktif :

Rosuvastatin adalah obat penurun kolesterol yang termasuk dalam kelas obat HMG-CoA reductase inhibitors, atau lebih sering disebut sebagai statin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, rosuvastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara tidak sempurna dari saluran cerna. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 3-5 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara terbatas di hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui feses sekitar 90% dan urine sekitar 5% dalam bentuk tidak aktif. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 19 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori X: Penggunaan Crestor tablet tidak disarankan pada ibu hamil. Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Interaksi obat :

  • Warfarin.
    Rosuvastatin dapat meningkatkan kadar dan efek warfarin, sehingga jika dikonsumsi bersamaan dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Fenofibrat, amprenavir, atazanvir, klofibrat, darolutamid, darunavir, asam fenofibrat, idinavir, lenalidomid, nelfinavir, dan ritonavir.
    Penggunaan obat di atas bersama rosuvastatin dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping, seperti kerusakan hati dan rhabdomyolysis, yaitu kondisi langka tetapi serius yang melibatkan kerusakan jaringan otot rangka.
  • Erythromycin dan antasida.
    Obat di atas dapat menurunkan kadar dan efektivitas rosuvastatin dalam menurunkan kolesterol.
  • Leflunomide.
    Penggunaan bersama obat ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati. Selain itu, leflunomide dapat meningkatkan kadar dan efek rosuvastatin dalam menurunkan kadar kolesterol.
  • Itraconazole dan protease inhibitor HIV.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar dan efektivitas rosuvastatin, sehingga meningkatkan terjadinya pusing dan mual yang merupakan efek samping rosuvastatin.
  • Lomitapide.
    Penggunaan rosuvastatin bersama lomitapide dapat meningkatkan terjadinya kerusakan pada organ hati.
  • Colchicine.
    Penggunaan bersama rosuvastatin dapat meningkatkan risiko timbulnya kondisi langka dan serius yang memengaruhi otot dan ginjal Anda. Orang lanjut usia atau dengan penyakit ginjal lebih berisiko terkena efek samping ini.
  • Ciclosporin dan gemfibrozil.
    Penggunaan obat di atas bersama rosuvastatin dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan otot.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter dan hentikan penggunaan rosuvastatin sementara jika Anda mengalami:

  • Nyeri otot serta kelemahan atau kram. Hal ini bisa menjadi tanda kerusakan otot dan kerusakan ginjal.
  • Kulit atau bagian putih mata menguning. Hal ini bisa menjadi tanda masalah hati.
  • Sakit perut parah bisa menandakan terjadinya masalah pankreas.
  • Batuk, sesak napas, dan penurunan berat badan. Hal ini bisa menjadi tanda penyakit paru-paru.

Anda tidak boleh berhenti menggunakan rosuvastatin, kecuali atas anjuran dokter.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Menurunkan kadar kolesterol tinggi dalam tubuh (hiperlipidemia).
  • Membantu menurunkan low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dan trigliserida dalam tubuh.
  • Membantu meningkatkan kadar high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang dapat mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah akibat lemak.
  • Sebagai terapi pada pasien hiperkolesterolemia heterozigot familial.

Rosuvastatin bekerja dengan cara memblokir enzim yang dibutuhkan tubuh untuk membuat kolesterol, sehingga dapat mengurangi jumlah kolesterol dalam darah. Selain itu, rosuvastatin dapat membantu mencegah atau memperlambat masalah kesehatan, seperti aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) akibat lemak yang menyumbat pembuluh darah.

Komposisi Obat

Rosuvastatin 20 mg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Dosis awal: 5 atau 10 mg/hari. Jika diperlukan, dosis dapat ditingkatkan hingga 20 mg/hari dengan interval selama 4 minggu.
  • Dosis maksimal: 40 mg/hari.
  • Pencegahan pada pasien risiko tinggi penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular): 20 mg/hari.

Anak-anak berusia 10 tahun ke atas:

  • Hiperkolesterolemia familia heterozigot:

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Mual.
    Ketika Anda merasa mual, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Adanya protein dalam urine.
    Hal ini biasanya akan kembali normal dengan sendirinya tanpa harus berhenti minum rosuvastatin. Dokter mungkin akan memantau kondisi Anda.
  • Lemah atau pusing.
    Jika rosuvastatin membuat Anda pusing dan merasa lemah, hentikan kegiatan yang sedang Anda lakukan. Duduk atau berbaringlah hingga Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menjalankan mesin jika Anda merasa lelah. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperparah kondisi Anda.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol alkohol. Mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada dokter atau apoteker Anda. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi yang lebih sedikit dan lebih sering. Kompres perut Anda dengan bantalan panas atau botol air panas tertutup.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Cobalah mengonsumsi makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran, dan sereal, serta minumlah banyak air. Cobalah berolahraga rutin, seperti berjalan atau berlari. Jika cara tersebut tidak membantu, bicaralah kepada apoteker atau dokter.
  • Nyeri dada.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Peradangan pada organ pankreas (pankreatitis).
  • Ruam pada kulit.
  • Peradangan pada organ hati (hepatitis).
  • Nyeri pada otot.
  • Kesemutan (parestesia).

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu kamar di bawah 30°C. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit ginjal.
  • Pasien dengan riwayat penderita penyakit hati kronis.
  • Pasien yang sedang mengonsumsi gemfibrozil, ciclosporin, atazanavir, ritonavir, lopinavir, dan simeprevir.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita hipotiroidisme atau rendahnya kadar tiroid dalam tubuh.
  • Pasien yang mengalami kegagalan pernapasan.
  • Pasien lanjut usia atau 65 tahun ke atas.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang mengalami gangguan ginjal berat.
  • Pasien penderita kelainan pada otot (miopati).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen dalam obat ini.
  • Pasien yang memiliki gangguan atau masalah pada hati.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Crestor Tablet 20 mg (2 Strip @ 15 Tablet)