Crestor adalah obat yang dapat mengurangi kadar kolestrol yang tidak baik

Crestor Tablet 20 mg (1 Strip @ 14 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 345.800

Jumlah Produk
1

Tersedia 3 Penjual

Apotek Abe Farma
Rp 345.800
Apotek Abe Farma
Kota Tangerang13.7 km
Apotek Sehat Bersama 1
Rp 449.323
Apotek Sehat Bersama 1
Kota Jakarta Timur10.71 km
Apotek Kimia Farma Pluit
Rp 538.020
Apotek Kimia Farma Pluit
Kota Jakarta Utara6.57 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Indikasi (manfaat) Obat

Dapat mengurangi kadar kolestrol yang tidak baik (low-density lipoprotein, atau LDL) dan trigliserida dalam darah.

Komposisi Obat

Rosuvastatin 20 mg

Dosis Obat

Dewasa: Pemberian dosis awal 1 x 5mg atau 10mg/hari, dosis dapat ditingkatkan pada interval 4 minggu hingga 20mg/hari jika perlu. Dosis maksimal : 40mg/hari

Anak: Awalnya, 1x5 mg/hari, dapat disesuaikan dengan interval minimal 4 minggu. Maksimal: 20 mg 1x/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

Biasa terjadi: sakit kepala, pusing, sembelit, muntah, mual, sakit perut, nyeri dada, depresi, dan ruam.
Berpotensi fatal: hepatitis, pankreatitis, rabdomiolisis berat disertai gagal ginjal akut, dan nekrolisis epidermal toksik.

Perhatian Khusus

Pasien dengan faktor predisposisi untuk miopati yang tidak dapat diobati, gangguan ginjal, dan riwayat penyakit hati kornis serta alkoholisme.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hipersensitif, penyakit hati aktif atau peningkatan transaminase serum persisten yang tidak dapat dijelaskan, gangguan ginjal berat, kehamilan dan menyusui.

-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Crestor Tablet 20 mg (1 Strip @ 14 Tablet)

Total

Rp 345.800

Jual dan Beli Crestor Tablet 20 mg (1 Strip @ 14 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Crestor tablet adalah obat untuk mengatasi tingginya kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah, sehingga menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Crestor tablet mengandung zat aktif rosuvastatin.

Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit yang mematikan, sebab melibatkan jantung dan pembuluh darah. Beberapa contoh penyakit kardiovaskular, antara lain serangan jantung, radang pembuluh darah, irama jantung tidak normal (aritmia), penyakit jantung koroner, dan stroke.

Kolesterol dan trigliserida merupakan lemak yang berasal dari makanan. Tingginya kadar kolesterol dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan tingginya kadar trigliserida dapat menyebabkan penebalan pembuluh darah.

Informasi zat aktif :

Rosuvastatin merupakan obat untuk menghambat pembentukan kolesterol. Caranya adalah dengan meningkatkan jumlah reseptor kolesterol jahat atau LDL (low density lipoprotein) pada permukaan sel, sehingga turut meningkatkan penyerapan dan pemecahan LDL.

Rosuvastatin juga dapat menurunkan apolipoprotein B yang memengaruhi kadar kolesterol LDL dan trigliserida (lemak) dalam darah, serta meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL (high density lipoprotein).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, rosuvastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara tidak sempurna dari saluran cerna. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 3-5 jam dan obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 20%.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Volume distribusi sebanyak 134 L dan ikatan protein plasma sekitar 90%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara terbatas di hati.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui feses sekitar 90% dan urine sekitar 5% dalam bentuk tidak aktif. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 19 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori X: Penggunaan Crestor tablet tidak disarankan pada ibu hamil. Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Interaksi obat :

  • Fenofibrat, amprenavir, atazanvir, klofibrat, darolutamid, darunavir, asam fenofibrat, idinavir, lenalidomid, nelfinavir, dan ritonavir.
    Penggunaan obat di atas bersama rosuvastatin dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping, seperti kerusakan hati dan rhabdomyolysis, yaitu kondisi langka tetapi serius yang melibatkan kerusakan jaringan otot rangka.
  • Leflunomide.
    Penggunaan bersama obat ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati. Selain itu, leflunomide dapat meningkatkan kadar dan efek rosuvastatin dalam menurunkan kadar kolesterol.
  • Colchicine.
    Penggunaan bersama rosuvastatin dapat meningkatkan risiko timbulnya kondisi langka dan serius yang memengaruhi otot dan ginjal Anda. Orang lanjut usia atau dengan penyakit ginjal lebih berisiko terkena efek samping ini.
  • Ciclosporin dan gemfibrozil.
    Penggunaan obat di atas bersama rosuvastatin dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan otot.
  • Itraconazole.
    Penggunaan bersama rosuvastatin dan itraconazole dapat meningkatkan kadar dan efektivitas rosuvastatin, sehingga meningkatkan terjadinya pusing dan mual yang merupakan efek samping rosuvastatin.
  • Lomitapide.
    Penggunaan rosuvastatin bersama lomitapide dapat meningkatkan terjadinya kerusakan pada organ hati.
  • Erythromycin dan antasida.
    Penggunaan rosuvastatin bersama obat di atas dapat menurunkan kadar dan efektivitas rosuvastatin dalam menurunkan kolesterol.
  • Warfarin.
    Penggunaan rosuvastatin dengan warfarin dapat meningkatkan kadar dan efek warfarin, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa persetujuan dokter. Segera hubungi dokter, jika Anda mengalami hal di bawah ini:

  • Batuk, sesak napas, dan penurunan berat badan. Hal tersebut dapat menjadi tanda penyakit paru-paru.
  • Nyeri otot, nyeri sendi, serta kelemahan atau kram. Hal tersebut dapat menjadi tanda kerusakan otot dan ginjal.
  • Kulit atau bagian putih mata menguning. Hal tersebut dapat menjadi tanda masalah hati.
  • Sakit perut parah dapat menandakan terjadinya masalah pankreas.


Merek: {""id""=>2180, ""label""=>""Clindamycin"", ""data_custom""=>{""id""=>2180, ""label""=>""Clindamycin""}}
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Astra Zeneca
Manufacture: Astra Zeneca
Kemasan obat: 1 strip @ 14 strip (20 mg)

Indikasi/Manfaat Crestor Tablet 20 mg (1 Strip @ 14 Tablet)

  • Menurunkan trigliserida (lemak) dan kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL)
  • Meningkatkan kadar high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang dapat mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah akibat lemak.
  • Sebagai terapi pada pasien hiperkolesterolemia heterozigot familial, yaitu kondisi bawaan yang membuat kolesterol tidak dapat dikeluarkan dari tubuh secara normal.

Rosuvastatin termasuk dalam golongan obat statin yang bekerja dengan menghambat enzim untuk memproduksi kolesterol, sehingga mengurangi jumlah kolesterol dalam darah. Rosuvastatin digunakan bersama diet yang tepat untuk menurunkan kolesterol jahat dan trigliserida, serta meningkatkan kolesterol baik.

Dengan menurunkan kadar lemak atau kolesterol, maka risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke dapat dicegah. Selain itu, rosuvastatin juga dapat membantu mencegah atau memperlambat gangguan kesehatan lainnya, misalnya aterosklerosis, yaitu pengerasan pembuluh darah karena tersumbat lemak.


Dosis Crestor Tablet 20 mg (1 Strip @ 14 Tablet)


Dewasa:

  • Dosis awal: 5 atau 10 mg/hari. Jika diperlukan, dosis dapat ditingkatkan hingga 20 mg/hari dengan interval selama 4 minggu.
  • Dosis maksimal: 40 mg/hari.
  • Pencegahan pada pasien risiko tinggi penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular): 20 mg/hari.

Anak-anak berusia 10 tahun ke atas:

  • Kadar kolesterol tinggi yang mencapai hingga 350-600 mg% (hiperkolesterolemia familia heterozigot):

Cara Penggunaan Crestor Tablet 20 mg (1 Strip @ 14 Tablet)


Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Cara Menyimpan Crestor Tablet 20 mg (1 Strip @ 14 Tablet)


Simpan pada suhu kamar di bawah 30°C.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Crestor Tablet 20 mg (1 Strip @ 14 Tablet) Jika:


  • Pasien yang mengalami gangguan ginjal berat.
  • Pasien penderita kelainan otot (miopati).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen dalam obat ini.
  • Pasien yang memiliki gangguan atau masalah pada hati.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Crestor Tablet 20 mg (1 Strip @ 14 Tablet)


  • Pasien lanjut usia atau 65 tahun ke atas.
  • Pasien yang mengalami kegagalan pernapasan.
  • Pasien dengan riwayat penderita penyakit hati kronis.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien yang sedang mengonsumsi gemfibrozil, ciclosporin, atazanavir, ritonavir, lopinavir, dan simeprevir.
  • Pasien penderita hipotiroidisme atau memiliki kadar tiroid rendah dalam tubuh.
  • Pasien penderita penyakit ginjal.

Efek Samping Obat Crestor Tablet 20 mg (1 Strip @ 14 Tablet)


  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol alkohol. Mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada dokter atau apoteker Anda. Jika sakit kepala ini berlangsung selama lebih dari seminggu atau gejala semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual.
    Ketika Anda merasa mual, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Lemah atau pusing.
    Jika rosuvastatin membuat Anda pusing dan merasa lemah, hentikan aktivitas Anda. Lalu, duduk atau berbaringlah hingga Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda merasa lelah. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperparah kondisi Anda.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi yang lebih sedikit dan lebih sering. Kompres perut Anda dengan bantalan panas atau botol air panas tertutup.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Cobalah mengonsumsi makanan dengan kandungan serat tinggi, seperti buah, sayuran, dan sereal, serta minumlah banyak air. Cobalah berolahraga rutin, seperti berjalan atau berlari. Jika cara tersebut tidak membantu, berkonsultasilah dengan dokter.
  • Adanya protein dalam urine.
    Hal ini biasanya akan kembali normal dengan sendirinya tanpa harus berhenti minum rosuvastatin. Dokter mungkin akan memantau kondisi Anda.
  • Peradangan pada organ hati (hepatitis).
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Peradangan pada organ pankreas (pankreatitis).
  • Nyeri dada.
  • Ruam pada kulit.
  • Nyeri pada otot.
  • Kesemutan (parestesia).