Cordila SR Kaplet 180 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Cordila SR Kaplet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung diltiazem hcl 180 mg.. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Cordila SR Kaplet 180 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)
Golongan Obat
Obat keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Diltiazem HCl
Kelas Terapi
Antihipertensi, antiangina, dan antiaritmia.
Klasifikasi Obat
Calcium Channel Blocker (CCB)
Kemasan
1 strip @ 10 kaplet (180 mg)
Produsen
Dexa Medica

Informasi Zat Aktif

Diltiazem adalah obat antagonis kanal kalsium yang bekerja dengan memengaruhi pergerakan kalsium ke dalam sel-sel jantung dan pembuluh darah. Aktivitas tersebut dapat melemaskan pembuluh darah serta meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung, sekaligus mengurangi beban kerjanya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, diltiazem hidroklorida diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap di saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah adalah 40%.
  • Distribusi: Terdistribusi ke dalam ASI.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme pertama oleh enzim.
  • Ekskresi: Sekitar 2-4% melalui urine dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 19 jam. sekitar 3-4,5 jam.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengatasi nyeri dada (angina pektoris)
  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Mengobati gangguan irama jantung (aritmia)

Diltiazem hidroklorida bekerja dengan memengaruhi pergerakan kalsium ke dalam sel-sel jantung dan pembuluh darah. Obat ini dapat melemaskan pembuluh darah dan meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung, sekaligus mengurangi beban kerjanya.

Komposisi Obat

Diltiazem HCl 180 mg.

Dosis Obat

  • Nyeri dada (angina pektoris): 100 mg/hari. Jika tidak ada perubahan atau kondisi tidak membaik, dosis dapat ditingkatkan hingga 200 mg/hari.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi): 100-200 mg/hari.
  • Gangguan irama jantung (aritmia): 60 mg sebanyak 3 kali/hari. Pada usia lanjut dosis diberikan sebanyak 2 kali/hari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 360 mg/hari sesuai kondisi medis dan usia pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit kepala
    Cobalah beristirahat dan meminum banyak air. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker atau dokter merokendasikan obat mengatasi nyeri. Sakit kepala dapat hilang setelah satu minggu mengonsumsi diltiazem.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit)
    Cobalah mengonsumsi lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah segar, sayuran, dan sereal, serta minumlah banyak air. Berolahragalah secara teratur, misalnya dengan berjalan kaki atau berlari setiap hari. Namun, jika Anda merasa sangat kesakitan, segera hubungi dokter Anda.
  • Kulit kemerahan
    Hentikan konsumsi kopi, teh, dan alkohol. Jaga temperatur ruangan agar tetap sejuk, misalnya dengan menggunakan kipas angin. Anda juga dapat membasuh wajah dengan air dingin atau meminum air dingin.
    Kulit kemerahan dapat hilang dalam beberapa hari. Jika belum membaik atau memburuk, segeralah konsultasikan kepada dokter.
  • Sakit perut dan gangguan saluran pencernaan.
    Cobalah beristirahat dan mengonsumsi makanan dengan porsi lebih sedikit dari biasanya. Kompres perut menggunakan handuk hangat atau botol berisi air hangat untuk meringankan rasa sakitnya. Namun, jika Anda merasa sangat kesakitan, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing dan kepala berat
    Hentikan seluruh aktivitas dan cobalah duduk atau berbaring. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Lelah dan lemas
    Cobalah meminum banyak air dan jangan minum terlalu banyak alkohol. Segera konsultasi pada dokter jika efek samping tidak hilang setelah satu minggu.
  • Kulit terasa panas
    Mandilah dengan air dingin. Jika Anda memiliki kulit gatal, gunakan pelembap yang tidak beraroma secara teratur.
  • Detak jantung lebih lambat dari biasanya (bradikardi)
  • Penyumbatan atrioventricular (atrioventricular block)
  • Peningkatan serum alkaline phosphatase (ALP), glutamic oxaloacetic transaminase (GOT), dan glutamic pyruvic transaminase (GPT) di hati

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Kurangi dosis pada pasien yang memiliki gangguan fungsi hati, ginjal, gagal jantung, detak jantung yang lambat (bradikardi berat), dan penyumbatan atrioventricular (atrioventricular block) derajat satu.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Cordila SR kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Wanita hamil atau berencana untuk hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien penderita penyakit ginjal dan hati.
  • Pasien penderita gangguan hati atau masalah pada detak jantung.
  • Pasien penderita penyakit kelainan darah (porfiria).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Amiodaron, digoxin, dan clonidin
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan risiko jantung berdetak lebih lambat (bradikaradi) dan penyumbatan atrioventricular (atrioventricular block).
  • Atorvastatin, fluvastatin, dan simvastatin
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan risiko kelainan otot (miopati) dan kerusakan atau kematian otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Cimetidine
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan konsentrasi atau kadar cimetidin dalam tubuh.
  • Rifampicin
    Penggunaan bersama diltiazem menurunkan konsentrasi atau kadar rifampicin dalam tubuh.
  • Obat pengencer darah (antiplatelet)
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan efek obat antiplatelet, sehingga meningkatkan risiko perdarahan.
  • Obat untuk mengatasi berbagai kondisi jantung (beta blocker)
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan risiko detak jantung lambat (bradikardi) dan tanda gagal jantung.
  • Ivabradin
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan risiko jantung berdetak lebih lambat (bradikaradi).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Sakit perut bagian atas
  • Masalah kulit, seperti bengkak pada wajah atau lidah
  • Ruam merah atau ungu yang menyebar di kulit
  • Masalah jantung, seperti detak jantung lebih lambat dan
    nyeri dada memburuk
  • Masalah hati, seperti menguningnya kulit atau bagian putih mata dan urine berwarna gelap
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Cordila SR Kaplet 180 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)