SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Cordarone tablet adalah obat untuk membantu mengobati penyakit jantung

Cordarone Tablet 200 mg (3 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 289.800

Jumlah Produk
0

Tersedia 16 Penjual

Apotek Sari Suci
Rp 253.596
Apotek Sari Suci
Kota Jakarta Pusat3.29 km
Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 303.600
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Nico Sehat
Rp 289.800
Apotek Nico Sehat
Kota Jakarta Timur7.16 km
Apotek Sehat Bersama 1
Rp 333.441
Apotek Sehat Bersama 1
Kota Jakarta Timur10.74 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Cordarone tablet adalah obat untuk membantu mengobati penyakit jantung, seperti menjaga jantung berdetak normal pada pasien yang mengalami gangguan irama jantung atau aritmia. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cordarone tablet mengandung zat aktif amiodarone hydrochloride.

Amiodarone dapat memengaruhi dan menjaga ritme detak jantung. Obat ini bisa dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain untuk mengatasi denyut jantung tidak teratur. Cara kerjanya adalah dengan menghalangi sinyal listrik pada jantung yang menyebabkan denyut jantung tidak teratur.

Informasi zat aktif :

Rosuvastatin mampu menghambat pembentukan kolesterol. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan jumlah reseptor LDL (low density lipoprotein) atau kolesterol jahat pada permukaan sel, sehingga meningkatkan penyerapan dan pemecahan kolesterol tersebut di dalam tubuh.

Selain menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida (lemak), rosuvastatin juga dapat meningkatkan konsentrasi HDL (high density lipoprotein) atau kolesterol baik.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, rosuvastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara tidak sempurna dari saluran cerna. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 3-5 jam dan obat yang masuk ke dalam peredaran darah. (ketersediaan hayati) sekitar 20%.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Volume distribusi sebanyak 134 L dan ikatan protein plasma sekitar 90%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara terbatas di hati.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui feses sekitar 90% dan urine sekitar 5% dalam bentuk tidak aktif. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 19 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Obat antiaritmia, beta blocker, dan calcium channel blockers (CCB).
    Penggunaan bersama amiodarone dapat meningkatkan risiko penurunan detak jantung (bradikardia).
  • Obat pencahar, diuretik, dan kortikosteroid sistemik.
    Penggunaan bersama amiodarone dapat meningkatkan risiko peningkatan detak jantung (aritmia).
  • Rifampicin untuk terapi tuberkulosis dan phenytoin yang dapat mengatasi kejang.
    Penggunaan bersama amiodarone dapat mengurangi efektivitas obat di atas.
  • Ciclosporin, clonazepam, digoxin, prokainamid, quinidin, simvastatin, dan warfarin.
    Penggunaan bersama amiodarone dapat meningkatkan konsentrasi obat-obatan di atas, sehingga dapat menyebabkan terjadinya efek samping, seperti mengantuk, mual, muntah, dan diare.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sesak napas, nyeri dada, batuk dengan lendir berdarah, dan demam.
  • Detak jantung tidak teratur yang baru terjadi atau bertambah buruk, seperti detak jantung cepat, lambat, atau berdebar.
  • Perasaan pusing, seperti Anda akan pingsan.
  • Penglihatan kabur dan melihat lingkaran cahaya di sekitar cahaya (mata Anda mungkin lebih sensitif terhadap cahaya).
  • Masalah hati yang ditandai dengan mual, muntah, sakit perut pada sisi kanan atas, kelelahan, urine gelap, dan kulit atau mata menguning.
  • Masalah saraf disertai kehilangan koordinasi, kelemahan otot, gerakan otot tidak terkontrol, atau rasa tertusuk di tangan dan kaki bagian bawah.
  • Tanda-tanda tiroid terlalu aktif, seperti penurunan berat badan, rambut menipis, rasa panas, peningkatan keringat, tremor, perasaan gugup atau mudah marah, periode menstruasi tidak teratur, dan pembengkakan di leher atau gondok.
  • Tanda-tanda tiroid kurang aktif yang ditandai kenaikan berat badan, kelelahan, depresi, kesulitan berkonsentrasi, dan merasa kedinginan.

Indikasi (manfaat)

  • Mengatasi gangguan irama jantung.
  • Membantu menjaga detak jantung pada pasien yang mengalami gangguan irama jantung yang mengancam jiwa dari ventrikel. Ventrikel adalah ruang bawah jantung yang memungkinkan darah mengalir keluar dari jantung.

Amiodarone mengobati dan mencegah detak jantung abnormal dengan bekerja di dalam sel untuk mengontrol kontraksi otot di jantung. Mekanisme ini mampu membantu jantung tetap berdetak normal.

Komposisi

Amiodarone hydrochloride 200 mg.

Dosis

Dewasa:

  • Dosis awal: 200 mg sebanyak 3 kali/hari, dikonsumsi selama 1 minggu. Kemudian dosis dapat dikurangi menjadi 200 mg untuk minggu berikutnya.
  • Dosis pemeliharaan: kurang dari 200 mg/hari.

Lansia: Berinisiasi pada ujung bawah dosis takaran

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mual.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah yang cukup dan konsumsi banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.
  • Gangguan penglihatan.
  • Gatal.
  • Ruam kulit.
  • Kesulitan bernapas.
  • Gelisah.
  • Pingsan.
  • Penurunan tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Gangguan gemetar yang tidak terkendali (tremor).
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Kelelahan.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami sesak napas.
  • Pasien dengan kondisi kelainan otot jantung.
  • Pasien dengan tekanan darah rendah (hipotensi) atau tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang menjalani operasi.
  • Wanita hamil.
  • Lansia.
  • Pasien penderita asma atau gangguan paru-paru lainnya.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Pasien yang memiliki gangguan penglihatan.
  • Pasien dengan gangguan ketidakseimbangan elektrolit, seperti kadar kalium atau magnesium rendah dalam darah.
  • Pasien yang memiliki alat pacu jantung atau defibrillator yang ditanamkan di dada.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan denyut jantung lambat (bradikardia) yang menyebabkan pingsan (sinkop).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini, termasuk yodium.
  • Pasien yang memiliki tekanan darah sangat rendah (hipotensi berat).
  • Pasien penderita gangguan fungsi tiroid.
  • Pasien dengan serangan jantung.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Cordarone Tablet 200 mg (3 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 0