SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Stok Habis
Coparcetin kaplet adalah obat untuk membantu meringankan berbagai gejala flu

Coparcetin Kaplet (1 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 5.000

Jumlah Produk
0

Tersedia 24 Penjual

Apotek Rave Pharma
Rp 8.800
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
Apotek Holong
Rp 10.600
Apotek Holong
Kota Jakarta Barat11.97 km
Apotek Zea
Rp 8.085
Apotek Zea
Kota Jakarta Timur12.39 km
Apotek Pratama Medika
Rp 8.500
Apotek Pratama Medika
Kota Jakarta Utara12.45 km

Deskripsi

Coparcetin kaplet adalah obat untuk membantu meringankan berbagai gejala flu, seperti sakit kepala, demam, hidung tersumbat, bersin, dan batuk.

Obat ini memiliki kandungan paracetamol, guaiphenesin, efedrin HCl, dan chlorpheniramine maleate sebagai zat aktifnya. Paracetamol berperan sebagai penurun panas sekaligus pereda nyeri.

Guaiphenesin merupakan ekspektoran, yaitu obat untuk mengatasi batuk berdahak yang bekerja dengan cara membantu mengencerkan dahak atau lendir di tenggorokan.

Efedrin HCl berfungsi sebagai nasal dekongestan yang dapat meredakan hidung tersumbat. Sementaram chlorpheniramine maleate berfungsi sebagai obat alergi.

Coparcetin kaplet termasuk dalam golongan obat bebas terbatas, sehingga tidak memerlukan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Coparcetin Kaplet (1 Strip @ 10 Kaplet)
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Paracetamol, guaiphenesin, efedrin HCl, dan chlorpheniramine maleate
Kelas Terapi
Obat batuk dan flu
Klasifikasi
Analgesik non-opioid, Ekspektoran, Dekongestan, Antihistamin generasi ke-1
Kemasan
1 strip @ 10 kaplet
Produsen
Sampharindo Perdana

Informasi Zat Aktif

Paracetamol bekerja dengan cara mengurangi produksi bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan di otak. Bahan kimia ini disebut prostaglandin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral atau melalui mulut. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Guaiphenesin bertindak sebagai obat batuk berdahak (ekspektoran) dengan meningkatkan kelembaban di kelenjar pernapasan, sehingga meningkatkan volume dahak dan mengurangi kekentalannya, sehingga dapat mempermudah pengeluaran dahak.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, guaiphenesin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran gastrointestinal. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) kira-kira 15 menit.
  • Distribusi: Memasuki ASI (dalam jumlah kecil)
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati
  • Ekskresi: Dikeluarkan terutama melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) Kira-kira 1 jam.

Efedrin adalah obat yang dapat mengatasi hidung tersumbat (dekongestan) dan melebarkan saluran pernapasan atau bronkus (bronkodilator).

Efedrin HCl bekerja dengan cara mengurangi pembengkakan dan penyempitan pembuluh darah di saluran hidung, serta memperlebar saluran udara paru-paru, sehingga dapat memudahkan pernapasan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, efedrin HCl diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan sempurna setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas ke seluruh tubuh.
  • Metabolisme: Secara perlahan dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dosis sebagian besar dikeluarkan dalam urine dan kecepatan ekskresi tergantung pada pH urine.

Chlorpheniramine maleate termasuk dalam kelompok obat yang disebut antihistamin. Antihistamin membantu mengurangi gejala alergi dengan menghambat histamin, yaitu zat yang menimbulkan reaksi alergi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chlorpheniramine maleate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan di perut menunda penyerapan tetapi tidak memengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati).
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa saluran pencernaan dan hati (efek lintasan pertama)
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak. Obat dan metabolit dikeluarkan dalam urine.

Indikasi (manfaat)

Membantu meringankan gejala flu yang ditandai dengan:

  • Hidung tersumbat
  • Bersin
  • Batuk
  • Demam
  • Sakit kepala

Paracetamol akan menghambat pembentukan senyawa prostaglandin di sistem saraf pusat untuk meredakan nyeri. Selain itu, obat ini juga akan menurunkan demam melalui tindakan langsung pada pusat pengatur panas hipotalamus.

Guaiphenesin mampu mengurangi kelengketan dan kekentalan dahak agar mudah dikeluarkan dari saluran pernapasan.

Chlorpheniramine maleate dapat meredakan reaksi alergi dengan cara menekan zat histamin. Lalu, efedrin HCl akan meminimalisir penyempitan pembuluh darah di hidung untuk meredakan hidung tersumbat.

Komposisi

  • Paracetamol 500 mg
  • Guaiphenesin 100 mg
  • Efedrin HCl 8 mg
  • Chlorphenamine maleate 2 mg

Dosis

  • Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas: 1 kaplet sebanyak 3 kali/hari
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: ½ kaplet sebanyak 3 kali/hari

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Mual atau muntah
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Jika mengalami dehidrasi dengan gejala, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, hubungi dokter Anda.
  • Sakit kepala
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Jika sakit kepala terjadi selama satu minggu lebih, mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada apoteker.
  • Mengantuk
    Beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.
  • Mulut kering
    Cobalah mengonsumsi permen atau permen karet bebas gula.
  • Perdarahan pada lambung jika digunakan dalam dosis tinggi
  • Kerusakan hati jika digunakan dalam jangka panjang
  • Sakit kepala yang membuat penderita mengalami sensasi seperti berputar (vertigo)
  • Gangguan gerakan yang disebabkan karena keadaan jiwa
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi)
  • Kesulitan buang air kecil (retensi urine)

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari sinar matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan kondisi kelebihan hormon tiroid dalam tubuh (hipertiroid)
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan ginjal
  • Pasien lanjut usia
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Pasien dengan pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat)

Penggunaan obat ini dapat menyebabkan rasa kantuk, sebaiknya hindari mengemudi kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Coparcetin kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini
  • Pasien penderita fungsi hati berat
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus)
  • Pasien penderita gangguan jantung

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Metoclopramide
    Penggunaan bersama metoclopramide dapat meningkatkan efek antinyeri paracetamol.
  • Carbamazepine, fenobarbital, dan fenitoin
    Obat di atas dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.
  • Kolestiramin dan lixisenatide
    Kombinasi bersama obat di atas dapat mengurangi efek pengobatan paracetamol.
  • Antikoagulan warfarin
    Penggunaan paracetamol dapat meningkatkan resiko perdarahan.
  • Obat golongan penghambat monoamine oxidase (MAO inhibitor)
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan peningkatan tekanan darah yang tinggi (hipertensi).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan jika:

  • Demam tidak menurun setelah tiga hari atau nyeri tidak hilang setelah lima hari
  • Timbulnya ruam pada kulit, kemerahan atau pembengkakan, serta sakit kepala berkelanjutan
  • Gejala semakin memburuk atau timbul gejala baru

Drugs. https://www.drugs.com/ephedrine.html
Diakses pada 25 Juni 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/guaifenesin?mtype=generic
Diakses pada 25 Juni 2021

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/c049.html
Diakses pada 25 Juni 2021

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/e010.html
Diakses pada 25 Juni 2021

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/g020.html
Diakses pada 25 Juni 2021

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/a004.html
Diakses pada 25 Juni 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Coparcetin Kaplet (1 Strip @ 10 Kaplet)

Total

Rp 0

Jual dan Beli Coparcetin Kaplet (1 Strip - 10 Kaplet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Coparcetin merupakan obat yang dapat meringankan gejala influenza seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk.
Merek: Coparcetin
Bentuk sediaan: Kaplet
Principal/Distributor obat: Sampharindo Perdana
Manufacture: Sampharindo Perdana
Kemasan obat: 1 Strip @ 10 Kaplet

Indikasi/Manfaat Coparcetin Kaplet (1 Strip - 10 Kaplet)

Meringankan gejala influenza seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk.

Dosis Coparcetin Kaplet (1 Strip - 10 Kaplet)


  1. Dewasa dan anak 12 tahun ke atas: 1 kaplet sebanyak 3 kali/hari
  2. Anak 6-12 tahun: 0,5 kaplet sebanyak 3 kali/hari


Cara Penggunaan Coparcetin Kaplet (1 Strip - 10 Kaplet)


Diberikan sesuai dengan petunjuk dosis penggunaan, leaflet/brosur, dokter atau apoteker.

Cara Menyimpan Coparcetin Kaplet (1 Strip - 10 Kaplet)


Simpan di tempat kering dan sejuk, serta terhindar dari panas sinar matahari langsung


Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Coparcetin Kaplet (1 Strip - 10 Kaplet) Jika:


  1. Pasien hipersensitif
  2. Penderita hipertensi parah
  3. Pasien penyakit jantung
  4. Pasien diabetes mellitus
  5. Pasien gangguan fungsi hati
  6. Pengguna obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors


Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Coparcetin Kaplet (1 Strip - 10 Kaplet)



Efek Samping Obat Coparcetin Kaplet (1 Strip - 10 Kaplet)


Mengantuk, gangguan pencernaan, insomnia, gelisah, eksitasi, tremor, takikardia, mulut kering, palpitasi, retensi urin, penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan hati.