SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Ciprofloxacin Tablet adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri

Ciprofloxacin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 5.300

Jumlah Produk
1

Tersedia 113 Penjual

Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 5.800
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 7.000
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
Apotek Rave Pharma
Rp 7.700
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
Apotek Fakhira 24 Jam
Rp 15.000
Apotek Fakhira 24 Jam
Kota Jakarta Selatan3.99 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Ciprofloxacin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk ciprofloxacin membantu mengobati:

infeksi pada perut.
infeksi pada rongga perut.
peradangan pada uretra (uretritis).
infeksi saluran pernapasan.
kencing nanah (gonore).
infeksi saluran pencernaan.
peradangan pada kandung kemih (sistitis).
penyakit yang disebabkan infeksi bakteri salmonella typhii (demam tifoid).
peradangan pada kelenjar prostat (prostatitis).
infeksi pada kulit dan jaringan lunak.
infeksi pada tulang dan sendi.
infeksi saluran kemih. 

ciprofloxacin melawan infeksi yang disebabkan bakteri dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri tersebut.

Informasi zat aktif :

Ciprofloxacin bekerja dengan membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ciprofloxacin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Cepat dan terserap dengan baik dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 70-80%.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas di jaringan. Melintasi plasenta, serta memasuki ASI, empedu (konsentrasi tinggi), dan cairan serebrospinal. Pengikatan protein plasma: 20-40%.
  • Metabolisme: Sebagian dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine sekitar 40-50% dalam bentuk obat tidak berubah, sekitar 15% sebagai metabolit. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 3-5 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Ciprofloxacin tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Methotrexate.
    Ciprofloxcin dapat meningkatkan kadar methotrexate, sehingga dapat menimbulkan keracunan.
  • Obat antasida, seperti aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida, serta suplemen yang mengandung zat besi dan zinc.
    Antasida dapat menurunkan penyerapan ciprofloxacin, sehingga efektivitasnya dalam mengatasi infeksi akan berkurang.
  • Susu, produk kalsium, multivitamin, dan suplemen mineral yang mengandung zat besi, zinc, dan kalsium.
    Dapat menurunkan kadar ciprofloxacin dalam tubuh, sehingga efektivitas ciprofloxcin dalam mengatasi infeksi akan berkurang.
  • Warfarin.
    Penggunaan bersama ciprofloxcin dapat meningkatkan efek penghambat pembekuan darah, sehingga meningkatkan risiko perdarahan dan memar.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti asam mefenamat.
    Penggunaan obat di atas dapat menyebabkan kejang.
  • Tizanidin.
    Tizanidin dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi) dan menimbulkan efek sedatif atau penenang.
  • Dexamethasone.
    Penggunaan bersama ciprofloxacin dapat meningkatkan risiko gangguan tendon parah.
  • Glibenklamid.
    Penggunaan bersama ciprofloxacin dapat meningkatkan efektivitas obat antidiabetes di atas, sehingga dapat menimbulkan risiko hipoglikemia atau kadar gula dalam darah menjadi sangat rendah.
  • Probenesid.
    Penggunaan bersama probenesid dapat meningkatkan konsentrasi plasma ciprofloxacin, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti mual dan diare.
  • Kuinidin, prokainamid, amiodarone, dan sotalol.
    Penggunaan obat di atas bersama ciprofloxacin dapat menyebabkan gangguan irama jantung.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter jika Anda memiliki:

  • Gula darah rendah, seperti sakit kepala, lapar, mudah tersinggung, pusing, mual, detak jantung cepat, atau perasaan gemetar.
  • Gejala kerusakan saraf, seperti mati rasa, kesemutan, serta nyeri terbakar di tangan atau kaki.
  • Perubahan suasana hati atau perilaku yang serius, seperti gugup, kebingungan, agitasi, paranoia, halusinasi, masalah ingatan, kesulitan berkonsentrasi, dan pikiran untuk bunuh diri.
  • Tanda-tanda pecahnya tendon, seperti nyeri tiba-tiba, bengkak, memar, nyeri tekan, kaku, masalah gerakan, atau suara benturan di salah satu persendian. Jika ini terjadi, istirahatkan persendian sampai Anda menerima perawatan atau instruksi medis.

Ciprofloxacin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Ciprofloxacin
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (500 mg)
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Ciprofloxacin bekerja dengan membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ciprofloxacin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Cepat dan terserap dengan baik dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 70-80%.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas di jaringan. Melintasi plasenta, serta memasuki ASI, empedu (konsentrasi tinggi), dan cairan serebrospinal. Pengikatan protein plasma: 20-40%.
  • Metabolisme: Sebagian dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine sekitar 40-50% dalam bentuk obat tidak berubah, sekitar 15% sebagai metabolit. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 3-5 jam.

Indikasi (manfaat)

Ciprofloxacin membantu mengobati:

  • Infeksi pada perut.
  • Infeksi pada rongga perut.
  • Peradangan pada uretra (uretritis).
  • Infeksi saluran pernapasan.
  • Kencing nanah (gonore).
  • Infeksi saluran pencernaan.
  • Peradangan pada kandung kemih (sistitis).
  • Penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhii (demam tifoid).
  • Peradangan pada kelenjar prostat (prostatitis).
  • Infeksi pada kulit dan jaringan lunak.
  • Infeksi pada tulang dan sendi.
  • Infeksi saluran kemih. 

Ciprofloxacin melawan infeksi yang disebabkan bakteri dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri tersebut.

Komposisi

Ciprofloxacin 500 mg.

Dosis

Dewasa:

  • Demam tifoid: 500 mg/hari, dikonsumsi selama 7 hari.
  • Sistitis tanpa komplikasi: 250-500 mg, dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi. Dikonsumsi selama 3 hari.
  • Infeksi tulang dan sendi: 500-750 mg dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi. Dikonsumsi selama 3 bulan.
  • Perawatan dan anthrax: 500 mg/hari dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 60 hari.
  • Prostatitis: 500-750 mg/hari, pada kondisi akut dikonsumsi selama 2-4 minggu dan pada kondisi kronis dikonsumsi selama 4-6 minggu.
  • Servisitis dan uretritis gonococcal: 500 mg/hari dikonsumsi dalam dosis tunggal.
  • Infeksi Pseudomonal saluran pernafasan bawah pada cystic fibrosis: 750 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Pencegahan meningitis meningokokus: 500 mg sebagai dosis tunggal.
  • Radang panggul: 500-750 mg dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 14 hari.
  • Infeksi saluran kemih tidak terkomplikasi: 250-500 mg/hari, dikonsumsi selama 3 hari.
  • Infeksi yang disebabkan bakteri usus: 500-750 mg, dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 5-14 hari.
  • Infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan jaringan lunak: 500-750 mg, dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 7-14 hari.
  • Otitis eksterna: 750 mg/hari, dikonsumsi selama 28 hari-3 bulan.

Anak-anak: 

  • Perawatan dan anthrax: 10-15 mg/kgBB, dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 60 hari.
    Dihitung dengan mengalikan berat badan pasien. 
  • Cystic fibrosis: 20 mg/kgBB, dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi. Dikonsumsi selama 10-14 hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan dapat dikonsumsi bersama makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

Efek pada saluran pencernaan:

  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan, seperti air untuk menghindari dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi, misalnya buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau air seni berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter.
  • Mual.
    Hindari makanan kaya rasa atau pedas saat meminum obat ini. Konsumsilah ciprofloxacin setelah makan atau ngemil untuk mencegah mual.
  • Muntah.
  • Gangguan pencernaan.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Nyeri pada perut.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Kesulitan menelan (disfagia).

Efek pada kardiovaskular:

  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia).
  • Sensasi panas dan kemerahan pada wajah.
  • Peningkatan tekanan darah hingga di atas normal (hipertensi).
  • Sakit kepala sebelah (migrain).
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Pingsan.
  • Nyeri sendi.
  • Lemas.
  • Nyeri otot.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Sesak napas.

Reaksi alergi:

  • Erupsi kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Demam obat.
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).
  • Kelainan serius pada kulit, lapisan bola mata, rongga mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Kemerahan pada kulit.

Efek pada hati:

  • Peradangan pada hati.

Efek pada darah:

  • Peningkatan kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Penurunan kadar sel darah putih dalam darah (leukositopenia).
  • Anemia.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).

Efek pada ginjal:

  • Infeksi yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada ginjal.
  • Gagal ginjal.
  • Poliuria.
  • Peradangan pada vagina.

Efek pada sistem saraf:

  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Letih.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan kondisi kejiwaan, seperti marah dan gelisah dengan atau tanpa pemicu (agitasi).
  • Gerakan gemetar yang tidak terkendali (tremor).

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien lanjut usia.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang mengalami kejang.
  • Pasien yang menerima transplantasi ginjal atau jantung atau paru-paru.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Pasien yang mengalami infeksi virus.
  • Hindarkan penderita dari sinar matahari berlebihan.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang memiliki riwayat atau risiko mengalami gangguan irama jantung.
  • Pasien yang memiliki ambang kejang lebih rendah.
  • Pasien penderita peradangan pada sendi atau rheumatoid arthritis.
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Ciprofloxacin tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki riwayat tendon pecah.
  • Pasien dengan riwayat melemahnya otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot (myasthenia gravis).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap ciprofloxacin atau antibiotik turunan quinolon lainnya.
  • Pasien penderita epilepsi atau gangguan kejang.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah.
  • Jangan dikonsumsi bersamaobat tizanidine.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Methotrexate.
    Ciprofloxcin dapat meningkatkan kadar methotrexate, sehingga dapat menimbulkan keracunan.
  • Obat antasida, seperti aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida, serta suplemen yang mengandung zat besi dan zinc.
    Antasida dapat menurunkan penyerapan ciprofloxacin, sehingga efektivitasnya dalam mengatasi infeksi akan berkurang.
  • Susu, produk kalsium, multivitamin, dan suplemen mineral yang mengandung zat besi, zinc, dan kalsium.
    Dapat menurunkan kadar ciprofloxacin dalam tubuh, sehingga efektivitas ciprofloxcin dalam mengatasi infeksi akan berkurang.
  • Warfarin.
    Penggunaan bersama ciprofloxcin dapat meningkatkan efek penghambat pembekuan darah, sehingga meningkatkan risiko perdarahan dan memar.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti asam mefenamat.
    Penggunaan obat di atas dapat menyebabkan kejang.
  • Tizanidin.
    Tizanidin dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi) dan menimbulkan efek sedatif atau penenang.
  • Dexamethasone.
    Penggunaan bersama ciprofloxacin dapat meningkatkan risiko gangguan tendon parah.
  • Glibenklamid.
    Penggunaan bersama ciprofloxacin dapat meningkatkan efektivitas obat antidiabetes di atas, sehingga dapat menimbulkan risiko hipoglikemia atau kadar gula dalam darah menjadi sangat rendah.
  • Probenesid.
    Penggunaan bersama probenesid dapat meningkatkan konsentrasi plasma ciprofloxacin, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti mual dan diare.
  • Kuinidin, prokainamid, amiodarone, dan sotalol.
    Penggunaan obat di atas bersama ciprofloxacin dapat menyebabkan gangguan irama jantung.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter jika Anda memiliki:

  • Gula darah rendah, seperti sakit kepala, lapar, mudah tersinggung, pusing, mual, detak jantung cepat, atau perasaan gemetar.
  • Gejala kerusakan saraf, seperti mati rasa, kesemutan, serta nyeri terbakar di tangan atau kaki.
  • Perubahan suasana hati atau perilaku yang serius, seperti gugup, kebingungan, agitasi, paranoia, halusinasi, masalah ingatan, kesulitan berkonsentrasi, dan pikiran untuk bunuh diri.
  • Tanda-tanda pecahnya tendon, seperti nyeri tiba-tiba, bengkak, memar, nyeri tekan, kaku, masalah gerakan, atau suara benturan di salah satu persendian. Jika ini terjadi, istirahatkan persendian sampai Anda menerima perawatan atau instruksi medis.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Ciprofloxacin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 5.800