SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Cimetidine Tablet adalah obat untuk mengobati luka pada dinding usus.

Cimetidine Tablet 200 mg (1 strip @ 10 tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 3.800

Jumlah Produk
1

Tersedia 21 Penjual

Apotek Pionsakti
Rp 3.800
Apotek Pionsakti
Kota Batam899.32 km
Apotek Berkah Bersama Sejahtera
Rp 4.200
Apotek Berkah Bersama Sejahtera
Kota Jakarta Timur12.71 km
Apotek Iqro
Rp 4.300
Apotek Iqro
Kota Jakarta Utara9.19 km
Apotek Melati Mas
Rp 4.740
Apotek Melati Mas
Kota Tangerang Selatan21.66 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Cimetidine Tablet 200 mg (1 strip @ 10 tablet) adalah obat untuk fungsi obat cimetidine, di antaranya:

mengobati luka pada dinding usus 12 jari (ulkus duodenum)
mengatasi luka pada dinding lambung (tukak lambung)
mengatasi tumor pada usus 12 jari atau pankreas (sindrom zollinger-ellison)
mengobati iritasi atau luka pada lambung akibat penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (nsaid)
meredakan rasa panas dan terbakar pada dada akibat naiknya asam lambung ke esofagus (gerd)

Informasi zat aktif :

Cimetidine digunakan untuk membantu menurunkan asam lambung, sehingga dapat mengatasi maag dan penyakit gastroesophageal reflux (GERD), yaitu kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan dan menyebabkan mulas.

Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi sindrom Zollinger-Ellison, yaitu kondisi munculnya tumor di pankreas atau bagian atas usus halus yang mengakibatkan peningkatan asam lambung.

Cimetidine akan mengurangi jumlah asam yang diproduksi sel-sel di lapisan lambung. Hal tersebut akan membantu menyembuhkan dan mencegah tukak atau luka, serta meredakan gejala akibat asam lambung berlebih, seperti mulas dan sakit perut.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Interaksi obat :

Penggunaan obat cimetidine bersama obat-obatan lain dapat menyebabkan interaksi, seperti:

  • Antasida
    Antasida dapat mengurangi penyerapan cimetidine, sehingga efektivitas cimetidine dalam menurunkan asam lambung akan menurun.
  • Metoklopramid, propantelin,  atau sukralfat
    Obat di atas dapat menurunkan kadar cimetidine yang masuk ke dalam peredaran darah, sehingga efektivitas cimetidine dalam mengatasi tukak lambung akan menurun.
  • Lignokain, fenitoin, warfarin, teofilin, antiaritmia, vasodilator, beta blocker, dan benzodiazepin
    Cimetidine dapat meningkatkan konsentrasi obat di atas, sehingga dapat menyebabkan keracunan.
  • Ketoconazole, desatinib, itraconazole, dan posaconazole
    Cimetidine dapat mengurangi penyerapan obat di atas, sehingga efektivitas obat dalam mengatasi infeksi jamur akan menurun.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

"

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Cimetidine Tablet 200 mg (1 strip @ 10 tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
  • Sulfamethoxazole
  • Trimethoprim
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 1 strip @ 10 tablet
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Sulfametoksazol bekerja mengganggu sintesis dan pembentukan asam folat bakteri melalui penghambatan pembentukan asam dihidrofolat dari asam paraaminobenzoat. Sedangkan trimetoprim bekerja menghambat perubahan asam dihidrofolat, dimana asam dihidrofolat adalah enzim yang mengaktifkan jalur metabolisme asam folat dengan cara mengubah dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat. Sehingga proses kerja tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri (bakteriostatik) dan membunuh bakteri (bakterisidal).

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, sulfametoksazol dan trimetoprim diketahui memiliki status:

  • Absorpsi : Mudah dan terserap dengan baik dari saluran cerna. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) adalah 1-4 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke dalam jaringan dan cairan tubuh, termasuk dahak, cairan lendir menyerupai plasma (aqueous humor), cairan telinga tengah, cairan prostat, cairan vagina, empedu dan cairan pada otak (serebrospinal). Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sulfametoksazol sekitar 70% dan trimetoprim sekitar 45%.
  • Metabolisme: Sulfametoksazol diubah menjadi turunan N4-asetil tidak aktif melalui proses perubahan senyawa tidak toksik dan mudah larut agar mudah diekskresi (konjugasi) dan menjadi hidroksilamina melalui oksidasi. Trimethoprim mengalami metabolisme hati sekitar 10-20%.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui urin sekitar 50%.Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh plasma) sulfametoksazol sekitar 6-12 jam dan trimetoprim sekitar 8-10 jam.

Indikasi (manfaat)

Fungsi obat cimetidine, di antaranya:

  • Mengobati luka pada dinding usus 12 jari (ulkus duodenum)
  • Mengatasi luka pada dinding lambung (tukak lambung)
  • Mengatasi tumor pada usus 12 jari atau pankreas (sindrom Zollinger-Ellison)
  • Mengobati iritasi atau luka pada lambung akibat penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Meredakan rasa panas dan terbakar pada dada akibat naiknya asam lambung ke esofagus (GERD)

Komposisi

Cimetidine 200 mg

Dosis

  • Tukak lambung dan duodenum jinak: 800 mg/hari dikonsumsi sebelum tidur atau 400 mg 2 kali/hari selama minimal 4 minggu (tukak duodenum), 6 minggu (tukak lambung), dan 8 minggu (tukak terkait OAINS)
  • Pemeliharaan: 400 mg setiap hari sebelum tidur atau 2 kali/hari
    GERD: 400 mg sebanyak 4 kali/hari atau 800 mg dua kali lipat selama 4-12 minggu
  • Sindrom Zollinger-Ellison: 300 mg atau 400 mg sebanyak 4 kali/hari

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare
    Minumlah sedikit air, tetapi lebih sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi. Hindari mengonsumsi obat untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit kepala
    Ketika sakit kepala, beristirahat dan minumlah banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan. Jika sakit kepala terjadi lebih dari seminggu atau bertambah buruk, konsultasikan dengan dokter.
  • Mual dan muntah
    Mual dan muntah dapat menyebabkan dehidrasi. Minumlah banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat.
    Hindari mengonsumsi makanan kaya rasa, seperti makanan pedas, dan tetaplah mengonsumsi makanan sederhana.
  • Pembesaran kelenjar payudara pada pria (ginekomastia)
  • Pusing
  • Kebingungan
  • Ruam
  • Letih
  • Impotensi

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung)
  • Pasien penderita penyakit kencing manis (diabetes melitus)
  • Pasien yang memiliki keganasan pada lambung
  • Pasien penderita penyakit paru kronis
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati
  • Pasien penderita gagal ginjal
  • Ibu hamil dan menyusui

Kategori Kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Pirimetamin
  • Tiazid
  • Diuretik

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Terjadi kelemahan otot, perubahan mental atau mood.
  • Terjadi tanda-tanda masalah ginjal seperti perubahan jumlah urin dan adanya darah dalam urin.
  • Rasa kantuk yang ekstrim.
  • Terjadi tanda-tanda gula darah rendah seperti berkeringat tiba-tiba, gemetar, detak jantung cepat, lapar, penglihatan kabur, pusing, atau kesemutan pada tangan atau kaki.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera informasikan kepada dokter Anda. Jangan menghentikan obat tanpa persetujuan dari dokter.

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Cimetidine Tablet 200 mg (1 strip @ 10 tablet)

Total

Rp 3.800