SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Cilostazol Tablet adalah obat untuk mencegah penggumpalan darah dan membantu mengencerkan darah

Cilostazol Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 70.000


Tersedia 9 Penjual

Urutkan
Apotek Komplit Jaya
Rp 102.600
Apotek Komplit JayaJakarta Pusat
3.53 km
Apotek A.K.A Farma
Rp 70.000
Apotek A.K.A FarmaKota Jakarta Barat
7.75 km
Apotek Sehat Bersama 1
Rp 131.439
Apotek Sehat Bersama 1Kota Jakarta Timur
10.72 km
Apotek Puri Beta
Rp 116.600
Apotek Puri BetaKota Tangerang
12.73 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Cilostazol Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk
mencegah penggumpalan darah dan membantu mengencerkan darah (antiplatelet).
mengurangi berbagai keadaan akibat kekurangan suplai darah ke jaringan atau organ tubuh karena permasalahan pada pembuluh darah (iskemia) yang disebabkan penyakit oklusif arteri kronis.
mengobati nyeri yang timbul saat berolahraga (klaudikasio intermiten).

cilostazol digunakan untuk mengobati gejala klaudikasio intermiten. kondisi ini menyebabkan aliran darah ke kaki berkurang, sehingga timbul rasa nyeri saat berjalan.
cilostazol membuat aliran darah di kaki lebih lancar dengan cara memperlebar pembuluh darah. dengan begitu, penderita klaudikasio intermiten dapat berjalan lebih jauh sebelum harus beristirahat karena nyeri pada kaki.

Informasi zat aktif :

Cilostazol adalah vasodilator, yaitu obat yang bekerja dengan melebarkan dan merelaksasi pembuluh darah. Obat ini akan meningkatkan sirkulasi darah dengan menjaga platelet atau trombosit agar agar tidak saling menempel dan menggumpal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, cilostazol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Peningkatan penyerapan jika dikonsumsi dengan makanan berlemak tinggi.
  • Distribusi: Ikatan protein plasma sekitar 95-98%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui urine sebanyak 74% dan feses 20%. Waktu obat dikeluarkan tubuh sekitar 11-13 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Cilostazol tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Aspirin dan clopidogrel.
    Penggunaan cilostazol bersama aspirin dapat meningkatkan risiko perdarahan. Anda harus segera mencari pertolongan medis jika mengalami perdarahan atau memar yang tidak biasa. Tanda dan gejala perdarahan lain, yaitu pusing, feses berwarna merah atau hitam, batuk atau muntah darah segar atau kering, sakit kepala parah, dan kelemahan.
  • Clarithromycin dan esomeprazole.
    Klaritromisin secara signifikan dapat meningkatkan kadar cilostazol dalam darah. Hal ini dapat meningkatkan risiko atau keparahan efek samping, seperti pusing, pingsan, mual, diare, perdarahan, jantung berdebar-debar, atau detak jantung tidak teratur.
  • Selexosib.
    Penggunaan selecoxib bersama cilostazol dapat meningkatkan risiko komplikasi perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Rivaroksaban.
    Penggunaan rivaroksaban bersama cilostazol dapat meningkatkan risiko perdarahan, termasuk perdarahan yang parah dan terkadang fatal.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri dada atau detak jantung berdebar-debar
  • Perasaan pusing, seperti akan pingsan
  • Demam, menggigil, sakit tenggorokan, dan seriawan
  • Mudah memar, pendarahan yang tidak biasa, dan bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit

Cilostazol Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Cilostazol
Kelas Terapi

Otot dan Sendi

Klasifikasi

Gangguan Neuromusukler

Kemasan
1 strip @ 10 tablet (100 mg)
Produsen
Bernofarm

Informasi Zat Aktif

Cilostazol adalah vasodilator, yaitu obat yang bekerja dengan melebarkan dan merelaksasi pembuluh darah. Obat ini akan meningkatkan sirkulasi darah dengan menjaga platelet atau trombosit agar agar tidak saling menempel dan menggumpal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, cilostazol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Peningkatan penyerapan jika dikonsumsi dengan makanan berlemak tinggi.
  • Distribusi: Ikatan protein plasma sekitar 95-98%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui urine sebanyak 74% dan feses 20%. Waktu obat dikeluarkan tubuh sekitar 11-13 jam.

Indikasi (manfaat)

  • Mencegah penggumpalan darah dan membantu mengencerkan darah (antiplatelet).
  • Mengurangi berbagai keadaan akibat kekurangan suplai darah ke jaringan atau organ tubuh karena permasalahan pada pembuluh darah (iskemia) yang disebabkan penyakit oklusif arteri kronis.
  • Mengobati nyeri yang timbul saat berolahraga (klaudikasio intermiten).

Cilostazol digunakan untuk mengobati gejala klaudikasio intermiten. Kondisi ini menyebabkan aliran darah ke kaki berkurang, sehingga timbul rasa nyeri saat berjalan.

Cilostazol membuat aliran darah di kaki lebih lancar dengan cara memperlebar pembuluh darah. Dengan begitu, penderita klaudikasio intermiten dapat berjalan lebih jauh sebelum harus beristirahat karena nyeri pada kaki.

Komposisi

Cilostazol 100 mg.

Dosis

Dewasa: 100 mg sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan perut kosong, minimal 30 menit sebelum atau 2 jam sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala.
    Jika Anda mengalami sakit kepala, mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Jika sakit kepala terus berlanjut, segera hubungi dokter.
  • Diare.
    Jika Anda mengalami diare setelah mengonsumsi cilostazol, minumlah banyak air untuk mengganti cairan yang hilang.
  • Mual, muntah, gangguan pencernaan, sakit perut, dan perut kembung.
    Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa efek samping tersebut, cobalah mengonsumsi makanan sederhana dan hindari makanan berat atau pedas.
  • Kehilangan nafsu makan, detak jantung cepat, nyeri dada, pilek, pergelangan kaki atau kaki bengkak, dan ruam kulit yang gatal.
    Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa efek samping tersebut, segera hubungi dokter.
  • Pusing atau kelelahan.
    Jika Anda mengalami pusing atau kelelahan, jangan mengemudi dan mengoperasikan mesin.
  • Detak jantung cepat atau berdebar kencang.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang menjalani terapi dengan obat antikoagulan, antitrombotik, antiplatelet, serta prostaglandin E1 atau turunannya.
  • Pasien yang memiliki risiko perdarahan atau perdarahan abnormal karena suatu pemicu (diatesis hemoragik).
  • Pasien dengan gangguan hati atau ginjal berat.
  • Wanita yang sedang mengalami menstruasi.
  • Pasien dengan risiko perdarahan.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Cilostazol tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien dengan gangguan ginjal berat.
  • Pasien dengan gangguan hati sedang atau berat.
  • Pasien dengan irama jantung tidak teratur.
  • Pasien dengan gagal jantung kongestif dengan tingkat keparahan apa pun.
  • Pasien dengan riwayat detak jantung cepat (takikardia).
  • Pasien dengan nyeri dada karena penyakit jantung koroner (angina pektoris).
  • Pasien yang mengalami serangan jantung (infark miokard) dalam 6 bulan terakhir.
  • Penggunaan bersama lebih dari dua obat antiplatelet atau antikoagulan tambahan, misalnya aspirin, klopidogrel, heparin, warfarin, dabigatran, rivaroksaban, atau apiksaban.
  • Pasien yang baru mengalami pecahnya salah satu pembuluh darah otak (stroke hemoragik).
  • Pasien yang mengalami pertumbuhan pembuluh darah baru dalam retina akibat penyakit gula darah tinggi (retinopati diabetik proliferatif).
  • Kerusakan pada mukosa otot saluran cerna (ulserasi peptik).
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aspirin dan clopidogrel.
    Penggunaan cilostazol bersama aspirin dapat meningkatkan risiko perdarahan. Anda harus segera mencari pertolongan medis jika mengalami perdarahan atau memar yang tidak biasa. Tanda dan gejala perdarahan lain, yaitu pusing, feses berwarna merah atau hitam, batuk atau muntah darah segar atau kering, sakit kepala parah, dan kelemahan.
  • Clarithromycin dan esomeprazole.
    Klaritromisin secara signifikan dapat meningkatkan kadar cilostazol dalam darah. Hal ini dapat meningkatkan risiko atau keparahan efek samping, seperti pusing, pingsan, mual, diare, perdarahan, jantung berdebar-debar, atau detak jantung tidak teratur.
  • Selexosib.
    Penggunaan selecoxib bersama cilostazol dapat meningkatkan risiko komplikasi perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Rivaroksaban.
    Penggunaan rivaroksaban bersama cilostazol dapat meningkatkan risiko perdarahan, termasuk perdarahan yang parah dan terkadang fatal.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri dada atau detak jantung berdebar-debar
  • Perasaan pusing, seperti akan pingsan
  • Demam, menggigil, sakit tenggorokan, dan seriawan
  • Mudah memar, pendarahan yang tidak biasa, dan bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit

Nomor Izin Edar

GKL0502337810A1 (Bernofarm)
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Mencegah penggumpalan darah dan membantu mengencerkan darah (antiplatelet). Mengurangi berbagai keadaan akibat kekurangan suplai darah ke jaringan atau organ tubuh karena permasalahan pada pembuluh darah (iskemia) yang disebabkan penyakit oklusif arteri kronis. Mengobati nyeri yang timbul saat berolahraga (klaudikasio intermiten). Cilostazol digunakan untuk mengobati gejala klaudikasio intermiten. Kondisi ini menyebabkan aliran darah ke kaki berkurang, sehingga timbul rasa nyeri saat berjalan. Cilostazol membuat aliran darah di kaki lebih lancar dengan cara memperlebar pembuluh darah. Dengan begitu, penderita klaudikasio intermiten dapat berjalan lebih jauh sebelum harus beristirahat karena nyeri pada kaki.

Dewasa: 100 mg sebanyak 2 kali/hari.

Sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan perut kosong, minimal 30 menit sebelum atau 2 jam sesudah makan.

Sakit kepala.Jika Anda mengalami sakit kepala, mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Jika sakit kepala terus berlanjut, segera hubungi dokter. Diare.Jika Anda mengalami diare setelah mengonsumsi cilostazol, minumlah banyak air untuk mengganti cairan yang hilang. Mual, muntah, gangguan pencernaan, sakit perut, dan perut kembung.Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa efek samping tersebut, cobalah mengonsumsi makanan sederhana dan hindari makanan berat atau pedas. Kehilangan nafsu makan, detak jantung cepat, nyeri dada, pilek, pergelangan kaki atau kaki bengkak, dan ruam kulit yang gatal.Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa efek samping tersebut, segera hubungi dokter. Pusing atau kelelahan.Jika Anda mengalami pusing atau kelelahan, jangan mengemudi dan mengoperasikan mesin. Detak jantung cepat atau berdebar kencang.

Nama Produk

Cilostazol Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 102.600