SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Cholestat kaplet adalah obat untuk menurunkan kolesterol jahat dan lemak yang tinggi dalam darah

Cholestat Kaplet 10 mg (3 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 126.600

Jumlah Produk
0

Tersedia 23 Penjual

Apotek Sari Suci
Rp 210.058
Apotek Sari Suci
Kota Jakarta Pusat3.29 km
Apotek Putih
Rp 206.100
Apotek Putih
Kota Jakarta Selatan6.45 km
Apotek Satrio Puri Botanical
Rp 222.000
Apotek Satrio Puri Botanical
Kota Jakarta Barat10.6 km
Apotek Zea
Rp 202.010
Apotek Zea
Kota Jakarta Timur12.39 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Cholestat kaplet adalah obat untuk membantu menurunkan kolesterol jahat dan lemak, seperti LDL dan trigliserida, serta meningkatkan kolesterol baik (HDL). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Obat Cholestat kaplet mengandung zat aktif simvastatin.

Simvastatin termasuk dalam kelompok obat statin. Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah kolesterol yang dibuat oleh hati. Mengurangi kadar kolesterol jahat dan lemak dalam darah akan menurunkan risiko penyakit jantung dan membantu mencegah stroke dan serangan jantung.

Informasi zat aktif :

Simvastatin bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh. Proses ini akan menurunkan jumlah kolesterol yang mungkin menumpuk di dinding arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, simvastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan (85%). Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 5% ke bawah. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 1,3-2,4 jam.
  • Distribusi: Ikatan protein plasma: sekitar 95%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses 60% dan urine 13%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 1,9 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori X: Penggunaan Cholestat tablet tidak disarankan pada ibu hamil.
Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Interaksi obat :

  • Elbasvir dan grazoprevir.
    Simvastatin dapat meningkatkan konsentrasi atau kadar obat di atas di dalam tubuh.
  • Itraconazole, ketoconazole, posaconazole, voriconazole, clarithromycin, erithromycin, telithromycin, nefazodon, nelfilvir, bocistrevirporin, serta produk yang mengandung gemistlosporin, danazol dan asam fusidat, amiodaron, amlodipin, verapamil, diltiazem, lomitapid, daptomisin, dan colchicine.
    Simvastatin dapat meningkatkan risiko gangguan otot, seperti kelainan otot (miopati) dan kerusakan atau kematian otot rangka (rhabdomyolisis), jika digunakan bersama obat di atas.
  • Kumarin.
    Simvastatin dapat meningkatkan waktu pembekuan darah atau waktu protombin dengan kumarin.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri otot, nyeri tekan, kelemahan atau kram. Gejala ini bisa menjadi tanda kerusakan otot dan kerusakan ginjal
  • Kulit atau bagian putih mata menguning, feses pucat, dan urine berwarna gelap Gejala ini bisa menjadi tanda masalah hati.
  • Ruam kulit dengan bercak merah muda-merah, terutama di telapak tangan atau telapak kaki.
  • Sakit perut parah, bisa menjadi tanda masalah pankreas.
  • Batuk, sesak napas, dan penurunan berat badan. Gejala ini bisa menjadi tanda penyakit paru-paru.

Indikasi (manfaat)

  • Membantu menurunkan kolesterol jahat dan lemak, serta meningkatkan kolesterol baik di dalam darah.
  • Menurunkan risiko penyakit jantung.
  • Membantu mencegah stroke dan serangan jantung.

Kegunaan obat Simvastatin adalah untuk mengurangi produksi kolesterol dan trigliserida yang terdapat di seluruh tubuh. Tingginya kadar kolesterol dan trigliserida dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan serangan jantung.

Imbangi penggunaan obat ini dengan perubahan pola makan dan gaya hidup, seperti berolahraga secara rutin.

Komposisi

Simvastatin 10 mg.

Dosis

  • Dosis awal yang dianjurkan: 5-10 mg/hari sebagai dosis tunggal pada malam hari.
  • Dosis awal untuk pasien dengan kadar kolesterol yang tinggi (hiperkolesterolemia) ringan sampai sedang: 5 mg/hari.

Dosis dapat disesuaikan dengan selang waktu (interval) <4 minggu sampai maksimum 40 mg/hari sebagai dosis tunggal malam hari. Lakukan pengukuran kadar lipid dengan selang waktu (interval) <4 minggu dan dosis disesuaikan dengan respons penderita.

Aturan pakai

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala.
    Ketika sakit kepala,beristirahat dan minumlah banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama mengonsumsi simvastatin. Jika sakit kepala yang Anda alami terjadi selama lebih dari seminggu atau bertambah buruk, konsultasikan dengan dokter.
  • Sakit perut.
    Ketika Anda merasa sakit perut, cobalah untuk beristirahat dan rileks. Makanlah dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering. Anda juga bisa mengompres perut menggunakan botol berisi air panas. Jika sakit perut memburuk, hubungi dokter atau apoteker.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Jika Anda mengalami kesulitan buang air besar, cobalah minum banyak air dan konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayuran dan buah segar.
  • Muntah.
    Muntah dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari mengonsumsi makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam frekuensi waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi. Hindari mengonsumsi obat untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Pria yang mengalami pembesaran pada kelenjar payudara (ginekomastia).
  • Gerakan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor).
  • Pasien yang mengalami sakit kepala dan merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo).
  • Peradangan pada pankreas (pankreatitis).
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Ruam kemerahan pada kulit.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Pusing.
  • Kekurangan sel darah merah (anemia).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Infeksi pada saluran pernapasan bagian bawah.
  • Nyeri sendi.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Gangguan pada otot, seperti nyeri otot.
  • Nyeri sendi (athralgia).
  • Ruam pada kulit.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Penggunaan dosis 80 mg harus dibatasi untuk pasien yang telah menggunakan simvastatin 80 mg selama 12 bulan atau lebih.
  • Pasien dengan risiko  gangguan otot, seperti miopati atau rhabdomyolysis.
  • Pasien dengan kadar tiroid rendah dalam tubuh (hipotiroidisme) yang tidak terkontrol.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes mellitus).
  • Pasien dengan riwayat gangguan otot pribadi atau keluarga.
  • Pasien dengan riwayat toksisitas otot dengan statin atau fibrat.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol. 
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati.
  • Anak-anak dan orang tua.
  • Hentikan sementara simvastatin sebelum operasi besar.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Penggunaan bersama ketokonazol, itraconazole, posaconazole, voriconazole, clarithromycin, erithronycin, telitromisin, serta produk yang mengandung cobicistat, asam fusidat, nefazodon, ciclosporin, danazol, dan gemfibil.
  • Pasien penderita penyakit hati yang aktif tanpa penyakit jelas.
  • Pasien penderita gangguan otot (miopati sekunder) akibat agen penurun lipid lainnya.
  • Ibu hamil dan menyusui.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Cholestat Kaplet 10 mg (3 Strip @ 10 Kaplet)

Total

Rp 0