SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Chloramphenicol Kapsul 250 mg (10 strip @ 10 kapsul)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Chloramphenicol Kapsul 250 mg (10 strip @ 10 kapsul) adalah obat untuk mengatasi infeksi akibat bakteri seperti aktinomikosis, meningitis, antraks, radang panggul, melioidosis, cystic fibrosis.

Informasi zat aktif :

Chloramphenicol digunakan untuk mengatasi berbagai macam infeksi bakteri. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antibiotik bakterisidal yang bekerja dengan cara membunuh bakteri.

Chloramphenicol merupakan antibiotik dengan spektrum luas, sehingga dapat digunakan untuk melawan infeksi dari berbagai jenis bakteri sekaligus. Misalnya saja, S. typhi, H. influenzae, E. coli, spesies Neisseria, spesies Staphylococcus dan Streptococcus, Rickettsia, dan kelompok organisme lymphogranuloma-psittacosis yang memang sering menyerang dan menimbulkan penyakit pada manusia.

Karena chloramphenicol adalah antibiotik, maka obat ini tidak dapat digunakan sembarangan dan harus sesuai resep atau petunjuk dokter.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan chloramphenicol pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

Chloramphenicol dapat mengalami interaksi dengan obat:

  • Avapritinib
    Penggunaan bersama dapat meningkatkan risiko mengalami efek samping serius, seperti pendarahan di otak, gangguan kognitif seperti lupa, kebingungan, kesulitan berpikir, perubahan mood atau perilaku, halusinasi, retensi cairan atau pembengkakan, dan penurunan jumlah sel darah.
  • Butorphanol
    Penggunaan bersama dapat meningkatkan kadar butorphanol dalam darah, sehingga dapat meningkatkan efek samping, seperti mengantuk, pusing, kesulitan berkonsentrasi, dan gangguan dalam berpikir dan mengambil keputusan. Dalam kasus yang parah, penggunaan bersama dapat menyebabkan tekanan darah rendah, gangguan pernapasan, pingsan, koma, atau bahkan kematian.
  • Clozapine
    Penggunaan clozapine dapat menurunkan jumlah sel darah putih jika dikonsumsi dengan obat lain yang juga dapat memengaruhi fungsi sumsum tulang.
  • Deferiprone
    Penggunaan deferiprone dapat menurunkan jumlah sel darah putih jika dikonsumsi dengan obat lain, seperti chloramphenicol yang juga dapat memengaruhi sel darah putih atau fungsi sumsum tulang.
  • Encorafenib
    Penggunaan bersama dapat meningkatkan risiko efek samping serius, seperti komplikasi perdarahan, masalah mata dan penglihatan, masalah hati, irama jantung tidak teratur, dan perkembangan kanker kulit baru.
  • Phenytoin
    Penggunaan bersama phenytoin dapat meningkatkan gejala toksisitas atau keracunan phenytoin, seperti gerakan mata berkedut, bicara cadel, kantuk, kehilangan keseimbangan, tremor, otot kaku atau lemah, mual, muntah, pusing, pingsan, dan pernapasan lambat atau dangkal.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.
"

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Chloramphenicol Kapsul 250 mg (10 strip @ 10 kapsul)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Siklosporin
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 kapsul
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Sandimmun Neoral kapsul digunakan untuk mencegah terjadinya penolakan organ yang baru ditransplantasikan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Sandimmun Neoral kapsul mengandung zat aktif siklosporin.

Indikasi (manfaat)

Mengatasi infeksi akibat bakteri seperti aktinomikosis, meningitis, antraks, radang panggul, melioidosis, cystic fibrosis.

Komposisi

Chloramphenicol 250 mg

Dosis

  • Dewasa : 4 x sehari 50 mg/kgBB.
  • Meningitis atau infeksi berat : 4 x sehari 100 mg/kgBB.

Aturan pakai

Dikonsumsi dalam keadaan perut kosong, 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Depresi

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Tidak untuk penggunaan jangka panjang.
  • Tidak untuk mengobati infeksi virus atau mencegah infeksi bakteri.
  • Pasien dengan gangguan ginjal dan hati.
  • Anak - anak.
  • Wanita hamil atau menyusui.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Sandimmun Neoral kapsul pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Hipersensitif terhadap chloramphenicol.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kelainan darah, kelainan genetik, dan imunisasi aktif.
  • Penggunaan bersama obat yang menyebabkan depresi sumsum tulang.
  • Wanita hamil atau menyusui.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aminoglikosida.
  • Amfoterisin B.
  • Siprofloksasin.
  • Kotrimoksasol.
  • Melfalan.
  • Obat antiinflamasi non steroid.
  • Antagonis reseptor H2.
  • Metotreksat.
  • Takrolimus.
  • Nifedipin.
  • Lerkanidipin.
  • Digoksin.
  • Kolkisin.
  • Prednisolon.
  • Penghambat HMG-CoA reduktase (statin).
  • Vaksin hidup.
  • Diuretik hemat kalium atau obat yang mengandung kalium.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Chloramphenicol Kapsul 250 mg (10 strip @ 10 kapsul)