SehatQ
SehatQ Profile
Cetirizine Sirup adalah obat untuk mengatasi peradangan mukosa hidung akibat zat pemicu alergi

Cetirizine Sirup 60 ml


Harga Produk
Mulai dari
Rp 5.450

Jumlah Produk
1

Tersedia 95 Penjual

Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 14.200
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Rave Pharma
Rp 27.500
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
Apotek Fakhira 24 Jam
Rp 23.600
Apotek Fakhira 24 Jam
Kota Jakarta Selatan3.99 km
Apotek Benedetto
Rp 14.100
Apotek Benedetto
Kota Jakarta Barat4.79 km

Deskripsi

Cetirizine Sirup 60 ml adalah obat untuk mengatasi:

  • Peradangan pada mukosa hidung yang disebabkan karena adanya zat pemicu alergi atau rhinitis alergi
  • Kondisi alergi lain yang tidak diketahui penyebabnya secara signifikan atau urtikaria idiopatik kronis

Cetirizine dapat membantu meredakan gejala alergi, tetapi tidak mencegahnya.

Informasi zat aktif :

Cetirizine adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gejala alergi, seperti mata berair, pilek, gatal pada mata, hidung, atau kulit, bersin, dan biduran atau urtikaria.

Cetirizine adalah antihistamin non-penenang yang bekerja dengan cara memblokir reseptor histamin H1 pada sel. Histamin merupakan bahan kimia yang bertanggung jawab atas reaksi alergi yang terjadi di tubuh, misalnya pembengkakan selaput hidung, bersin, dan mata gatal. Memblokir atau menghambat reseptor histamin H1 akan mencegah pelepasan zat tersebut di dalam tubuh.

Tidak seperti antihistamin generasi pertama, cetirizine dan antihistamin generasi kedua lainnya tidak langsung masuk ke otak dari darah. Itu sebabnya, umumnya rasa kantuk akan berkurang. Namun, dibanding antihistamin generasi kedua lainnya, cetirizine lebih dapat menyebabkan kantuk setelah dikonsumsi.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Interaksi obat :

  • Obat-obatan yang menyebabkan kantuk, seperti nyeri opioid atau pereda batuk (misalnya codeine dan hidrokodon), alkohol, obat untuk tidur atau kecemasan (misalnya alprazolam, lorazepam, dan zolpidem), obat pelemas otot (misalnya carisoprodol dan cyclobenzaprine), atau pereda alergi lainnya (misalnya chlorpheniramine dan diphenhydramine).
    Penggunaan bersama cetirizine dapat menyebabkan peningkatan kadar cetirizine dalam darah, sehingga meningkatkan risiko efek samping, seperti mengantuk.
  • Obat penenang.
    Penggunaan bersama cetirizine dapat mempengaruhi sistem saraf pusat.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Cetirizine Sirup 60 ml
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
-
Kandungan Utama
Cetirizine HCl
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Cetirizine adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gejala alergi, seperti mata berair, pilek, gatal pada mata, hidung, atau kulit, bersin, dan biduran atau urtikaria.

Cetirizine adalah antihistamin non-penenang yang bekerja dengan cara memblokir reseptor histamin H1 pada sel. Histamin merupakan bahan kimia yang bertanggung jawab atas reaksi alergi yang terjadi di tubuh, misalnya pembengkakan selaput hidung, bersin, dan mata gatal. Memblokir atau menghambat reseptor histamin H1 akan mencegah pelepasan zat tersebut di dalam tubuh.

Tidak seperti antihistamin generasi pertama, cetirizine dan antihistamin generasi kedua lainnya tidak langsung masuk ke otak dari darah. Itu sebabnya, umumnya rasa kantuk akan berkurang. Namun, dibanding antihistamin generasi kedua lainnya, cetirizine lebih dapat menyebabkan kantuk setelah dikonsumsi.

Indikasi (manfaat)

Mengatasi:

  • Peradangan pada mukosa hidung yang disebabkan karena adanya zat pemicu alergi atau rhinitis alergi.
  • Kondisi alergi lain yang tidak diketahui penyebabnya secara signifikan atau urtikaria idiopatik kronis.

Cetirizine dapat membantu meredakan gejala alergi, tetapi tidak mencegahnya.

Komposisi

Tiap 5 ml: cetirizine 5 mg.

Dosis

Dewasa: 2 sendok takar 5 ml (10 ml), diminum 1 kali/hari

Anak-anak:

  • 2-6 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml), diminum 2 kali/hari
  • 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml), diminum 2 kali/hari

Aturan pakai

Dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker. 
  • Sakit kepala.
    Ketika merasa sakit kepala, beristirahatlah hingga merasa lebih baik. Jangan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan rasa kantuk. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama.
  • Pusing.
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti buah dan sayuran segar. Minumlah banyak cairan.
  • Mengantuk dan kelelahan.
    Ganti dengan mengonsumsi obat antialergi yang tidak menimbulkan rasa kantuk. Jika tidak membantu, berkonsultasilah ke dokter.
  • Mulut kering.
    Mengunyah permen karet atau menghisap permen bebas gula.
  • Sakit tenggorokan.
  • Gatal atau ruam.
  • Kaki dan tangan kesemutan.
  • Timbul rasa kegelisahan.
  • Reaksi alergi pada kulit disertai pembengkakan (angioedema).
  • Pasien yang memiliki denyut jantung di atas normal atau 100 kali/menit (takikardi).
  • Peradangan pada faring (faringitis).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Perasaan tidak nyaman (malaise).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Kejang.
  • Halusinasi.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 15-25 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung. Jangan dibekukan.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami kesulitan buang air kecil (retensi urine).
  • Pasien penderita epilepsi dan pasien yang berisiko mengalami kejang.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati atau ginjal ringan hingga sedang.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap cetirizine.
  • Pasien penderita penyakit ginjal berat.
  • Bayi dan anak-anak berusia 2 tahun ke bawah.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat-obatan yang menyebabkan kantuk, seperti nyeri opioid atau pereda batuk (misalnya codeine dan hidrokodon), alkohol, obat untuk tidur atau kecemasan (misalnya alprazolam, lorazepam, dan zolpidem), obat pelemas otot (misalnya carisoprodol dan cyclobenzaprine), atau pereda alergi lainnya (misalnya chlorpheniramine dan diphenhydramine).
    Penggunaan bersama cetirizine dapat menyebabkan peningkatan kadar cetirizine dalam darah, sehingga meningkatkan risiko efek samping, seperti mengantuk.
  • Obat penenang.
    Penggunaan bersama cetirizine dapat mempengaruhi sistem saraf pusat.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Cetirizine Sirup 60 ml

Total

Rp 14.200