Cetalmic Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Cetalmic Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk membantu menurunkan demam dan meringankan nyeri ringan hingga sedang seperti: sakit kepala. nyeri reumatik. nyeri otot dan sendi. nyeri setelah operasi. sakit gigi. nyeri saat menstruasi (dismenore primer). nyeri trauma. asam mefenamat merupakan obat nsaid yang mampu meredakan peradangan, meringankan rasa sakit, dan menurunkan suhu tubuh yang tinggi.
Cetalmic Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Asam mefenamat
Kelas Terapi
-
Klasifikasi Obat
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (500 mg)
Produsen
Soho Industri Pharmasi

Informasi Zat Aktif

Asam mefenamat termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat digunakan untuk mengobati rasa nyeri dan bengkak akibat peradangan. Caranya adalah dengan menekan kerja enzim siklooksigenase 1 dan 2 yang berperan dalam produksi prostaglandin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam mefenamat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma): 2-4 jam.
  • Distribusi: Melewati ASI. Ikatan protein plasma: 90% ke atas untuk albumin.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati menjadi 3-asam karboksimefenamat.
  • Ekskresi: Melalui urine sekitar 52% (6% sebagai glukuronida, 25% sebagai asam 3-hidroksimefenamat, dan 21% sebagai asam 3-karboksimefenamat) dan feses hingga 20% (terutama sebagai asam 3-karboksimfenamat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 2 jam.

Indikasi (manfaat) Obat

Membantu menurunkan demam dan meringankan nyeri ringan hingga sedang seperti:

  • Sakit kepala.
  • Nyeri reumatik.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Nyeri setelah operasi.
  • Sakit gigi.
  • Nyeri saat menstruasi (dismenore primer).
  • Nyeri trauma.

Asam mefenamat merupakan obat NSAID yang mampu meredakan peradangan, meringankan rasa sakit, dan menurunkan suhu tubuh yang tinggi.

Komposisi Obat

Asam mefenamat 500 mg.

Dosis Obat

Dewasa dan anak-anak 14 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 500 mg.
  • Dosis lanjutan: 250 mg setiap 6 jam atau sesuai kebutuhan.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Sakit kepala.
    Ketika merasa sakit kepala, jangan mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan Anda. Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Sebelum mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, mintalah rekomendasi kepada apoteker.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Jika Anda mengalami gejala dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter. Hindari mengonsumsi obat lain untuk menghentikan diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter terlebih dahulu.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Rendahnya jumlah sel darah putih dalam tubuh (leukopenia).
  • Kegagalan sumsum tulang dalam membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Sulit buang air besar (sembelit).
  • Penglihatan kabur.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Peningkatan tekanan darah (hipertensi).

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Risiko gangguan jantung dapat meningkat seiring lama penggunaan obat. Pasien dengan riwayat gangguan jantung memiliki risiko kambuh lebih besar.
  • Pasien dengan kadar lipid atau lemak dalam darah tinggi (hiperlipidemia).
  • Penggunaan bersama obat antiinflamasi nonsteroid, seperti meloxicam dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung, serangan jantung (infark miokard), maupun stroke yang dapat berakibat fatal.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang mengalami penurunan jumlah darah dan cairan dalam tubuh secara drastis (hipovolemia).
  • Dapat meningkatkan kadar enzim yang membantu hati mencerna lemak, yaitu SGOT atau SGPT.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien penderita gagal ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Risiko pada sistem pembuluh darah.

Kategori Kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Opistan 500 kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap asam mefenamat.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat pendarahan pada saluran pencernaan akibat penggunaan obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan golongan aintiinflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus 12 jari (ulkus duodenum).
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Wanita hamil trimester terakhir.
  • Penggunaan obat ini tidak dianjurkan untuk pasien yang mengalami nyeri setelah operasi arteri koroner (coronary artery bypass graft).
  • Pasien yang mengalami peradangan pada usus besar (gastritis).
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi (rhinitis alergi).
  • Pasien penderita biduran (urtikaria) akibat penggunaan aspirin.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal yang berat.
  • Pasien yang mengalami pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat pereda peradangan nonsteroid lain atau salisilat, seperti aspirin dan obat penghambat proses pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Penggunaan asam mefenamat bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Lithium.
    Penggunaan asam mefenamat bersama lithium akan meningkatan kadar lithium dalam plasma dan penurunan ekskresi lithium pada ginjal, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti muntah, masalah koordinasi, diare, dan otot lemah.
  • Obat diuretik atau obat untuk meningkatkan pengeluaran urine, seperti furosemid dan hidroklortiazid.
    Penggunaan bersama asam mefenamat dapat menurunkan efek obat diuretik.
  • Ciclosporin dan takrolimus.
    Penggunaan bersama obat-obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal (nefrotoksisitas).
  • Digoxin dan metotreksat.
    Asam mefenamat dapat meningkatkan serum digoxin dan metotreksat, sehingga dapat meningkatkan risiko keracunan.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi) golongan ACE inhibitor, antagonis angiotensin II, dan beta blocker.
    Asam mefenamat dapat mengurangi efek obat-obatan di atas dalam menurunkan tekanan darah pada pederita hipertensi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Cetalmic Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)