Stok Habis
Cefspan kapsul adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi yang disebabkan bakteri

Cefspan Kapsul 100 mg (3 Strip @ 10 Kapsul)


Harga Produk
Rp 913.200

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Cefspan kapsul adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi yang disebabkan bakteri, seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit, infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan, dan pneumonia. Obat ini termasuk dalam golongan obat keras, sehingga untuk mendapatkannya harus menggunakan resep dokter.

Cefspan kapsul mengandung zat aktif cefixime. Cefixime adalah antibiotik yang hanya dapat digunakan untuk mengobati infeksi yang muncul karena bakteri. Jadi, obat ini tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan virus, seperti flu.

Informasi zat aktif :

Cefixime merupakan antibiotik golongan sefalosporin. Antibiotik ini dapat menghambat proses pembentukan peptidoglikan, yaitu senyawa penyusun dinding sel bakteri. Dengan terhambatnya pembentukan peptidoglikan, maka pembentukan dinding sel bakteri pun ikut terhambat, sehingga bakteri akan hancur atau mati.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, cefixime diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap perlahan dari saluran pencernaan (40-50%). Makanan dapat memperlambat penyerapan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 22-54%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi puncak plasma) sekitar 3-8 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke sebagian besar jaringan dan cairan tubuh. Melintasi plasenta.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine sekitar 50% sebagai obat tidak berubah dan feses sekitar 10%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 3-4 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Interaksi obat :

  • Probenesid.
    Probenesid dapat meningkatkan kadar cefixim dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti mual, muntah, dan diare.
  • Nifedipine.
    Cefixime dapat meningkatkan kadar dan efektivitas nifedipine, sehingga dapat memicu hipotensi atau penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal.
  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Cefixime dapat meningkatkan efek obat penghambat pembekuan darah, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan dan memar.
  • Carbamazepine.
    Penggunaan cefixime bersama carbamazepin dapat meningkatkan kadar carbamazepine dalam darah dan risiko efek samping, seperti mual dan mengantuk.
  • Vaksin.
    Cefixime dapat menurunkan efektivitas vaksin dalam mencegah penyakit.
  • Salisilat.
    Salisilat dapat meningkatkan kadar cefixime dalam darah, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti mual, diare, dan muntah.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sakit perut parah.
  • Diare berair atau berdarah.
  • Perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kekuningan.
  • Kulit pucat atau menguning, urine berwarna gelap, kebingungan, atau kondisi tubuh melemah.
  • Kejang.
  • Penurunan jumlah sel darah yang ditandai dengan kelemahan mendadak atau perasaan sakit, demam, menggigil, gejala seperti flu, gusi bengkak, seriawan, luka pada kulit, detak jantung cepat, kulit pucat, mudah memar, pendarahan yang tidak biasa, dan timbul perasaan pusing.
  • Masalah pada ginjal, seperti penurunan jumlah dan frekuensi buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, lelah, dan sesak napas.
  • Reaksi kulit yang parah disertai demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah, rasa terbakar di mata, nyeri kulit diikuti ruam kulit yang menyebar (terutama di wajah atau tubuh bagian atas), dan pengelupasan kulit.

Indikasi (manfaat) Obat

Cefixime bersifat bakterisidal atau mampu membunuh bakteri. Oleh karena itu, obat ini dapat digunakan untuk mengobati:

  • Infeksi saluran kemih yang tidak terkomplikasi.
  • Radang amandel atau tonsilitis.
  • Infeksi pada telinga, hidung, dan tenggorokan.
  • Infeksi kulit.
  • Infeksi dan peradangan pada telinga bagian tengah (otitis media).
  • Radang tenggorokan atau faring (faringitis).
  • Peradangan pada saluran napas atau bronkus yang terjadi tiba-tiba (bronkitis akut).
  • Penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Salmonella thypii (demam tifoid) pada anak.
  • Peradangan pada saluran napas yang terjadi selama 3 bulan hingga 2 tahun berturut-turut dan memburuk (bronkitis kronik dari eksaserbasi).
  • Infeksi darah.
  • Infeksi pasca-melahirkan.
  • Peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada uretra, yaitu saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh (uretritis).
  • Infeksi peradangan yang terjadi pada serviks atau leher rahim tanpa kencing nanah (servisitis non GO).

Komposisi Obat

Cefixime 100 mg.

Dosis Obat

  • Dewasa: 200-400 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.
  • Anak-anak berusia 6 bulan ke atas dengan berat badan 50 kg ke bawah: 8 mg/kgBB/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Usahakan untuk mengonsumsi makanan sehat dan minum banyak air setiap hari. Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sereal, sayuran, dan buah segar.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Tetaplah konsumsi makanan sederhana, hindari makanan pedas.
  • Mual.
    Minumlah obat ini setelah makan untuk mengurangi rasa mual. Konsumsilah makanan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering.
  • Diare.
    Minumlah banyak cairan atau makanlah buah yang mengandung banyak air, seperti labu untuk menghindari dehidrasi Tanda-tanda dehidrasi terdiri dari buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau tajam. Jika diare berlanjut lebih dari 24 jam, segera hubungi dokter. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengobati diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter.
  • Pusing.
    Jika obat ini membuat Anda pusing, hentikan penggunaan. Duduk atau berbaringlah sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi, bersepeda, atau menggunakan perkakas atau mesin jika Anda merasa pusing. Jangan minum alkohol karena akan memperburuk kondisi Anda. Bicaralah dengan dokter jika efek samping ini berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Hindari juga minuman beralkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi obat ini. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Gangguan saluran pernapasan.
  • Biduran.
  • Reaksi alergi.
  • Gangguan pada ginjal.
  • Rasa panas dan terbakar pada dada akibat peningkatan asam lambung (heartburn).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit atau jenis sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh (granulositopenia).
  • Penurunan jumlah trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Tingginya kadar eosinofil yang merupakan salah satu jenis sel darah putih (eosinofilia).
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Peningkatan SGOT atau SGPT, yaitu enzim yang terdapat di organ hati. Peningkatan enzim ini dapat menyebabkan gangguan fungsi hati.
  • Radang pada mukosa mulut berupa bercak putih kekuningan (stomatitis).
  • Infeksi yang disebabkan jamur Candida albicans (kandidiasis).
  • Kekurangan vitamin K.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap penicillin.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien yang memiliki penyakit pada usus tertentu, seperti peradangan pada usus besar (kolitis).
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal serius.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien yang menerima vaksin.
  • Anak-anak berusia 6 bulan ke bawah.
  • Pasien penderita gangguan pada pencernaan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap cefixime.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Cefspan Kapsul 100 mg (3 Strip @ 10 Kapsul)