SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Cefixime Kapsul adalah untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri

Cefixime Kapsul 100 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)


Harga Produk
Rp 32.700

Jumlah Produk
1

Tersedia 1 Penjual

Apotek Benedetto
Rp 32.700
Apotek Benedetto
Kota Jakarta Barat4.79 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Cefixime Kapsul 100 mg (1 Strip @ 10 Kapsul) adalah obat untuk fungsi cefixime medikon kapsul adalah untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti:

radang amandel dan radang tenggorokan yang disebabkan streptococcus pyogenes.
infeksi saluran kemih ringan yang disebabkan escherichia coli dan proteus mirabilis.
demam tifoid.

cefixime juga digunakan untuk mengobati infeksi bakteri jangka pendek atau akut, seperti infeksi dada, infeksi tenggorokan, dan infeksi telinga.

Informasi zat aktif :

Cefixime merupakan antibiotik golongan sefalosporin. Antibiotik ini dapat menghambat proses pembentukan peptidoglikan, yaitu senyawa penyusun dinding sel bakteri. Dengan terhambatnya pembentukan peptidoglikan, maka pembentukan dinding sel bakteri pun ikut terhambat, sehingga bakteri akan hancur atau mati.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, cefixime diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap perlahan dari saluran pencernaan (40-50%). Makanan dapat memperlambat penyerapan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 22-54%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi puncak plasma) sekitar 3-8 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke sebagian besar jaringan dan cairan tubuh. Melintasi plasenta.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine sekitar 50% sebagai obat tidak berubah dan feses sekitar 10%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 3-4 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Interaksi obat :

  • Salisilat.
    Salisilat dapat meningkatkan kadar cefixime dalam darah, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti mual, diare, dan muntah.
  • Nifedipine.
    Cefixime dapat meningkatkan kadar dan efektivitas nifedipine, sehingga dapat memicu hipotensi atau penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal.
  • Probenesid.
    Probenesid dapat meningkatkan kadar cefixime dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti mual, muntah, dan diare.
  • Carbamazepine.
    Penggunaan cefixime bersama carbamazepin dapat meningkatkan kadar carbamazepine dalam darah dan risiko efek samping, seperti mual dan mengantuk.
  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Cefixime dapat meningkatkan efek obat penghambat pembekuan darah, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan dan memar.
  • Vaksin.
    Cefixime dapat menurunkan efektivitas vaksin dalam mencegah penyakit.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, dan mata
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Feses berair atau berdarah
  • Kemerahan atau ruam kulit
  • Sakit tenggorokan, demam, menggigil, atau tanda infeksi lainnya
  • Kram perut atau demam selama pengobatan atau hingga dua bulan atau lebih setelah menghentikan pengobatan
  • Sesak napas (mengi)
  • Gatal

Cefixime Kapsul 100 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Cefixime
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 kapsul (100 mg)
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Cefixime merupakan antibiotik golongan sefalosporin. Antibiotik ini dapat menghambat proses pembentukan peptidoglikan, yaitu senyawa penyusun dinding sel bakteri. Dengan terhambatnya pembentukan peptidoglikan, maka pembentukan dinding sel bakteri pun ikut terhambat, sehingga bakteri akan hancur atau mati.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, cefixime diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap perlahan dari saluran pencernaan (40-50%). Makanan dapat memperlambat penyerapan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 22-54%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi puncak plasma) sekitar 3-8 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke sebagian besar jaringan dan cairan tubuh. Melintasi plasenta.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine sekitar 50% sebagai obat tidak berubah dan feses sekitar 10%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 3-4 jam.

Indikasi (manfaat)

Fungsi Cefixime Medikon kapsul adalah untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti:

Cefixime juga digunakan untuk mengobati infeksi bakteri jangka pendek atau akut, seperti infeksi dada, infeksi tenggorokan, dan infeksi telinga.

Komposisi

Cefixime 100 mg.

Dosis

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

  • Anak-anak berusia 6 bulan - 10 tahun dengan berat badan di bawah 50 kg: 8 mg/kg BB/ hari dalam satu atau dua dosis terbagi.
  • Dewasa dan anak-anak dengan berat badan lebih dari 30 kg : 50-100 mg sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Minumlah obat dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Konsumsilah makanan sehat dan minum banyak air setiap hari. Pilihlah makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sereal, sayuran, dan buah segar.
  • Mual.
    Minumlah obat ini setelah makan untuk mengurangi rasa mual. Konsumsilah makanan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Tetaplah konsumsi makanan sederhana, hindari makanan pedas.
  • Pusing.
    Jika obat ini membuat Anda pusing, hentikan penggunaan. Duduk atau berbaringlah sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi, bersepeda, atau menggunakan perkakas atau mesin jika Anda merasa pusing. Jangan minum alkohol karena akan memperburuk kondisi Anda. Bicaralah dengan dokter jika efek samping ini berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Diare.
    Minumlah banyak cairan atau makanlah buah yang mengandung banyak air, seperti labu untuk menghindari dehidrasi Tanda-tanda dehidrasi terdiri dari buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau tajam. Jika diare berlanjut lebih dari 24 jam, segera hubungi dokter. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengobati diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Hindari juga minuman beralkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi obat ini. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Gangguan saluran pernapasan.
  • Biduran.
  • Reaksi alergi.
  • Gangguan pada ginjal.
  • Rasa panas dan terbakar pada dada akibat peningkatan asam lambung (heartburn).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Radang pada mukosa mulut berupa bercak putih kekuningan (stomatitis).
  • Infeksi yang disebabkan jamur Candida albicans (kandidiasis).
  • Kekurangan vitamin K.
  • Tingginya kadar eosinofil yang merupakan salah satu jenis sel darah putih (eosinofilia).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit atau jenis sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh (granulositopenia).
  • Penurunan jumlah trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami gangguan pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Penyakit kekurangan darah akibat penghancuran sel darah merah lebih cepat dibandingkan pembentukannya (anemia hemolitik).
  • Pasien dengan kondisi fisik lemah.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien lanjut usia.
  • Anak-anak.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap cefixime atau antibiotik golongan sefalosporin, penisilin, serta beta-laktam.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Salisilat.
    Salisilat dapat meningkatkan kadar cefixime dalam darah, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti mual, diare, dan muntah.
  • Nifedipine.
    Cefixime dapat meningkatkan kadar dan efektivitas nifedipine, sehingga dapat memicu hipotensi atau penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal.
  • Probenesid.
    Probenesid dapat meningkatkan kadar cefixime dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti mual, muntah, dan diare.
  • Carbamazepine.
    Penggunaan cefixime bersama carbamazepin dapat meningkatkan kadar carbamazepine dalam darah dan risiko efek samping, seperti mual dan mengantuk.
  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Cefixime dapat meningkatkan efek obat penghambat pembekuan darah, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan dan memar.
  • Vaksin.
    Cefixime dapat menurunkan efektivitas vaksin dalam mencegah penyakit.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, dan mata
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Feses berair atau berdarah
  • Kemerahan atau ruam kulit
  • Sakit tenggorokan, demam, menggigil, atau tanda infeksi lainnya
  • Kram perut atau demam selama pengobatan atau hingga dua bulan atau lebih setelah menghentikan pengobatan
  • Sesak napas (mengi)
  • Gatal
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Cefixime Kapsul 100 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)

Total

Rp 32.700