SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Cataflam Fast sachet adalah obat untuk meredakan nyeri dan mengurangi peradangan

Cataflam Fast Sachet 50 mg (1 Sachet @ 50 mg)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 9.820

Jumlah Produk
1

Tersedia 7 Penjual

Apotek Kemang
Rp 9.820
Apotek Kemang
Kota Bogor36.52 km
Apotek Kranggan
Rp 10.600
Apotek Kranggan
Kota Bekasi23.43 km
Apotek Angkot Sari
Rp 10.700
Apotek Angkot Sari
Kota Denpasar964.95 km
Apotek Tower Farma
Rp 11.008
Apotek Tower Farma
Kota Surabaya662.57 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Cataflam Fast sachet adalah obat untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit gigi, nyeri haid (dismenore),atau nyeri akibat cedera saat berolahraga.

Obat ini juga digunakan untuk membantu meringankan rasa sakit dan pembengkakan akibat radang sendi seperti rheumatoid arthritis, serta nyeri dan kaku pada punggung pada kondisi ankylosing spondylitis.

Cataflam Fast sachet mengandung kalium diklofenak sebagai zat aktifnya. Kalium diklofenak akan membantu mengatasi peradangan di tubuh yang menyebabkan rasa sakit atau pembengkakan.

Obat ini merupakan obat keras, sehingga penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter. Hal tersebut guna menghindari penyalahgunaan penggunaan obat dan efek samping yang tidak diinginkan.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Indikasi (manfaat)

  • Meringankan rasa sakit atau nyeri ringan hingga sedang
  • Meringankan sakit kepala sebelah (migrain)
  • Meringankan rasa sakit pada pasien peradangan sendi, seperti peradangan karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis) dan peradangan pada sendi akibat gesekan ujung sendi (osteoartritis)
  • Meringankan nyeri kronis, misalnya pada pasien kanker
  • Mengurangi gejala peradangan pada tulang belakang yang disertai gejala kaku dan nyeri (ankylosing spondylitis)

Pada pasien radang sendi, kalium diklofenak akan meringankan rasa sakit dan kaku di sendi, sehingga membantu penderitanya untuk beraktivitas normal.

Komposisi

Kalium diklofenak 50 mg

Dosis

Dewasa:

  • Dosis awal maksimal (hari ke-1): 150 mg/hari.
  • Dosis harian maksimal: 100 mg/hari dikonsumsi dalam 2-3 dosis terbagi.

Migrain:

  • Dosis awal: 50 mg saat sakit.
  • Dosis selanjutnya: 50 mg, dapat dikonsumsi lebih lanjut jika tidak membaik dalam 2 jam. Jika diperlukan, dosis sebesar 50 mg dapat dikonsumsi denganinterval 4-6 jam.
  • Dosis maksimal: 100 mg/hari.

Anak-anak 14 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 50-100 mg/hari dikonsumsi dalam 1-2 dosis terbagi.
  • Dosis maksimal: 100 mg/hari.

Aturan pakai

Dikonsumsi sebelum makan. Harus dilarutkan dalam segelas air kemudian diaduk.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. 
  • Sakit perut
    Mengompres perut menggunakan handuk hangat atau botol air minum berisi air hangat dapat membantu meredakan efek samping ini.
  • Mual
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur.
    Anda juga bisa meletakkan biskuit di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Minuman yang mengandung gula mampu membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur
  • Pusing
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Istirahatlah yang cukup. Minumlah banyak cairan, terutama air putih. Hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Gangguan pencernaan
  • Sakit kepala dan membuat sekeliling merasa seperti berputar (vertigo).
  • Perut kembung
  • Penurunan nafsu makan
  • Rasa sakit di ulu hati (nyeri epigastrik)
  • Kulit kemerahan (ruam)

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat perdarahan pada saluran pencernaan atau luka pada lambung dan usus
  • Pasien penderita penyakit jantung iskemik 
  • Pasien penderita peradangan paru yang dapat berkembang dalam jangka waktu panjang (PPOK)
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus)
  • Pasien penderita peradangan pada rongga hidung (rhinitis)
  • Pasien penderita infeksi saluran pernapasan
  • Pasien penderita lupus eritematous sistemik (SLE)
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal
  • Gangguan pembekuan darah (koagulopati)
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pasien penderita asma
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Cataflam Fast Sachet 50 mg (1 Sachet @ 50 mg)

Total

Rp 9.820

Jual dan Beli Cataflam Fast Sachet 50 mg (1 Sachet @ 50 mg) dari Apotek Online Toko SehatQ

Cataflam Fast sachet adalah obat untuk mengurangi peradangan, misalnya peradangan pada sendi, serta meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit gigi, nyeri haid (dismenore), dan nyeri setelah operasi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Cataflam Fast sachet mengandung zat aktif kalium diklofenak atau diclofenac potassium. Diklofenak adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang bekerja dengan menghalangi produksi senyawa di dalam tubuh yang menyebabkan peradangan. Penghambatan produksi senyawa ini akan membantu mengurangi gejala peradangan, seperti pembengkakan, nyeri, atau demam.

Informasi zat aktif :

Diklofenak dapat menghasilkan efek anti-peradangan (antiinflamasi) dan antinyeri (analgetik), serta menurunkan demam (antipiretik). Obat ini menghambat enzim siklooksigenase-1 dan siklooksigenase-2, sehingga dapat menekan pembentukan prostaglandin, yaitu senyawa yang berperan dalam rasa sakit dan peradangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalium diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi secara cepat dan hampir terserap seluruhnya. Penyerapan ditunda oleh makanan.
  • Distribusi: Hampir 100% terikat protein.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme efek lintas pertama di hati.
  • Ekskresi: Sekitar 40% sampai 60% diekskresikan melalui urine.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada kehamilan sebelum memasuki 30 minggu:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Cataflam Fast sachet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada kehamilan setelah memasuki 30 minggu:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin, aspirin, prednisone, heparin, dan fluoxetine.
    Penggunaan kalium diklofenak bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko perdarahan pada lambung.
  • Ciclosporin, lithium, methotrexate, kuinolon seperti ciprofloxacin, atau sulfonilurea.
    Penggunaan kalium diklofenak bersama obat di atas dapat meningkatkan efek samping.
  • Captopril dan enalapri, atau furosemide dan hydrochlortizide.
    Kalium diklofenak dapat menurunkan efektivitas obat-obat di atas.
  • Digoxin atau glikosida jantung.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Zidovudin.
    Penggunaan bersama zidovudin menyebabkan gangguan perdarahan.
  • Digoxin, lithium, methotrexate, pemetrexed, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan keracunan.
  • Colestipol dan cholestyramine.
    Obat ini dapat menyebabkan penurunan kadar dan efektivitas erphaflam dalam mengatasi peradangan.
  • Aspirin, antiplatelet, dan antikoagulan, seperti warfarin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan luka pada saluran pencernaan dan meningkatkan risiko perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Masalah jantung, seperti pembengkakan, penambahan berat badan yang cepat, dan sesak napas.
  • Masalah ginjal, seperti sedikit atau tidak bisa buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, bengkak di lengan atau kaki Anda, dan merasa lelah atau sesak napas.
  • Terjadi masalah hati yang ditandai dengan mual, diare, sakit perut (sisi kanan atas), kelelahan, gatal, urine berwarna gelap, dan kulit atau mata menguning.
  • Tanda-tanda perut berdarah, seperti feses berdarah, batuk darah, atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Ruam pada kulit.
  • Gejala seperti flu.


Merek: {""id""=>1874, ""label""=>""Clarihis"", ""data_custom""=>{""id""=>1874, ""label""=>""Clarihis""}}
Bentuk sediaan: Serbuk
Principal/Distributor obat: Novartis Indonesia
Manufacture: Novartis Indonesia
Kemasan obat: 1 sachet @ 50 mg (50 mg)

Indikasi/Manfaat Cataflam Fast Sachet 50 mg (1 Sachet @ 50 mg)

  • Meringankan rasa sakit atau nyeri ringan hingga sedang.
  • Meringankan sakit kepala sebelah (migrain).
  • Meringankan nyeri kronis, misalnya pada pasien kanker.
  • Mengurangi gejala peradangan pada tulang belakang yang disertai kaku dan nyeri (spondilitis ankilosa).
  • Meredakan nyeri haid (dismenore), sakit gigi, sakit kepala, dan nyeri pascaoperasi.
  • Meringankan rasa sakit pada pasien peradangan sendi (arthritis), seperti peradangan sendi karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis), dan peradangan pada sendi karena gesekan ujung sendi (osteoartritis).

Diklofenak adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang bekerja dengan cara memblokir enzim penyebab peradangan.


Dosis Cataflam Fast Sachet 50 mg (1 Sachet @ 50 mg)


Dewasa:

  • Dosis awal maksimal (hari ke-1): 150 mg/hari.
  • Dosis harian maksimal: 100 mg/hari dikonsumsi dalam 2-3 dosis terbagi.

Migrain:

  • Dosis awal: 50 mg saat sakit.
  • Dosis selanjutnya: 50 mg, dapat dikonsumsi lebih lanjut jika tidak membaik dalam 2 jam. Jika diperlukan, 50 mg selanjutnya dapat dikonsumsi pada interval 4-6 jam.
  • Dosis maksimal: 100 mg/hari.

Anak-anak berusia 14 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 50-100 mg/hari dikonsumsi dalam 1-2 dosis terbagi.
  • Dosis maksimal: 100 mg/hari.

Cara Penggunaan Cataflam Fast Sachet 50 mg (1 Sachet @ 50 mg)


Dikonsumsi sebelum makan. Harus dilarutkan dalam segelas air, kemudian diaduk.

Cara Menyimpan Cataflam Fast Sachet 50 mg (1 Sachet @ 50 mg)


Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Cataflam Fast Sachet 50 mg (1 Sachet @ 50 mg) Jika:


  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien penderita demam berdarah.
  • Ibu hamil trimester ketiga.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien penderita gangguan pada ginjal atau hati.
  • Pasien penderita luka atau peradangan pada usus atau lambung.
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi bypass arteri koroner (CABG).
  • Pasien dengan riwayat alergi setelah mengonsumsi obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lain, seperti asam mefenamat dan aspirin.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Cataflam Fast Sachet 50 mg (1 Sachet @ 50 mg)


  • Pasien dengan gagal jantung atau riwayat kesulitan mengeluarkan cairan (retensi cairan).
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan ginjal.
  • Pasien yang mengalami pembengkakan pada organ karena penumpukan cairan pada jaringan (edema).
  • Konsumsi bersama makanan untuk mengurangi efek samping pada saluran pencernaan.
  • Pasien dengan riwayat maag atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati atau ginjal.
  • Pasien dengan riwayat sakit jantung.
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Lakukan pemantauan fungsi hati selama penggunaan obat ini.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita stroke.

Efek Samping Obat Cataflam Fast Sachet 50 mg (1 Sachet @ 50 mg)


  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih relaks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Sakit perut.
    Cobalah mengompres perut menggunakan bantalan panas atau botol air minum berisi air hangat untuk meredakan efek samping ini.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa meletakkan biskuit di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Minuman yang mengandung gula mampu membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Pusing.
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Istirahatlah yang cukup. Minumlah banyak cairan, terutama air putih. Hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Pencernaan yg terganggu.
  • Rasa sakit di ulu hati (nyeri epigastrik).
  • Kulit kemerahan (ruam).
  • Sakit kepala dan membuat sekeliling merasa seperti berputar (vertigo). 
  • Perut kembung.
  • Penurunan nafsu makan.