SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Cataflam drops adalah obat untuk meringankan nyeri ringan hingga sedang dan mengatasi peradangan

Cataflam Drops (1 botol @ 15 ml)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 41.734

Jumlah Produk
1

Tersedia 36 Penjual

Urutkan
Apotek Putih
Rp 57.000
Apotek PutihJakarta Selatan
7.06 km
Apotek K24 Pondok Bambu
Rp 67.300
Apotek K24 Pondok BambuKota Jakarta Timur
10.2 km
Apotek Altaday
Rp 64.900
Apotek AltadayKota Jakarta Selatan
10.51 km
Apotek Kosambi
Rp 63.052
Apotek KosambiKota Jakarta Barat
11.97 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Cataflam drops adalah obat untuk meringankan nyeri ringan hingga sedang dan mengurangi gejala peradangan atau inflamasi. Itu sebabnya, cataflam digunakan untuk sakit gigi, sakit otot, sakit punggung, kram menstruasi, dan cedera akibat aktivitas olahraga. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Cataflam drops mengandung zat aktif diclofenac resinate.
Diclofenac juga digunakan untuk mengurangi rasa sakit, bengkak, dan kekakuan sendi yang disebabkan osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Mengurangi gejala ini akan membantu Anda melakukan lebih banyak aktivitas normal setiap harinya.

Informasi zat aktif :

Cataflam (diklofenak) adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang dapat meredakan peradangan, meringankan rasa sakit, serta menurunkan suhu tubuh yang tinggi atau demam.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara cepat dan hampir seluruhnya. Penyerapan ditunda oleh makanan.
  • Distribusi: Hampir 100% terikat protein,sehingga obat dapat memberikan efek sepenuhnya.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme jalur pertama, dengan 60% obat yang tidak berubah mencapai peredaran darah.
  • Ekskresi: Sekitar 40% sampai 60% dibuang melalui urine.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada trimester pertama dan kedua: Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Cataflam drops pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga: Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Kortikosteroid dan antidepresan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI).
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan luka pada saluran pencernaan dan perdarahan.
  • Aspirin, antiplatelet, dan antikoagulan, seperti warfarin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan luka pada saluran pencernaan dan meningkatkan risiko perdarahan.
  • Digoxin, lithium, methotrexate, pemetrexed, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan keracunan.
  • Zidovudin.
    Penggunaan bersama zidovudin menyebabkan gangguan perdarahan.
  • Penghambat ACE, diuretik, diuretik, ciclosporin, dan tacrolimus.
    Penggunaan obat di atas bersama kalium diklofenak dapat menyebabkan tingginya kadar kalium dalam darah dan kerusakan ginjal.
  • Digoxin atau glikosida jantung.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko efek samping pada penyakit jantung.
  • Colestipol, sucralfate, dan cholestyramine.
    Obat ini dapat menurunkan kadar dan efektivitas diklofenak dalam mengatasi peradangan.
  • Obat antihipertensi golongan beta blocker, seperti atenolol dan bisoprolol.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menurunkan efektivitas beta blocker dalam menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Insulin dan obat antidiabetes oral.
    Penggunaan bersama dapat mengubah respons pasien terhadap obat ini. Pantau kadar glukosa darah dengan cermat.
  • Litium.
    Penggunaan bersama lithium dapat meningkatkan kadar lithium dalam plasma, sehingga dapat menyebabkan efek toksik atau keracunan.
  • Diuretik hemat kalium.
    Dapat meningkatkan kadar kalium serum, sehingga menyebabkan hiperkalemia.
  • Probenecid.
    Penggunaan bersama probenecid dapat menyebabkan peningkatan efek NSAID, sehingga dapat memicu terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tanda pertama ruam kulit dan betapapun ringannya.
  • Gejala flu, seperti bersin dan hidung tersumbat.
  • Gangguan pada jantung, seperti pembengkakan, penambahan berat badan yang cepat, dan sesak napas.
  • Masalah ginjal, antara lain sedikit atau tidak buang air kecil, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di lengan atau kaki, dan merasa lelah atau sesak napas.
  • Masalah hati, seperti mual, diare, sakit di sisi kanan atas perut, kelelahan, gatal, urine gelap, dan kulit atau mata menguning.
  • Tanda-tanda perut berdarah, seperti terdapat darah pada feses, batuk darah, atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.

Indikasi (manfaat)

  • Membantu meredakan nyeri dan bengkak karena peradangan sendi (artritis).
  • Meringankan nyeri dan gejala peradangan lainnya pada peradangan sendi kronis karena kerusakan tulang rawan (osteoarthritis) dan peradangan sendi karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Meringankan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit kepala sebelah (migrain), dan nyeri haid.
  • Mengobati rasa sakit pada keseleo, asam urat, sakit gigi, dan nyeri setelah operasi pembedahan.

Diklofenak bekerja dengan menghambat efek enzim cyclooxygenase (COX) dalam tubuh. Enzim ini berperan dalam pembentukan prostaglandin atau senyawa kimia yang diproduksi ketika mengalami tubuh mengalami cedera atau kerusakan.

Prostaglandin dapat menyebabkan rasa nyeri dan pembengkakan. Dengan terhambatnya enzim COX, maka senyawa prostaglandin yang diproduksi akan berkurang, sehingga rasa sakit atau nyeri, demam, dan peradangan akan mereda.

Komposisi

Tiap 1 ml: 15 mg diclofenac resinate yang setara dengan 0,5 mg kalium diklofenak.

Dosis

Anak-anak berusia 6 tahun ke atas: 2mg/kgBB/hari, dikonsumsi dalam 2-3 dosis terbagi.
Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai

Dikonsumsi bersama makanan atau sesudah makan.

Efek Samping

  • Sakit perut, kembung, atau kehilangan nafsu makan.
    Hindari makanan yang mengandung gas, seperti kacang-kacangan, lentil, dan bawang. Makanlah dalam porsi kecil secara perlahan. Lakukan olahraga ringan secara teratur.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit alternatif. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi diklofenak. Bicaralah dengan dokter, jika efek samping ini berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Pusing atau vertigo.
    Apabila Anda merasa pusing atau tidak stabil, hentikan apa yang Anda lakukan. Duduk atau berbaringlah sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat jika Anda merasa pusing. Saat tubuh Anda terbiasa dengan diklofenak, efek samping ini akan hilang.
  • Mual.
    Minumlah diclofenak dengan atau setelah makan, serta hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Diare atau muntah.
    Perbanyak minum air. Hubungi apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau kencing berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Peningkatan tekanan darah.
  • Buang angin.
  • Ruam pada kulit.
  • Penggunaan jangka panjang dan dalam dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan irama jantung.

Cara Penyimpanan

Simpan dalam lemari es pada suhu 2-8°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien dengan asma.
  • Pasien yang mengalami perdarahan pada lambung atau usus.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien penderita penyakit hati atau ginjal.
  • Pasien yang merokok.
  • Pasien yang mengalami perdarahan pada perut.
  • Pasien dengan gangguan perdarahan.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Pasien yang memiliki masalah pada lambung.
  • Pasien yang memiliki kerusakan pada ginjal.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap kandungan Cataflam.
  • Pasien yang memiliki riwayat alergi setelah mengonsumsi aspirin atau NSAID lainnya.
  • Penderita penyakit jantung iskemik.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung atau usus (tukak lambung atau usus).
  • Wanita hamil trimester ketiga.
  • Pasien penderita gagal ginjal atau hati.
  • Pasien yang akan atau sudah menjalani operasi bypass jantung.
  • Pasien dengan plak menumpuk di dalam arteri yang menyalurkan darah menuju otak, organ tubuh, dan anggota tubuh.
  • Pasien dengan penyakit pembuluh darah di otak, terutama arteri otak (penyakit kardiovaskular).
  • Pasien penderita gagal jantung.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

Nama Produk

Cataflam Drops (1 botol @ 15 ml)

Total

Rp 57.000