Carpiaton Tablet 25 mg (1 Strip @ 10 Tablet) | Manfaat dan Indikasi Obat, Dosis, Efek Samping
SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Carpiaton tablet adalah obat untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gagal jantung

Carpiaton Tablet 25 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 8.487

Jumlah Produk
1

Tersedia 18 Penjual

Urutkan
Apotek Budi Jaya
Rp 18.700
Apotek Budi JayaKota Jakarta Barat
12.53 km
Apotek Keluarga Kita
Rp 16.100
Apotek Keluarga KitaKota Tangerang Selatan
20.59 km
Apotek Tasya Farma
Rp 15.900
Apotek Tasya FarmaKabupaten Tangerang
34.33 km
Apotek Jitu
Rp 16.800
Apotek JituKota Palembang
422.28 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Carpiaton tablet adalah obat untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gagal jantung. Menurunkan tekanan darah tinggi dapat membantu mencegah terjadinya serangan jantung, stroke, dan masalah pada ginjal.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Carpiaton tablet mengandung zat aktif spironolactone. Zat aktif ini dapat digunakan secara tunggal atau dengan obat lain untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Selain itu, spironolactone juga digunakan untuk mengobati pasien tertentu dengan hiperaldosteronisme atau tingginya hormon aldosteron di dalam tubuh, tingkat kalium rendah, dan gagal jantung.

Obat ini pun mampu mengobati pasien dengan pembengkakan jaringan tubuh yang karena penumpukan cairan atau edema. Kondisi ini bisa disebabkan berbagai penyakit, misalnya penyakit hati atau ginjal. 

Informasi zat aktif :

Spironolactone adalah obat yang digunakan untuk mengobati orang dengan tekanan darah tinggi, kadar kalium rendah, gagal jantung, edema, penyakit hati, penyakit ginjal, dan hiperaldosteronisme.

Obat ini berada dalam kelas obat yang disebut antagonis reseptor aldosteron. Spironolactone bekerja dengan membantu ginjal membuang air dan natrium yang tidak dibutuhkan, tanpa menghabiskan terlalu banyak kalium.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, spironolactone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) kira-kira 90% dan ditingkatkan dengan makanan tinggi lemak atau kalori. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi plasma puncak) sekitar 2,6-4,3 jam (terutama sebagai metabolit aktif).
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Metabolisme yang cepat dan ekstensif di hati menjadi beberapa metabolit aktif.
  • Ekskresi: Melalui urine (terutama sebagai metabolit) dan feses (sekunder). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1,4 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Carpiaton tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Diuretik hemat kalium lainnya, suplemen kalium penghambat ACE, antagonis reseptor angiotensin II, trilostan, dan heparin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar kalium dalam tubuh hingga di atas batas normal (hiperkalemia).
  • Digoksin.
    Spironolactone dapat meningkatkan kadar digoksin dalam serum, sehingga dapat menyebabkan keracunan.
  • Norepinefrin.
    Penggunaan bersama spironalcotone menurunkan respons vaskular.
  • Kolestiramin.
    Kolestiramin meningkatkan kadar asam (asidosis metabolik) dan kadar kalium dalam tubuh (hiperkalemia).
  • Alkohol, barbiturat, atau obat golongan narkotika.
    Penggunaan obat di atas menyebabkan pasien mengalami pusing ketika beranjak dari duduk atau berbaring yang disebabkan penurunan tekanan darah (hipotensi ortostatik).
  • Siklosporin dan NSAID.
    Siklosporin dan NSAID dapat meningkatkan kerusakan pada ginjal.
  • Lithium.
    Lithum dapat menyebabkan risiko toksisitas atau keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Penurunan kadar kalium dalam darah yang ditandai dengan gejala kebingungan, detak jantung tidak stabil, rasa haus yang ekstrim, peningkatan frekuensi buang air kecil, kelemahan otot, dan merasa lemas.
  • Peningkatan tekanan darah tinggi yang ditandai dengan sakit kepala parah, penglihatan kabur, telinga berdengung, gelisah, nyeri dada, sesak napas, dan kejang.
  • Gangguan penglihatan, pembengkakan, peningkatan berat badan secara cepat, sesak napas, depresi berat, timbulnya perilaku yang tidak biasa, kejang, feses berdarah, batuk berdarah, nyeri pada perut bagian atas yang menyebar ke punggung, mual dan muntah, serta jantung berdetak cepat.

Indikasi (manfaat)

  • Mengobati gagal jantung.
  • Mencegah dan mengobati kondisi kalium rendah dalam tubuh (hipokalemia).
  • Mengobati kelainan kelenjar endokrin yang melibatkan satu atau kedua hormon adrenalin dan menghasilkan terlalu banyak hormon aldosteron (hiperaldosteronisme).
  • Mengatasi pembengkakan akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh terutama pada kaki (edema).
  • Mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi).

Spironolactone adalah obat golongan antagonis atau penghambat aldosteron, atau diuretik hemat kalium. Obat ini mampu memblokir aktivitas aldosteron, yaitu hormon yang dapat menyebabkan retensi atau penahanan air di tubuh. Hal ini dapat membuat kondisi jantung, ginjal, dan hati tertentu menjadi lebih buruk.

Dengan memblokir aldosteron, tubuh tidak akan menahan cairan, sehingga dapat menghentikan pengeluaran kalium oleh tubuh. Selain itu, pemblokiran ini juga dapat menurunkan tekanan darah.

Komposisi

Spironolactone 25 mg.

Dosis

Dewasa:

  • Edema: 100 mg/hari.
  • Hiperentsi:
  • Hiperaldosteronisme:
  • Gagal jantung kongestif: 25 mg/hari.
  • Hipokalemia akibat diuretik: 25-200 mg/hari.

Anak-anak:

  • Hiperaldosteronisme: 3 mg/kg.
  • Gagal jantung kongestif: 3 mg/kg dikonsumsi dalam dosis terbagi.

Dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek Samping

  • Mual dan muntah.
    Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa atau pedas.
  • Merasa lelah, pusing, atau mengantuk.
    Jika ini terjadi, jangan mengemudi dan mengoperasikan mesin sampai Anda merasa lebih baik.
  • Masalah seksual, ketidaknyamanan dan pembesaran payudara, perasaan bingung, menstruasi tidak teratur, kebingungan, berkeringat, kram, rambut rontok atau pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan, dan ruam kulit.
    Jika mengalami efek samping ini, hubungi dokter Anda.
  • Kelelahan.
  • Pusing.
  • Gangguan pada saluran pencernaan, seperti diare.
  • Masalah pada otak yang menyebabkan gangguan keseimbangan dan koordinasi (ataksia).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Gangguan menstruasi yang tidak teratur.
  • Impotensi.
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).
  • Sakit kepala.
  • Kebingungan.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Penurunan kadar kalium dalam darah (hiponatremia).

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan ginjal dan jantung.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien lanjut usia.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien yang berisiko memiliki kadar kalium tinggi dalam darah (hiperkalemia) dan asidosis.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mengalami kerusakan pada kelenjar adrenal yang tidak mampu memproduksi hormon dalam jumlah sesuai kebutuhan tubuh (penyakit addison).
  • Pasien penderita gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi urine (anuria).
  • Pasien yang memiliki kadar kalium tinggi dalam darah (hiperkalemia).
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien yang mengonsumsi eplerenon.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Carpiaton Tablet 25 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 18.700