SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Captopril Kimia Farma Tablet 25 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 22.781

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Captopril Kimia Farma tablet adalah obat untuk mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi dan gagal jantung. Selain itu, obat captopril ini juga dapat digunakan untuk menjaga jantung pasien setelah mengalami serangan jantung dan menangani nefropati diabetikm yaitu penyakit ginjal akibat diabetes.

Cara kerja captopril adalah dengan menghambat produksi zat di dalam tubuh yang menyebabkan pembuluh darah menyempit. Dengan mekanisme ini, pembuluh darah akan lebih rileks, sehingga tekanan darah menurun, lalu suplai darah dan oksigen ke jantung akan meningkat.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Captopril dapat digunakan sendiri atau bersama obat lain untuk mengobati tekanan darah tinggi atau hipertensi. Tekanan darah tinggi akan menambah beban kerja jantung dan arteri. Jika didiamkan tanpa diobati, jantung dan pembuluh darah arteri akan mengalami penurunan fungsi.

Hal tersebut dapat merusak pembuluh darah otak, jantung, dan ginjal. Kerusakan ini akan menyebabkan stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, captopril diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap cepat dari saluran pencernaan, yaitu sekitar 60-75%. Konsentrasi serum dapat menurun dengan adanya makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 60-75%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma sekitar 1-2 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine sebanyak lebih dari 90% dan 40-50% sebagai obat tidak berubah. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat selama 2-3 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Aliskiren
    Penggunaan bersama aliskiren dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal.
  • Lithium
    Captopril dapat meningkatkan kadar lithium dan risiko efek samping, seperti pandangan kabur.
  • Prokainamid dan obat penekan sistem imun (imunosupresan)
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko penurunan jumlah sel darah putih dalam tubuh (leukopenia).
  • Agen penghambat adrenergik dan NSAID, seperti indometasin dan ibuprofen
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Diuretik tiazid atau loop, kecuali furosemid dan hidroklortiazid
    Penggunaan bersama obat di atas dapat mengakibatkan hipotensi atau tekanan darah rendah.
  • Amilorid, spironolakton, dan triamteren
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar kalium dalam tubuh hingga di atas normal (hiperkalemia).
  • Obat penyakit kencing manis (antidiabetik) oral, seperti sulfonilurea
    Captopril dapat meningkatkan efektivitas obat di atas dalam menurunkan kadar gula darah, sehingga dapat menurunkan kadar gula darah menjadi sangat rendah (hipoglikemia).
  • Probenesid
    Penggunaan bersama probenesid dapat menurunkan pembersihan ginjal.
  • Obat untuk gagal jantung (agen simpatomimetik)
    Penggunaan bersama agen simpatomimetik dapat menurunkan tekanan darah, sehingga menyebabkan risiko hipotensi atau tekanan darah terlalu rendah.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Perasaan pusing seperti akan pingsan
  • Sesak napas meski beraktivitas ringan, pembengkakan, dan penambahan berat badan yang cepat
  • Penurunan frekuensi dan jumlah urine
  • Nyeri atau tekanan pada dada serta jantung berdebar-debar
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah dengan gejala, seperti mual, detak jantung lambat atau tidak biasa, kelemahan mendadak atau perasaan sakit, demam, menggigil, sakit tenggorokan, nyeri mulut atau nyeri saat menelan, luka kulit, serta gejala pilek atau flu

Indikasi (manfaat)

  • Menurunkan tekanan darah tinggi
  • Mengobati penyakit gagal jantung kongestif
  • Mengatasi masalah ginjal yang disebabkan diabetes melitus
  • Mencegah stroke dan serangan jantung

Captopril termasuk dalam kelas obat inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE). ACE berperan dalam mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II, yaitu hormon yang dapat menyempitkan pembuluh darah.

Dengan menghambat ACE, maka pembuluh darah akan melebar. Hal ini memungkinkan darah mengalir lebih mudah dan mengurangi kerasnya kerja jantung dalam memompa darah. Dengan begitu, tekanan darah akan menurun, lalu kemampuan jantung memompa darah dan aliran darah di ginjal akan meningkat.

Komposisi

Captopril 25 mg

Dosis

Dewasa:

  • Dosis awal: 12,5 mg sebanyak 2 kali/hari
  • Dosis pemeliharaan: 25 mg sebanyak 2 kali/hari, dapat ditingkatkan dengan selang 2-4 minggu hingga diperoleh respons yang memuaskan
  • Dosis maksimum: 50 mg sebanyak 2 kali/hari

Anak-anak:

    • Dosis awal: 0,3 mg/kgBB hingga maksimum 6 mg/kgBB/hari dalam 2-3 dosis terbagi, tergantung respons

Aturan pakai

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan atau anjuran dokter.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Hubungi dokter jika efek samping ini berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Diare atau muntah
    Minumlah banyak air untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
    Usahakan mengonsumsi makanan sehat dan minum beberapa gelas air setiap hari. Konsumsi makanan yang mengandung serat, seperti sayuran, buah segar, dan sereal.
  • Sakit perut
    Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa atau pedas. Jika efek samping ini bertambah parah atau tidak kunjung hilang, segera hubungi dokter.
  • Mual
    Cobalah mengonsumsi obat ini dengan makanan atau setelah makan untuk mengurangi rasa mual.
  • Mulut kering
    Cobalah mengonsumsi permen karet atau manisan bebas gula.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis)
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia)
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi)
  • Penurunan jumlah neutrofil dalam darah (neutropenia)
  • Terdapat protein pada urine (proteinuria)
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia)
  • Pembengkakan pada kulit akibat penumpukan cairan pada jaringan
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Ruam pada kulit
  • Gangguan pengecapan
  • Lelah
  • Batuk

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita skleroderma, yaitu penyakit autoimun yang menyerang jaringan ikat, sehingga membuat jaringan tersebut menebal dan mengeras
  • Pasien penderita sindrom Sjogre atau kelainan genetik dengan gejala mulut dan mata kering
  • Pasien penderita penyakit ginjal atau pasien yang sedang menjalani cuci darah
  • Pasien penderita penyakit hati
  • Pasien yang pernah menjalani tranplantasi organ
  • Pasien penderita lupus
  • Ibu menyusui
  • Pasien penderita gangguan ginjal
  • Pasien penderita artritis reumatoid, yaitu peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri
  • Pasien penderita sindrom Marfan, yaitu penyakit gangguan pada jaringan ikat yang terjadi akibat kelainan genetik

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi dengan captopril atau obat ACE inhibitor lainnya
  • Wanita hamil
  • Pasien penderita kencing manis yang mengonsumsi aliskiren
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Captopril Kimia Farma Tablet 25 mg (10 Strip @ 10 Tablet)