SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Cameloc Tablet 15 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 20.684

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Cameloc Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung meloxicam 15 mg. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Cameloc Tablet 15 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Meloxicam
Kelas Terapi
Antiinflamasi dan antirematik
Klasifikasi
Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID)
Kemasan
1 Strip @ 10 Tablet
Produsen
Dexa Medica

Informasi Zat Aktif

Meloxicam adalah obat golongan NSAID. Obat ini bekerja dengan memblok enzim cyclooxygenase di tubuh. Enzim ini berperan dalam pembentukan prostaglandin, yaitu senyawa yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan di tubuh, misalnya nyeri dan pembengkakan. Dengan menghalangi kerja enzim tersebut, maka produksi prostaglandin di tubuh akan berkurang, begitu juga dengan gejala peradangan yang terjadi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, meloxicam diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 4-5 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi: kira-kira 10 liter. Ikatan protein plasma sekitar 99,4%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui.
  • Ekskresi: Melalui urine dan feses sebagai metabolit tidak aktif. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 15-22 jam.

Indikasi (manfaat)

  • Pengobatan jangka pendek pada gejala yang menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak (osteoartritis).
  • Pengobatan jangka panjang untuk peradangan sendi akibat kondisi autoimun (artritis rheumatoid).
  • Pengobatan gejala peradangan kronis yang dapat menyebabkan menutupnya celah antar ruas tulang belakang (spondilitis ankilosa).

Meloxicam membantu mengurangi rasa sakit, peradangan, dan demam. Obat ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dengan menurunkan kadar prostaglandin atau zat yang menyebabkan peradangan, sehingga mampu mengurangi gejala peradangan.

Komposisi

Meloxicam 15 mg

Dosis

  • Rheumatoid arthritis: 15 mg/hari, dosis dapat dikurangi hingga 7,5 mg/hari.
  • Osteoarthritis: 7,5 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 15 mg/hari.
  • Pasien penderita gagal ginjal atau yang melakukan cuci darah:
    • Dosis maksimal: 7,5 mg/hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Minumlah air sedikit demi sedikit saat sedang merasa sakit. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker merekomendasi obat untuk menghilangkan rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang dalam minggu pertama mengonsumsi obat ini. Jika sakit kepala berlangsung lebih lama, segera hubungi dokter.
  • Pusing.
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Bergeraklah dengan hati-hati. Beristirahatlah yang banyak. Minumlah banyak cairan terutama air, serta hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Gangguan pencernaan dan perut terasa tidak nyaman.
  • Mengantuk.
  • Perubahan suasana hati.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Sakit kepala seperti sensasi sekelilingnya berputar (vertigo).
  • Telinga berdering (tinnitus).

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid lain dan obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).
  • Pasien dengan kondisi kadar lipid atau lemak dalam darah meningkat tinggi (hiperlipidemia).
  • Pasien dengan kondisi ketika jumlah darah dan cairan di dalam tubuh berkurang secara drastis (hipovalemia).
  • Pasien dengan kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis hati).
  • Pasien yang mengalami luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang mengalami kekurangan cairan (dehidrasi).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita serangan jantung.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gangguan jantung dan hati.
  • Wanita hamil trimester pertama dan kedua.
  • Pasien penderita asma.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.

Kategori Kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Cameloc tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap meloksikam, aspirin, atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya.
  • Pasien dengan riwayat mengalami perdarahan atau luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada otak (serebrovaskular).
  • Wanita hamil trimester ketiga dan ibu menyusui.
  • Anak-anak berusia 15 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita gagal jantung.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ciclosporin dan tacrolimus.
    Penggunaan meloxicam dan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan ginjal.
  • Lithium, digoxin, dan methotrexate.
    Penggunaan meloxicam dan obat di atas dapat meningkatkan kadar kalium (hiperkalemia).
  • Colestiramine.
    Meloxicam dapat menurunkan efektivitas kolestiramin, sehingga dapat meningkatkan efek sampingnya.
  • Obat penghambat pembekuan darah, seperti warfarin, dan heparin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi, seperti golongan ACE inhibitor, antagonis angitensin II, dan beta blocker.
    Meloxicam dapat menurunkan efektivitas obat penurun tekanan darah tinggi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Cameloc Tablet 15 mg (1 Strip @ 10 Tablet)