SehatQ
SehatQ Profile
Calortusin Sirup 60 ml harga terbaik

Calortusin Sirup 60 ml


Harga Produk
Mulai dari
Rp 6.400

Jumlah Produk
1

Tersedia 16 Penjual

Apotek Sehat Krendang
Rp 9.800
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
Apotek Madinah Farma
Rp 9.900
Apotek Madinah Farma
Kota Jakarta Barat5.96 km
Apotek Mulia Farma
Rp 9.200
Apotek Mulia Farma
Kota Jakarta Barat8.95 km
Apotek Evita
Rp 9.900
Apotek Evita
Jakarta Barat9.41 km

Deskripsi

Calortusin sirup obat untuk meredakan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin yang disertai batuk kering. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Calortusin sirup mengandung zat aktif paracetamol, dextromethorphan hydrobromide, phenylpropanolamine hydrochloride, dan chlorpheniramine maleat.

Indikasi obat:

Meringankan gejala flu seperti pada kondisi:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Hidung tersumbat.
  • Bersin yang disertai batuk kering.

Paracetamol bermanfaat sebagai nyeri ringan atau sedang seperti nyeri karena masuk angin, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri tubuh atau otot, kram menstruasi, radang sendi (arthritis), atau sakit gigi. Obat ini juga dapat digunakan untuk menurunkan demam. Paracetamol bekerja dengan menghalangi pelepasan bahan kimia tertentu di otak yang menandakan sensasi nyeri.
Dextromethorphan digunakan untuk sementara meredakan batuk yang disebabkan oleh flu biasa atau kondisi lainnya. Dextromethorphan akan meredakan batuk tetapi tidak akan mengobati penyebab batuk atau mempercepat pemulihan. Dextromethorphan termasuk dalam kelas obat yang disebut antitusif untuk meringankan batuk kering. Dextromethorphan bekerja dengan mengurangi aktivitas di bagian otak yang menyebabkan batuk.
Phenylpropanolamine merupakan obat dekongestan yang bekerja dengan menyempitkan (mengecilkan) pembuluh darah (vena dan arteri) di tubuh. Penyempitan pembuluh darah di sinus, hidung, dan dada memungkinkan terbukanya aliran pembuluh darah di area tersebut, yang mengurangi penyumbatan.
Chlorpheniramine maleat dapat meredakan mata merah, gatal, berair, bersin, hidung atau tenggorokan gatal dan pilek yang disebabkan oleh alergi, demam, dan flu biasa. Chlorpheniramine maleat membantu mengontrol gejala pilek atau alergi, tetapi tidak akan mengobati penyebab gejala atau mempercepat pemulihan. Chlorpheniramine maleat berada dalam kelas obat yang disebut antihistamin yang bekerja dengan memblokir aksi histamin, zat dalam tubuh yang menyebabkan gejala alergi.

Komposisi obat:

Tiap 5 ml:

  • Paracetamol 120 mg.
  • Dextromethorphan hydrobromide 5 mg.
  • Phenylpropanolamine hydrochloride 3,75mg.
  • Chlorpheniramine maleat 0,5 mg.
  • Alkohol 0,5 ml.

Dosis obat:

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 20 ml sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: 10 ml sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat: Dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter.

Efek samping obat:

  • Mengantuk.
    Ketika Anda mengantuk beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.
  • Mulut kering.
    Cobalah untuk mengonsumsi permen bebas gula atau permen karet bebas gula.
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia).
  • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia).
  • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Gangguan pencernaan.
  • Gangguan psikomotor.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Pasien penderita diabetes melitus.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati yang berat.

Perhatian khusus:

  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Selama penggunaan obat ini hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Pasien penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi hati.
  • Dapat menyebabkan depresi pernapasan, gangguan susunan saraf pusat pada penggunaan dengan dosis besar pada pasien dengan gangguan fungsi pernapasan: asma emfisema.
  • Pasien penderita debil dan kekurangan oksigen (hipoksia).
  • Pasien penderita peningkatkan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Interaksi obat:

  • Phenobarbital, carbamazepine, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama dengan obat di atas dapat menyebabkan terjadinya peningkatan potensi kerusakan pada hati.
  • Penghambat monoamin oksidase (MAOI) untuk mengatasi depresi.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Warfarin.
    Penggunaan bersama warfarin dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Kolestiramin dan lixisenatide.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan penurunan efek dari paracetamol.

Kandungan utama: Paracetamol, dextromethorphan hydrobromide, phenylpropanolamine hydrochloride, dan chlorpheniramine maleat.

Kelas terapi: Obat batuk dan flu.

Klasifikasi obat: Analgesik non-opioid, antitusif, dekongestan, dan antihistamin generasi ke-1.

Kategori kehamilan:

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Calortusin sirup pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Informasi zat aktif:

Paracetamol mengurangi rasa sakit dengan meningkatkan ambang rasa sakit, yaitu dengan membutuhkan rasa sakit yang lebih besar untuk berkembang sebelum seseorang merasakannya. Obat ini merupakan obat yang dapat bekerja dengan mengurangi produksi bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan (prostaglandin) di otak.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, parasetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit.
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin kurang dari 5% sebagai obat yang tidak berubah; 60-80% sebagai metabolit glukuronida dan 20-30% sebagai metabolit sulfat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Dextromethorphan menekan refleks batuk dengan tindakan langsung di pusat batuk di medula. Dextromethorphan memiliki potensi antitusif yang hampir sama dengan kodein tetapi tidak menyebabkan analgesia atau kecanduan, dan tidak memiliki aksi ekspektoran. Dexstromethorphan dimaksudkan untuk meredakan frekuensi batuk tanpa menghilangkan refleks pelindung batuk.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dextromethorphan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dari saluran cerna.
  • Distribusi: Tidak diketahui.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif oleh hati.
  • Ekskresi: Sedikit yang diekskresikan tidak berubah. Metabolit diekskresikan terutama dalam urin, sekitar 7% sampai 10% diekskresikan dalam tinja.

Phenylpropanolamine adalah obat golongan dekongestan yang berfungsi untuk mengatasi hidung tersumbat karena flu dan batuk. Obat ini bekerja dengan cara menciutkan pembuluh darah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, phenilpropanolamie diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme hati parsial.
  • Ekskresi: Melalui urine 80-90% (tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) sekitar 3-5 jam.

Chlorpheniramine maleate termasuk dalam kelompok obat antihistamin. Obat ini dapat membantu mengurangi gejala alergi dengan mencegah efek histamin, yaitu zat yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap zat asing yang membuat tubuh menjadi alergi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chlorpheniramine maleate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan di perut menunda penyerapan tetapi tidak mempengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati).
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa saluran pencernaan dan hati.
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak; obat dan metabolit diekskresikan dalam urine.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Selama 3 hari mengonsumsi ini demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak hilang.
  • Timbulnya ruam pada kulit, kemerahan atau pembengkakan, serta sakit kepala berkelanjutan.
  • Gejala semakin memburuk atau timbulnya gejala baru.
Calortusin Sirup 60 ml
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
-
Kandungan Utama
-
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 60 ml.
Produsen
Rama Emerald Multi Sukses

Perlu Resep

Tidak

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C dalam wadah tertutup rapat dan terhindar dari cahaya matahari.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Calortusin Sirup 60 ml

Total

Rp 9.800

Jual dan Beli Calortusin Sirup 60 ml dari Apotek Online Toko SehatQ

Calortusin sirup obat untuk meredakan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin yang disertai batuk kering. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Calortusin sirup mengandung zat aktif paracetamol, dextromethorphan hydrobromide, phenylpropanolamine hydrochloride, dan chlorpheniramine maleat.

Indikasi obat:

Meringankan gejala flu seperti pada kondisi:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Hidung tersumbat.
  • Bersin yang disertai batuk kering.

Paracetamol bermanfaat sebagai nyeri ringan atau sedang seperti nyeri karena masuk angin, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri tubuh atau otot, kram menstruasi, radang sendi (arthritis), atau sakit gigi. Obat ini juga dapat digunakan untuk menurunkan demam. Paracetamol bekerja dengan menghalangi pelepasan bahan kimia tertentu di otak yang menandakan sensasi nyeri.
Dextromethorphan digunakan untuk sementara meredakan batuk yang disebabkan oleh flu biasa atau kondisi lainnya. Dextromethorphan akan meredakan batuk tetapi tidak akan mengobati penyebab batuk atau mempercepat pemulihan. Dextromethorphan termasuk dalam kelas obat yang disebut antitusif untuk meringankan batuk kering. Dextromethorphan bekerja dengan mengurangi aktivitas di bagian otak yang menyebabkan batuk.
Phenylpropanolamine merupakan obat dekongestan yang bekerja dengan menyempitkan (mengecilkan) pembuluh darah (vena dan arteri) di tubuh. Penyempitan pembuluh darah di sinus, hidung, dan dada memungkinkan terbukanya aliran pembuluh darah di area tersebut, yang mengurangi penyumbatan.
Chlorpheniramine maleat dapat meredakan mata merah, gatal, berair, bersin, hidung atau tenggorokan gatal dan pilek yang disebabkan oleh alergi, demam, dan flu biasa. Chlorpheniramine maleat membantu mengontrol gejala pilek atau alergi, tetapi tidak akan mengobati penyebab gejala atau mempercepat pemulihan. Chlorpheniramine maleat berada dalam kelas obat yang disebut antihistamin yang bekerja dengan memblokir aksi histamin, zat dalam tubuh yang menyebabkan gejala alergi.

Komposisi obat:

Tiap 5 ml:

  • Paracetamol 120 mg.
  • Dextromethorphan hydrobromide 5 mg.
  • Phenylpropanolamine hydrochloride 3,75mg.
  • Chlorpheniramine maleat 0,5 mg.
  • Alkohol 0,5 ml.

Dosis obat:

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 20 ml sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: 10 ml sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat: Dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter.

Efek samping obat:

  • Mengantuk.
    Ketika Anda mengantuk beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.
  • Mulut kering.
    Cobalah untuk mengonsumsi permen bebas gula atau permen karet bebas gula.
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia).
  • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia).
  • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Gangguan pencernaan.
  • Gangguan psikomotor.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Pasien penderita diabetes melitus.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati yang berat.

Perhatian khusus:

  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Selama penggunaan obat ini hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Pasien penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi hati.
  • Dapat menyebabkan depresi pernapasan, gangguan susunan saraf pusat pada penggunaan dengan dosis besar pada pasien dengan gangguan fungsi pernapasan: asma emfisema.
  • Pasien penderita debil dan kekurangan oksigen (hipoksia).
  • Pasien penderita peningkatkan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Interaksi obat:

  • Phenobarbital, carbamazepine, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama dengan obat di atas dapat menyebabkan terjadinya peningkatan potensi kerusakan pada hati.
  • Penghambat monoamin oksidase (MAOI) untuk mengatasi depresi.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Warfarin.
    Penggunaan bersama warfarin dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Kolestiramin dan lixisenatide.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan penurunan efek dari paracetamol.

Kandungan utama: Paracetamol, dextromethorphan hydrobromide, phenylpropanolamine hydrochloride, dan chlorpheniramine maleat.

Kelas terapi: Obat batuk dan flu.

Klasifikasi obat: Analgesik non-opioid, antitusif, dekongestan, dan antihistamin generasi ke-1.

Kategori kehamilan:

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Calortusin sirup pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Informasi zat aktif:

Paracetamol mengurangi rasa sakit dengan meningkatkan ambang rasa sakit, yaitu dengan membutuhkan rasa sakit yang lebih besar untuk berkembang sebelum seseorang merasakannya. Obat ini merupakan obat yang dapat bekerja dengan mengurangi produksi bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan (prostaglandin) di otak.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, parasetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit.
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin kurang dari 5% sebagai obat yang tidak berubah; 60-80% sebagai metabolit glukuronida dan 20-30% sebagai metabolit sulfat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Dextromethorphan menekan refleks batuk dengan tindakan langsung di pusat batuk di medula. Dextromethorphan memiliki potensi antitusif yang hampir sama dengan kodein tetapi tidak menyebabkan analgesia atau kecanduan, dan tidak memiliki aksi ekspektoran. Dexstromethorphan dimaksudkan untuk meredakan frekuensi batuk tanpa menghilangkan refleks pelindung batuk.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dextromethorphan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dari saluran cerna.
  • Distribusi: Tidak diketahui.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif oleh hati.
  • Ekskresi: Sedikit yang diekskresikan tidak berubah. Metabolit diekskresikan terutama dalam urin, sekitar 7% sampai 10% diekskresikan dalam tinja.

Phenylpropanolamine adalah obat golongan dekongestan yang berfungsi untuk mengatasi hidung tersumbat karena flu dan batuk. Obat ini bekerja dengan cara menciutkan pembuluh darah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, phenilpropanolamie diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme hati parsial.
  • Ekskresi: Melalui urine 80-90% (tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) sekitar 3-5 jam.

Chlorpheniramine maleate termasuk dalam kelompok obat antihistamin. Obat ini dapat membantu mengurangi gejala alergi dengan mencegah efek histamin, yaitu zat yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap zat asing yang membuat tubuh menjadi alergi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chlorpheniramine maleate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan di perut menunda penyerapan tetapi tidak mempengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati).
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa saluran pencernaan dan hati.
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak; obat dan metabolit diekskresikan dalam urine.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Selama 3 hari mengonsumsi ini demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak hilang.
  • Timbulnya ruam pada kulit, kemerahan atau pembengkakan, serta sakit kepala berkelanjutan.
  • Gejala semakin memburuk atau timbulnya gejala baru.

Merek: Calortusin
Bentuk sediaan: Sirup
Principal/Distributor obat: Rama Emerald Multi Sukses
Manufacture: Rama Emerald Multi Sukses
Kemasan obat: 1 box isi 1 botol @ 60 ml.

Indikasi/Manfaat Calortusin Sirup 60 ml


Dosis Calortusin Sirup 60 ml



Cara Penggunaan Calortusin Sirup 60 ml



Cara Menyimpan Calortusin Sirup 60 ml


Simpan pada suhu di bawah 30°C dalam wadah tertutup rapat dan terhindar dari cahaya matahari.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Calortusin Sirup 60 ml Jika:



Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Calortusin Sirup 60 ml



Efek Samping Obat Calortusin Sirup 60 ml