SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Bufect suspensi adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang

Bufect Suspensi 60 ml


Harga Produk
Mulai dari
Rp 17.955

Jumlah Produk
1

Tersedia 90 Penjual

Apotek Garuda
Rp 18.090
Apotek Garuda
Kota Jakarta Barat3.25 km
Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 20.400
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Rave Pharma
Rp 17.900
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
Apotek Fakhira 24 Jam
Rp 31.100
Apotek Fakhira 24 Jam
Kota Jakarta Selatan3.99 km

Deskripsi

Bufect suspensi adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang, seperti sakit gigi, nyeri sebelum atau sesudah pencabutan gigi, nyeri setelah operasi, nyeri pada penyakit reumatik, nyeri karena terkilir,  dan sakit kepala. Obat ini juga digunakan menurunkan demam.

Bufect suspensi mengandung zat aktif ibuprofen. Zat aktif ini termasuk dalam obat golongan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID). Ibuprofen mulai dapat digunakan pada anak-anak yang berusia minimal 6 bulan.

Obat ini merupakan obat bebas terbatas, sehingga cara penggunaannya harus disesuaikan dengan petunjuk pada kemasan atau resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Bufect Suspensi 60 ml
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
-
Kandungan Utama
Ibuprofen
Kelas Terapi
Analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi
Klasifikasi
Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID)
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen
Sanbe Farma

Informasi Zat Aktif

Ibuprofen bersifat analgesik atau meringankan rasa sakit, antiinflamasi atau meredakan peradangan, dan antipiretik atau menurunkan demam.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ibuprofen diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan. Asupan makanan dapat mengurangi tingkat penyerapan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) adalah 1-2 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Pengikatan protein plasma adalah 90-99%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui oksidasi.
  • Ekskresi: Dikeluarkan terutama melalui urine dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 2 jam.

Indikasi (manfaat)

  • Mengatasi nyeri pada punggung
  • Meredakan nyeri yang disebabkan peradangan sendi (arthritis)
  • Meringankan sakit gigi
  • Meredakan sakit kepala
  • Menurunkan demam
  • Meringankan nyeri haid (dismenore)
  • Mengatasi nyeri pada otot

Ibuprofen bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX) yang dibutuhkan tubuh untuk mengubah asam arakidonat menjadi prostaglandin, yaitu senyawa yang menyebabkan terjadinya peradangan. 

Komposisi

Tiap 5 ml: ibuprofen 100 mg

Dosis

  • Dewasa: 10 ml sebanyak 3-4 kali/hari
  • Anak-anak: 
    • Usia 1-2 tahun: 2,5 ml sebanyak 3-4 kali/hari
    • Usia 3-7 tahun: 5 ml sebanyak 3-4 kali/hari
    • Usia 8-12 tahun: 10 ml sebanyak 3-4 kali/hari
    • Meringankan nyeri dan menurunkan demam: 20 mg/kg dalam dosis terbagi

Aturan pakai

Dikonsumsi setelah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Gangguan pada saluran pencernaan
    Jika mengalami gangguan pada saluran pencernaan secara berulang, hentikan mengonsumsi ibuprofen dan segera hubungi dokter Anda. Minumlah obat antasida untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut sementara.
  • Sakit kepala
    Pastikan beristirahat yang cukup. Minumlah banyak air dan hindari konsumsi alkohol. Namun, jika sakit kepala tidak hilang selama lebih dari satu minggu atau menjadi lebih parah, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing
    Hentikan aktivitas kemudian duduk atau berbaring hingga Anda merasa membaik. Hindari mengonsumsi kopi, rokok, dan alkohol. Jika pusing tidak membaik dalam beberapa hari, segera hubungi dokter.
  • Mual
    Hindari mengonsumsi makanan terlalu banyak dan makanan pedas.
  • Muntah
    Minumlah air dalam jumlah sedikit, tetapi sesering mungkin. Namun, jika Anda mengalami gejala dehidrasi seperti mengeluarkan urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter.
  • Buang angin
    Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung gas, seperti bawang dan kacang-kacangan. Anda juga dapat mengonsumsi obat, seperti karbon aktif atau simetikon.
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia)
  • Pembengkakan akibat adanya penumpukan cairan pada jaringan (edema)
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis)
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Kegagalan sumsum tulang memproduksi sel darah baru (anemia aplastik)
  • Nyeri pada perut bagian atas
  • Diare
  • Gangguan fungsi hati
  • Anemia
  • Penglihatan kabur
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
  • Pusing
  • Meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi atau di atas normal (hipertensi)
  • Telinga berdering (tinnitus)
  • Gangguan perubahan mood
  • Leher terasa kaku
  • Urine berwarna gelap
  • Perubahan warna pada kulit dan sklera mata yang menjadi kekuningan
  • Reaksi alergi, seperti gatal dan ruam pada kulit
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis)

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid lain, obat pengencer darah, dan obat yang menghambat pembekuan pada darah (antikoagulan)
  • Pasien yang mengalami serangan jantung
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pasien yang memiliki kadar lemak yang tinggi dalam darah (hiperlipidemia)
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus)
  • Pasien yang mengalami perdarahan pada saluran pencernaan
  • Pasien penderita anemia
  • Pasien yang mengalami stroke
  • Pasien penderita gagal jantung
  • Pasien penderita asma
  • Pasien lanjut usia
  • Anak-anak, terutama bayi yang lahir prematur

Tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Bufect suspensi pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini (ibuprofen) atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lainnya
  • Pasien penderita gagal jantung atau pasien yang telah menjalani operasi bypass
  • Pasien dengan riwayat gangguan perdarahan pada saluran pencernaan
  • Pasien penderita luka pada saluran pencernaan
  • Pasien penderita gagal ginjal atau hati
  • Wanita hamil pada trimester ketiga

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antiinflamasi nonsteroid lain seperti aspirin, obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin, dan obat kortikosteroid
    Penggunaan bersama salah satu obat tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Siklosporin dan takrolimus
    Penggunaan ibuprofen bersama obat tersebut dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan toksisitas atau keracunan pada ginjal.
  • Metotreksat dan lithium
    Penggunaan bersama ibuprofen dapat menyebabkan keracunan.
  • Lisinopril, kaptopril, dan ramipril
    Ibuprofen dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi tersebut.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Perdarahan atau memar yang tidak biasa
  • Kelelahan
  • Luka, bisul, atau bintik-bintik putih di mulut
  • Mata dan kulit kuning
  • Feses berwarna hitam
  • Urine berdarah
  • Demam
  • Bintik-bintik merah pada kulit
  • Sakit tenggorokan
  • Penurunan jumlah urine mendadak

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-adults/
Diakses pada 22 Juni 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ibuprofen
Diakses pada 22 Juni 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5166-9368/ibuprofen-oral/ibuprofen-oral/details
Diakses pada 22 Juni 2021

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682159.html
Diakses pada 22 Juni 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Bufect Suspensi 60 ml

Total

Rp 18.090

Jual dan Beli Bufect Suspensi 60 mL dari Apotek Online Toko SehatQ

Bufect Suspensi adalah obat sediaan cair yang berkhasiat untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti sakit kepala, sakit punggung, nyeri ketika haid, dan nyeri pasca operasi. Selain itu, Bufect Suspensi juga dapat digunakan untuk meredakan demam pada anak hingga orang dewasa.


Bufect Suspensi mengandung ibuprofen yang bekerja dengan cara menghambat produksi zat alami penyebab peradangan sehingga membantu untuk mengurangi pembengkakan, nyeri pada tubuh, dan demam.Penggunaan Bufect Suspensi harus disesuaikan dengan petunjuk pada kemasan atau berdasarkan anjuran dari dokter.


Ibu hamil dapat menggunakan obat ini sesuai anjuran dokter dan apabila berada dalam situasi mengancam jiwa atau penyakit serius, dimana obat lain tidak efektif atau tidak dapat diberikan. Beli online Bufect Suspensi dengan harga terbaik hanya di Toko SehatQ, pasti asli!


Merek: {""id""=>1413, ""label""=>""Bufect"", ""data_custom""=>{""id""=>1413, ""label""=>""Bufect""}}
Bentuk sediaan: Suspensi
Principal/Distributor obat: Sanbe Farma
Manufacture: Sanbe Farma
Kemasan obat: 1 box isi 1 botol @ 60 mL

Indikasi/Manfaat Bufect Suspensi 60 mL

  • Menurunkan demam.
  • Meringankan nyeri ringan seperti sakit kepala, saki gigi, sakit punggung, nyeri ketika haid, nyeri pada sendi dan otot.
  • Meredakan nyeri sedang seperti nyeri pasca pencabutan gigi, reumatik, peradangan pada sendi, terkilir, dan nyeri setelah melakukan operasi.

Dosis Bufect Suspensi 60 mL


  • Anak-anak usia 1 hingga 2 tahun: 2,5 mL sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak usia 3 hingga 7 tahun: 5 mL sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak usia 8 hingga 12 tahun: 10 mL sebanyak 3 kali/hari.
  • Dewasa: 10 mL sebanyak 3 kali/hari.

Cara Penggunaan Bufect Suspensi 60 mL


  • Kocok terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
  • Dikonsumsi setelah makan.

Cara Menyimpan Bufect Suspensi 60 mL


Tutup rapat botol setelah digunakan lalu simpan di tempat kering dan sejuk, serta terhindar dari panas sinar matahari langsung.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Bufect Suspensi 60 mL Jika:


  • Penderita hipersensitif terhadap ibuprofen.
  • Pasien yang mengalami gagal jantung.
  • Pasien yang memiliki luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat.
  • Ibu hamil pada trimester ketiga.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Bufect Suspensi 60 mL


  • Pasien diabetes melitus.
  • Pasien yang mengalami kelainan jantung.
  • Pasien yang mengalami gangguan pernapasan seperti asma.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien dengan riwayat hipertensi.
  • Pasien penderita anemia.
  • Anak dibawah 1 tahun atau bayi

Efek Samping Obat Bufect Suspensi 60 mL


  • Gangguan pada pencernaan seperti: mual, muntah, diare, sembelit, dan nyeri pada lambung.
  • Gangguan pada kulit seperti: ruam, kemerahan, dan gatal.
  • Penyempitan bronkus (bronkospasme).
  • Penurunan jumlah limfosit (limfopenia).
  • Pusing atau sakit kepala. 
  • Penglihatan kabur.
  • Telinga berdenging.
  • Tekanan darah meningkat.
  • Leher terasa kaku.