SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Stok Habis
Brufen suspensi adalah obat untuk mengatasi demam, nyeri, dan peradangan pada anak.

Brufen Suspensi 60 m


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

Tersedia 1 Penjual

Apotek Charista
Rp 41.800
Apotek Charista
Kota Jakarta Barat11.18 km

Deskripsi

Brufen suspensi adalah obat untuk mengatasi demam, nyeri seperti sakit gigi dan sakit kepala, serta peradangan pada anak. Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas terbatas. Brufen suspensi mengandung zat aktif ibuprofen.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Brufen Suspensi 60 m
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Kelas Terapi
Analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi.
Klasifikasi
Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen
Abbott Indonesia

Informasi Zat Aktif

Ibuprofen bekerja dengan menghambat siklooksigenase-1 dan 2 dengan demikian, juga menghambat sintesis prostaglandin atau zat yang menyebabkan peradangan. Sehingga tidak terjadi gejala peradangan seperti demam dan nyeri. Obat ini merupakan obat yang termasuk dalam golongan NSAID, yang bersifat antinyeri (analgesik), antiradang (antiinflamasi), dan penurun demam (antipiretik).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ibuprofen diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan. Asupan makanan dapat mengurangi tingkat penyerapan. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 1-2 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Pengikatan protein plasma sekitar 90-99%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui oksidasi.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (45-80% sebagai metabolit, kira-kira 1% sebagai obat tidak berubah); feses dalam bentuk metabolit tidak aktif. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 2 jam.

Indikasi (manfaat)

Mengatasi nyeri, menurunkan demam, dan peradangan seperti pada kondisi:

Ibuprofen adalah obat yang dapat menghambat non-selektif dari enzim siklooksigenase (COX), yang dibutuhkan tubuh untuk produksi prostaglandin atau senyawa yang menyebabkan terjadinya peradangan melalui jalur asam arakidonat. Dengan terhambatnya pembentukan prostaglandin maka gejala peradangan seperti demam dan nyeri dapat dihentikan.

Komposisi

Tiap 5 ml: ibuprofen 100 mg.

Dosis

Dewasa:

  • Meredakan nyeri: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.

Anak-anak:

  • Menurunkan demam dan meredakan nyeri:
    • 1-2 tahun: ½ sendok takar 5 ml (2,5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.
    • 3-7 tahun: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 3-4 kali/hari.
    • 6-12 tahun: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Buang angin.
    Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung gas seperti bawang dan kacang-kacangan. Dapat juga mengonsumsi obat seperti karbon aktif atau simetikon.
  • Pusing.
    Hentikan aktivitas kemudian duduk atau berbaring hingga Anda merasa membaik. Hindari mengonsumsi kopi, rokok, dan alkohol. Jika pusing tidak membaik dalam beberapa hari, segera hubungi dokter atau apoteker Anda.
  • Muntah atau diare.
    Minumlah air dalam jumlah sedikit dan minumlah sesering mungkin. Namun, jika Anda mengalami gejala dehidrasi seperti mengeluarkan urin berwarna gelap dan memiliki bau yang kuat, segera hubungi dokter Anda.
  • Gangguan pada saluran pencernaan.
    Jika mengalami gangguan pada saluran pencernaan secara berulang, hentikan mengonsumsi ibuprofen dan segera hubungi dokter Anda. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut dalam sementara dapat mengonsumsi antasida.
  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk beristirahat dan mengonsumsi banyak cairan, hindari konsumsi alkohol. Namun, jika sakit kepala tidak hilang selama lebih dari 1 minggu atau sakit kepala menjadi parah, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual.
    Hindari mengonsumsi makanan terlalu banyak dan hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Anemia.
  • Penglihatan kabur.
  • Nyeri pada perut bagian atas.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Urin berwarna gelap.
  • Pusing.
  • Meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi atau di atas normal (hipertensi).
  • Dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Pembengkakan akibat adanya penumpukan cairan pada jaringan (edema).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Kegagalan sumsum tulang memproduksi sel darah baru (anemia aplastik).
  • Perubahan warna pada kulit dan sklera mata yang menjadi kekuningan.
  • Reaksi alergi seperti gatal dan ruam pada kulit.
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).
  • Telinga berdengung (tinnitus).
  • Gangguan perubahan mood.
  • Leher terasa kaku.
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25°C dan terlindung dari cahaya.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat luka pada dinding lambung atau usus.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal atau hati.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien dengan gangguan pembekuan darah.
  • Pasien penderita asma.
  • Anak-anak 1 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil.
  • Pasien penderita penyakit yang menyebabkan terjadinya retensi cairan.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Brufen suspensi pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita gagal ginjal atau hati.
  • Pasien yang mengalami luka pada dinding usus atau lambung.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien penderita luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gagal jantung atau pasien yang telah menjalani operasi bypass.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap ibuprofen atau obat antiinflamasi non-steroid lainnya.
  • Pasien dengan riwayat gangguan perdarahan pada saluran pencernaan.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Siklosporin dan takrolimus.
    Penggunaan ibuprofen bersama dengan obat tersebut dapat menyebabkan terjadinya risiko peningkatan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan toksisitas pada ginjal.
  • Metotreksat dan lithium.
    Penggunaan bersama ibuprofen dapat menyebabkan risiko terjadinya keracunan.
  • Obat antiinflamasi non-steroid lain seperti aspirin, obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin, dan obat kortikosteroid.
    Penggunaan bersama salah satu obat tersebut dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Lisinopril, kaptopril, dan ramipril.
    Ibuprofen dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi tersebut.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Masalah hati seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, penyakit kuning seperti kulit atau mata yang menjadi menguning.
  • Masalah ginjal sedikit atau tidak ada buang air kecil, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, merasa lelah atau sesak napas.
  • Sel darah merah rendah seperti anemia, kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas, detak jantung cepat, kesulitan berkonsentrasi.
  • Reaksi kulit yang parah seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah Anda, rasa terbakar di mata Anda, nyeri kulit diikuti dengan ruam kulit merah atau ungu yang menyebar terutama di wajah atau tubuh bagian atas dan menyebabkan lepuh serta pengelupasan.
  • Sesak napas.
  • Tanda-tanda pendarahan perut seperti feses berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Gangguan penglihatan.
  • Peningkatan berat badan yang terjadi secara cepat.
  • Ruam pada kulit.

https://www.mims.com/indonesia/drug/info/brufen?type=brief&lang=id
Diakses pada 23 September 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-adults/
Diakses pada 23 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ibuprofen
Diakses pada 23 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5166-9368/ibuprofen-oral/ibuprofen-oral/details
Diakses pada 23 September 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682159.html
Diakses pada 23 September 2020

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Brufen Suspensi 60 m

Total

Rp 0